N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 10 Desember 2016

[Foto] Pembangunan Bengkel Kapal Selam

Di Ujung Kota Surabaya

Pembangunan Bengkel Kapal Selam

Pekerja menyelesaikan pembangunan bengkel kapal selam di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/12). [Antara/Zabur Karuru]
Pembangunan Bengkel Kapal Selam

Dengan adanya sarana pembuatan bengkel kapal selam tersebut diharapkan pembuatan kapal selam dapat dikerjakan secara mandiri guna memenuhi target pembuatan sebanyak 12 kapal selam yang dipesan Kementerian Pertahanan. [Antara/Zabur Karuru]
  Bisnis  

Jumat, 09 Desember 2016

Honda Tiger Buatan Purwokerto Mendunia

Lima Silinder `Racikan` Purwokerto Jadi Sorotan DuniaModifikatornya menggunakan body work material simless pipe 4 mm, sementara konsep body works artistnya spiecehacker cat [Rio Apinino/Liputan6)]

Modifikasi Honda Tiger yang berlaga di Yokohama masih jadi bahan pembicaraan banyak orang.

Motor `Naga Lima`, yang memperoleh titel modifikasi terbaik di gelaran Suryanation Motorland 2016, berhasil mencuri perhatian builder internasional, di Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25, di Jepang.

Salah satunya adalah Yaniv Evan, builder Amerika Serikat (AS) sekaligus tamu kehormatan di ajang modifikasi internasional ini. Menurutnya, di antara banyak motor modif yang dipajang, Naga Lima adalah salah satu yang paling disukainya.
 

  Liputan 6  

Kamis, 08 Desember 2016

Pesawat N245 dan R80 Buatan Lokal Diusulkan Jadi Proyek Strategis Nasional

✈ Desain N245 [Ardan Adhi Chandra]

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan proyek pembuatan pesawat jarak menengah yang merupakan pengembangan dari pesawat CN235, yaitu N245, dan pesawat R80 masuk dalam daftar proyek strategis nasional.

"Jadi kita usahakan bisa masuk sebagai proyek strategis nasional," ungkap Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Dirinya menyatakan, Indonesia harus setidaknya membuat sendiri pesawat jarak menengah dan tidak sepenuhnya mengandalkan pesawat impor.

R80, Pesawat Rancangan BJ Habibie yang Siap MenduniaRancangan desain pesawat R80

"Karena harus punya kemandirian di dalam mengadakan pesawat jarak menengah. Jangan sampai pesawat jarak menengah 100% impor. Kalau bisa ada offset yang bisa dikerjakan di sini dan sesuai dengan pesawat kita," kata dia.

Rencana tersebut, kata Putu, juga telah didukung penuh oleh pemerintah. Salah satu dukungannya ialah dengan menyiapkan fasilitas pengujian dan jaminan yang merupakan dari kepentingan nasional.

Putu juga mengatakan proyek tersebut bakal dilakukan secepatnya, yakni pada tahun 2017 nanti.

"Karena pesawat ini akan kita kembangkan, maka tentu prototype harus mendapat approval. Semua akan dimulai 2017, proyeknya, lalu bikin protoype. Kita bisa mulai terbang di akhir 2019," tuturnya. (wdl/wdl)

  detik  

✭ Menhub Budi Minta Alat ini Diproduksi Massal

Gandeng BPPT✈ Radar ADS-B ketika dipasang pada bandara Cakrabhuana, Cirebon

Kementerian Perhubungan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama mengembangkan sistem teknologi nasional di sektor transportasi.

Adapun, kerjasama ini untuk mengembangkan sistem navigasi berbasis satelit di bandara.

Pihaknya juga sudah meninjau langsung peralatan sistem Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) yang telah diuji coba di Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC).

Setelah meninjau, Menhub Budi Karya Sumadi meminta agar pada 2017 ADS-B sudah bisa digunakan di sejumlah bandara, khususnya di wilayah Papua.

