blog-indonesia.com

Jumat, 15 April 2011

UGM Ciptakan Low RPM Genetator untuk Listrik Daerah Terpencil

YOGYAKARTA--MICOM: Daerah pesisir dan daerah terpencil lainnya hingga saat ini masih banyak yang belum mendapat aliran listrik dari PLN. Untuk itu, UGM menciptakan generator yang cocok untuk daerah-daerah seperti itu.

Generator ini cocok karena jika penyediaan listrik dengan menggunakan tenaga surya, selain harganya mahal, suplainya pun relatif rendah, kurang dari 200 watt.

Adalah peneliti pada Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, Sudiarto MS, yang berhasil menciptakan generator low RPM yang mampu menghasilkan listrik 200 watt hingga 500 watt.

Kepada wartawan, di Yogyakarta, Jumat (15/4), Sudiarto mengatakan, generator ciptaannya itu relatif mudah perawatan dan pembuatannya.

"Hampir kesemuanya menggunakan komponen lokal," katanya.

Karena itu, tidak perlu dikhawatirkan soal penggantian suku cadang jika dalam masa penggunaannya mengalami kerusakan.

Generator yang kini masih dalam bentuk prototipe itu digerakkan dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan berupa angin dan surya. Generator ini diharapkan bisa menghasilkan energi lisrik berdaya 200 watt hingga 500 watt.

Untuk membuat generator low RPM itu, Sudiarto mengaku telah memberikan pelatihan kepada sejumlah warga di Bantul dan Gunungkidul yang selama ini bekerja sebagai bengkel, terutama bengkel dinamo.

Ia mengungkapkan prototipe generator PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) ini bisa menghasilkan listrik berkekuatan 200 watt meski dengan putaran yang rendah.

"Dengan adanya ketersediaan listrik dalam kapasitas yang memadai untuk rumah tangga di pedesaan, diharapkan juga akan membangkitkan perekonomian, tidak hanya untuk penerangan," katanya.

Dengan daya yang lebih besar, katanya, tentu tidak hanya penerangan lampu, tapi bisa dimanfaatkan pula untuk seterika dan televisi.

Energi listrik dari produk generator ini pun nantinya bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan mesin jahit. "Jadi tidak hanya lampu penerangan, alat elektronik televisi dan radio. Tentu saja hal ini akan menggerakkan industri kecil dan menengah di kawasan pesisir, pinggir sungai dan daerah-daerah terpencil," harapnya. (AU/OL-3)


MediaIndonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More