Saya minta 2017 nanti dilakukan produksi massal, kami butuh beberapa alat seperti di Papua, kami ingin wilayah udara di Papua terang benderang," harap Budi. (chi/jpnn)

  JPNN  

Kapal Patroli Cepat Pulau Sebesi Perkuat Lanal Lampung

Kapal Patroli cepat II-3-63 [koarmabar]

Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lampung telah menerima mandat kepercayaan dari Markas Besar TNI Angkatan Laut berupa Kapal Patroli Cepat atau Combat Boat untuk mendukung kegiatan Patkamla di perairan provinsi Lampung. Bertempat di dermaga Grand Elty Kalianda Lampung Selatan Patkamla Lanal Lampung Rabu (7/12), Kapal Patroli Cepat tersebut dikukuhkan oleh Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Kelik Haryadi, S.H., M.Si., dengan nama kapal "Pulau Sebesi" nomor lambung II-3-63.

Selesai upacara pengukuhan dilanjutkan pemberian ijin oleh bupati Lampung Selatan Dr. Zainudin Hasan, M.Hum dalam penggunaan nama Pulau Sebesi sebagai nama kapal Patkamla dijajaran Lanal Lampung yang ditandai dengan pemecahan Kendi ke badan kapal, selanjutnya Komandan Lanal, Bupati Lampung Selatan dan unsur Forkopimda serta tamu undangan lainnya mencoba melaksanakan pelayaran Joy Sailing di perairan ke Peraiaran Pulau Sebesi Kalianda.

Dalam sambutannya Danlanal Lampung menyampaikan bahwa TNI AL kedepan harus memiliki kekuatan yang memadai agar mampu mepertahankan kedaulatan negara sekaligus mampu menegakkan keamanan dilaut, mengingat gangguan di laut seperti perampokan, penangkapan ikan secara ilegal, pencurian benda cagar budaya, ilegal loging dan penambangan pasir laut secara liar masih menjadi permasalahan saat ini.

Demikian juga dengan Bupati Lampung Selatan Dr. Zainudin Hasan, M.Hum., menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Kapal Patkamla Pulau Sebesi II-3-63 sebagai Kapal Patroli Keamanan Laut Lanal Lampung, rasa bangga dipakainya nama pulau Sebesi yang berada di wilayah Lampung Selatan sebagai nama kapal patrori keamanan laut, karena bisa memperkenalkan pulau yang ada di Kab. Lampung Selatan. Mengharapkan keberadaan kapal patroli ini bisa mengamankan perairan Lampung dari illegal loging, penangkapan ikan menggunakan bom ikan serta pelanggaran lainnya.

Patkamla Pulau Sebesi merupakan kapal buatan anak bangsa yang di buat sejak tahun 2015 di galangan kapal PT. Tescoindomaritim Jakarta, dengan hadirnya kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) yang baru di jajaran Lanal Lampung diharapkan dapat meningkatkan keamanan di perairan provinsi Lampung yang sebagian wilayahnya berada di beberapa kepulauan. Patkamla Pulau Sebesi dengan Body yang seluruhnya dibuat dari alumunium D-18, dengan panjang kapal 18 meter, lebar 4,5 meter, draft atau sarat kapal 0,9 meter, dan bobotnya kurang lebih 20 ton serta kapasitas tangki bahan bakar sebesar 4.000 liter dioperasikan oleh 5 orang ABK yang dikomandani oleh Serka Bah Sahroni mampu membawa pasukan sebanyak 30 orang yang dapat didaratkan di pantai melalui pintu yang terdapat di lunas depan.

Patkamla dengan sistem mesin water jet diusung dengan menggunakan mesin pokok Caterpilar dua buah ini mampu menempuh kecepatan maksimum 42,7 knots perjam dengan kecepatan jelajah 25 knots perjam, kelebihan dari patkamla ini adalah bisa beaching / pendaratan pasukan di pantai, bisa berputar 360° dengan cepat tanpa bergeser serta bisa restok (dalam kecepatan tinggi kapal langsung berhenti di tempat) serta bisa dioperasikan di perairan dangkal dengan kedalaman 1,5 meter.
 

  Koarmabar  

Rabu, 07 Desember 2016

✭ Menhub dan Menristek Cek Radar Buatan Lokal di Bandara Soekarno-Hatta

✈ Radar buatan Indonesia ini dikembangkan oleh BPPT. Radar ADS-B. Diberitakan telah digunakan di 2 bandara [ADS-B]

Menristek Dikti M Nasir dan Menhub Budi Karya melakukan pengecekan sistem radar buatan anak negeri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Setelah pengecekan ini, produksi akan segera dilakukan.

Sistem navigasi penerbangan tersebut adalah Automatic Dpendent Survaelance-Broadcast (ADS-B) yang digunakan untuk menangkap informasi yang dipancarkan pesawat. Sistem ini dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama PT INTI sejak empat tahun lalu.

"Hari ini kita menyaksikan ada alat penginderaan untuk penerbangan dinamakan ADS-B yang sudah diproduksi, dan selanjutnya proses sertifikasi. Proses sertifikasi kita berikan pada bulan ini," ujar Menhub Budi Karya di Jakarta Air Traffic Service Center, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (7/12/2016).

Sebagai regulator, lanjut Budi Karya, Kemenhub telah bersepakat untuk memberikan sertifikasi pada sistem tersebut. Ia meminta agar pihak Kemenristek Dikti dapat terus berinovasi dalam teknologi penerbangan.

"Kemenhub sudah sepakat memberikan sertifikat karena sudah diuji selama dua tahun dan berjalan baik. Kemudian kita minta nanti untuk bisa memproduksi. Kita inginkan 2017 alat-alat ini sudah dapat digunakan untuk memperlihatkan bangsa kita dapat bersaing," katanya.

http://1.bp.blogspot.com/-gKinQatX-vE/UleyKSsSkyI/AAAAAAAABxc/7IFZmTI2mWY/s1600/DSC09110.JPGRadar ADS-B ini telah terpasang di Posko Satgas Udara, pihak Airnav Indonesia [inovasi dan kreasi anak negeri]

Sementara itu, Menristek M Nasir mengungkapkan dengan sertifikasi tersebut akan lebih semangat berinovasi. Khususnya untuk berinovasi teknologi yang dapat digunakan dalam dunia usaha.

"Pesawat berada di mana saja bisa diawasi radar itu sendiri. Itu tugas nanti dari kementerian Kemenristek Dikti bersama BPPT. Itu yang bisa kami lakukan. Mudah-mudahan nanti satu tahap ini selesai tahap berikutnya kami akan menggiatkan proyek lain lagi," ungkap Nasir di lokasi yang sama.

"Kemenristek Dikti berupaya berinovasi sesuatu yang bisa digunakan di dunia usaha. Namun dalam hal ini yang berkaitan dengan dunia perhubungan khususnya perhubungan udara," tambahnya.

Saat ini Indonesia mempunyai 31 Ground Station ADS-B yang keseluruhannya masih menggunakan teknologi dari luar negeri. Sebelumnya, ADS-B buatan PT INTI bersama BPPT sudah diuji coba di dua Bandara, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang sejak 2012 dan Bandara Husein Sastranegara sejak 2014.

Ditargetkan pada 2017 akan ada 8 bandara lagi yang akan dipasang sistem tersebut. (fdu/elz)

  detik  

[RIP] TNI AL Siapkan KRI untuk Bantu Logistik

Gempa 6,5 SR di AcehPray For Aceh [twitter]

Personel TNI AL dari Lantamal I, Belawan, Sumatera Utara (Sumut), menyiapkan KRI Sibolga 536 untuk mengantarkan logistik bantuan ke Aceh. Hal tersebut menyusul terjadinya gempa 6,5 skala Richter (SR).

"Kepada warga Sumut yang berkenan memberikan sumbangan kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak gempa di Aceh bisa langsung ke Lantamal I Belawan," kata Kepala Dinas Penerangan Lantamal I, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga kepada detikcom, Rabu (7/12/2016).

Sahala mengatakan, KRI Sibolga 536 tersebut sudah standby di Lantamal I. Dia menuturkan, masyarakat bisa langsung datang ke posko dengan membawa makanan kering, minuman, pakaian, selimut, dan lain sebagainya.

"Kita masih menunggu sumbangan dan silakan antar ke posko. Setelah itu, nanti akan kita antar ke Aceh," sambungnya.

Sahala mengungkapkan, KRI tersebut belum bisa dipastikan kapan akan berangkat. Pasalnya, sejauh ini pihaknya belum menerima bantuan tersebut.

"Kita selalu siap bila dibutuhkan kapan pun itu," tutup Sahala. (rvk/rvk)

 Energinya Setara Bom Hiroshima di Jepang
https://2.bp.blogspot.com/-4g3syjuJuh8/WEfodAbnHOI/AAAAAAAAJyA/GsYRfi50VA4ojjS81gBtsX55wqDvcP8-gCLcB/s1600/135020420161207-014223-7600-indonesia.quake-780x390.jpgDeputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Widjaja, menyebut energi guncangan gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh menyerupai bom Hiroshima di Jepang puluhan tahun lalu. Gempa bumi ini berpotensi tanah longsor.

"Gempa di darat kalau skala 5 itu sama dengan bom hiroshima energinya. Jadi kalau enam itu energinya lebih besar lagi berkali-kali lipat," kata Wisnu di Museum Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (7/12/2016).

Menurut dia, akibat gempa ini juga berpontensi tanah longsor. "Jadi sudah ada yang ada di sana (tim) untuk konsentrasi di bagian longsor," ujar dia.

Wisnu menuturkan BNPB mengerahkan tim untuk mengidentifikasi ancaman bencana longsor dan tengah menyiapkan penampungan sementara untuk korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan. "Sekarang di tempat kerusakan, kita siapkan temporary shelter (penampungan) sementara. Bantuan darurat saya kira temen-temen di Pidie di sana, bantuan logistik sudah disediakan mereka akan masuk pertama kali, kami siap untuk mensupport mereka," kata Wisnu.

BNPB akan melakukan pendataan terhadap bangunan-bangunan yang rusak setelah massa tanggap darurat selesai. Hal itu untuk menaksir seberapa besar kerugian yang terjadi akibat gempa ini. "Pendataan itu segera kita lakukan setelah tanggap darurat selesai. Umumnya tanggap darurat 14 hari pertama setelah bencana, kalau belum bisa teratasi bisa diperpanjang," kata Wisnu. (aan/aan)

 Korban Meninggal Gempa Aceh Jadi 52 Orang
https://2.bp.blogspot.com/-LjIN7qHHsh0/WEfogOu59uI/AAAAAAAAJyE/H4yOFsdo65wrjfXzr0l2k9jkSdTmUhF5QCLcB/s1600/5847874f02582-warga-mengamati-bangunan-yang-rusak-akibat-gempa-di-aceh_663_382.jpgKorban meninggal gempa Aceh bertambah jadi 52 orang. Mayoritas korban meninggal berada di Kabupaten Pidie Jaya.

"Total korban 52 orang meninggal, 73 orang luka berat dan 200 luka ringan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Hal itu disampaikan Sutopo dalam jumpa pers di kantor BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016).

Sutopo merinci korban meninggal, luka berat dan luka ringan di:

 ☣ Kabupaten Pidie Jaya

☞ 50 orang meninggal dunia dari anak-anak, dewasa dan lansia. Dari 50 orang meninggal 4 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi.
☞ 70 orang luka berat
☞ 122 orang luka ringan

 ☣ Kabupaten Bireun

☞ 2 orang meninggal dunia
☞ 3 orang luka berat
☞ 78 orang luka ringan. (nwk/fjp)

 Total 12 Gempa Susulan Mengguncang Pasca Gempa 6,5 SR di Pidie Jaya
https://2.bp.blogspot.com/-_1HAbsBNp9o/WEfobWZmxII/AAAAAAAAJx8/HzSTAAcr6jAPPlUhjOE6ZHfuco4jpATkgCLcB/s1600/gempa-aceh.jpgGempa susulan masih mengguncang kawasan Pidie Jaya, Aceh dan sekitarnya pasca gempa hebat 6,5 SR. Total ada 12 gempa susulan.

"Tercatat ada 12 gempa susulan," ujar Kepala Humas dan Informasi BNPB Sutopo Purwo dalam konferensi pers di kantornya, Jl Pramuka, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

BMKG dalam kesempatan sebelumnya mengatakan, dari 12 gempa susulan tersebut, tren kekuatannya menurun. Tak ada yang sampai mencapai angka 6,5 SR.

Gempa terasa hebat di Pidie Jaya. Beberapa bangunan roboh.

Per pukul 14.00 WIB, Rabu siang ini, jumlah korban tewas akibat gempa ini mencapai 52 orang. Mayoritas korban berasal dari Pidie Jaya dan Biereuen. (msl/fjp)
 

  detik  

TNI AD Raih Juara Umum Kompetisi AARM Ke-26

Gunakan Senjata PindadKontingen TNI AD menjadi juara umum ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26 tahun 2016 yang dilaksanakan di Filipina. [Dispenad]

Kontingen petembak TNI AD memastikan diri keluar sebagai juara umum pada lomba menembak tingkat internasional ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26 tahun 2016 yang dilaksanakan di Filipina.

Kompetisi menembak tersebut dilaksanakan sejak 21 November hingga 7 Desember 2016.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Sabrar Fadhilah mengatakan, tim petembak TNI AD sulit ditandingi oleh petembak angkatan darat negara ASEAN lainnya setelah pada hari terakhir pertandingan memperoleh 21 medali emas, 15 perak, 14 perunggu, dan 6 piala.

"Para petembak TNI Angkatan Darat berhasil dikukuhkan sebagai juara umum saat upacara penutupan pertandingan yang dihadiri oleh semua kepala staf angkatan darat negara ASEAN hari ini," ujar Sabrar melalui keterangan tertulis, Rabu (7/12/2016).

Sabrar menuturkan, seluruh tim petembak TNI AD yang diturunkan pada pelaksanaan pertandingan menembak kali ini berjumlah 61 orang.

Tim terdiri dari 37 petembak dan 24 pendukung. Adapun tim dikomandani oleh Mayor Inf Wimoko dan Wakil Komandan Kapten Inf Abraham Pandjaitan dari Kopassus.

Adapun para petembak berasal dari berbagai kesatuan Angkatan Darat yaitu Kopassus 24 orang, Kostrad 7 orang, Kodam II/Sriwijaya 3 orang, Kodam III/ Siliwangi, serta Kodam XII/ Mulawarman dan Kodam XVI/Pattimura masing-masing 1 orang.

Sementara itu, materi kelas menembak yang dipertandingkan adalah menembak pistol putra dan putri, menembak senapan, karaben, dan senapan otomatis.

Senjata yang digunakan para petembak TNI AD pada AARM ini merupakan senapan SS2-V4 kaliber 5,56 mm dan karaben SS2-V2 kaliber 5,56 mm serta amunisi buatan dalam negeri PT Pindad.

"Petembak TNI AD dalam pertandingan menembak menggunakan senjata dan amunisi produk dalam negeri, yaitu PT Pindad," kata Sabrar.

Menurut rencana, tim petembak TNI AD akan kembali ke Indonesia pada hari Jumat, 9 Desember 2016, dan dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 14.40 WIB.

AARM adalah kompetisi menembak tempur tahunan tentara-tentara ASEAN. Tiap-tiap negara menerjunkan para petembak terbaik di masing-masing angkatan daratnya.

Kompetisi menembak ini dilaksanakan sejak 21 November hingga 7 Desember 2016 dengan memperebutkan 45 medali emas, 45 perak, 45 perunggu dan 15 piala.
 

  Kompas  

PT PAL Modernisasi KRI Malahayati

⚓️ Mid-Life Modernization (MLM)KRI Malahayati 362 [TNI AL]

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggandeng PT PAL Indonesia untuk melakukan modernisasi KRI Malahayati dalam rangka program "Mid-Life Modernization (MLM)" kapal korvet kelas Fatahillah.

"Sudah kontrak dengan PT PAL Indonesia untuk KRI Malahayati, dan akan mulai efektif dalam waktu dekat. Kami harapkan proses modernisasi bisa lebih cepat daripada proses modernisasi KRI Fatahillah 361," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemenhan RI Laksamana Muda TNI Leonardi dikonfirmasi di Surabaya, Senin.

Ia mengatakan, program modernisasi kapal perang yang dilakukan Kemenhan adalah upaya memajukan kembali industri pertahanan nasional dengan menggandeng pihak dalam negeri, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Perbaikan atau pemeliharaan dalam industri pertahanan harus sesuai nafas UU yakni dilakukan dalam negeri, serta mengutamakan penanganan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan mendorong komponen lokal," katanya.

Sebelumnya, Kemenhan juga bekerja sama dengan BUMN PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) DPS untuk memodernisasi KRI Fatahillah 361, yang merupakan kapal perang sama di jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali dengan memiliki bobot 1.450 ton.

"Kami harapkan modernisasi KRI Fatahillah menjadi sebuah pelajaran untuk KRI Malahayati agar bisa dikerjakan lebih cepat. Kalau Fatahillah proses modernisasi bisa dua tahun, diharapkan untuk Malahayati bisa lebih cepat," katanya.

Sementara berdasarkan data Wikipedia, KRI Malahayati (362) merupakan kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas Fatahillah milik TNI AL, dan dinamai Malahayati karena mengacu nama seorang laksamana perempuan pertama di dunia modern yang berasal dari Aceh.

KRI Malahayati merupakan sebuah fregat yang dibuat oleh galangan kapal Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda pada tahun 1980 khusus untuk TNI-AL, dan bertugas sebagai armada pemukul dengan kemampuan antikapal permukaan, antikapal selam dan antipesawat udara. Termasuk dalam kelas Fatahillah bersama KRI Malahayati antara lain KRI Fatahillah (361), dan KRI Nala (363).

"Kami harap rampungnya KRI Fatahilla 316 sebelumnya, bisa menjadi gambaran bagaimana mekanisme bekerjanya, dan ke depan dalam proses modernisasi KRI Malahayati bisa dipercepat untuk kemajuan industri pertahanan nasional," katanya.(*)

  ⚓️ Antara  

Indonesia Juara Lomba Tembak AARM 2016

Tim kontingen dari Indonesia memenangkan seri senjata mesin dengan menyapu bersih dengan menyabet 3 medali sekaligus. Dan ini merupakan pertama kalinya Indonesia turut serta dalam nomor ini. [facebook AARM 2016]

Tim Indonesia yang diwakili Kopassus dipastikan kembali memenangi Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet 2016 (AARM) yang digelar di Manila, Filipina. Indonesia menggondol 20 medali emas, 14 medali perak, dan 14 medali perunggu.

Raihan medali Indonesia tersebut sudah tak terkejar lagi oleh Thailand (9 emas, 15 perak, dan 7 perunggu) dan tuan rumah Filipina (9 emas, 8 perak, dan 13 perunggu).

Tim Tentara Nasional Indonesia menggunakan senapan serbu SS2 prosuksi Pindad pada Lomba Tembak AARM 2016, di Filipina. [Dok. PT PINDAD]

Situs resmi AARM 2016, pada Minggu 4 Desember 2016 menyebut, hasil kemenangan Indonesia itu diperoleh dari nomor senapan (1 emas, 2 perak, 3 perunggu), karaben (4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu), pistol pria (1 emas, 2 perak, 2 perunggu), pistol wanita (4 emas, 1 perak, 2 perunggu), senapan mesin (4 emas, 3 perak, dan 2 perunggu).

Sebelumnya, Filipina masih berada pada urutan kedua dan Thailand pada posisi ketiga namun Thailand sementara menyusul.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad (persero), Ade Bagdja, di Bandung menyebutkan, terkait hasil tersebut, Indonesia dipastikan menjuarai AARM 2016. Dalam lomba tersebut, tim TNI Kopassus banyak menggunakan senjata produk PT Pindad, misalnya karaben SS2 V2, pistol G2 Elite, dan senapan otomatis. ***

  ☠ Pikiran Rakyat  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More