Yogyakarta (ANTARA News) - Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menciptakan aplikasi program permainan komputer bernama "Jagoan Lalu Lintas" untuk memberikan pendidikan tertib lalu lintas kepada siswa sekolah dasar (SD).

"Program yang dikemas dalam bentuk permainan virtual komputer itu akan memberikan edukasi tentang tata tertib lalu lintas bagi anak-anak sekolah dasar," kata salah seorang mahasiswa pencipta program "Jagoan Lalu Lintas", Firdaus Ismail Sholeh, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, program edukasi itu lahir dari keprihatinan dirinya dan empat temannya, yakni Rifauddin Tsalitsy, Azizah Kartika Nugraheni, Diany Ufieta Syafitri, dan Ardias Nugraheni, terhadap kasus pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi.

"Melalui program itu kami ingin menyampaikan replika virtual reality dari perilaku lalu lintas sehari-hari, agar anak dapat merasakan simulasi berkendara dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan lalu lintas," katanya.

Ia mengatakan, program tersebut diharapkan mampu menjadi intervensi solusi keterbatasan pendidikan lalu lintas yang belum merata dan memudahkan akses masyarakat untuk memanfaatkan program permainan itu sebagai media edukasi tertib lalu lintas.

"Program ini sampai sekarang telah diinstal 22 sekolah dasar di Kota Yogyakarta, dan akan digunakan secara serentak pada tahun ajaran baru 2011/2012. Program itu juga telah digunakan Satlantas Polresta Yogyakarta sebagai media edukasi tertib lalu lintas ke sekolah-sekolah," katanya.

Menurut dia, sekolah-sekolah di Yogyakarta yang telah dilengkapi fasilitas Internet dapat secara langsung memanfaatkan program permainan tersebut dengan membuka lama di http://jogjabelajar.org yang mereka siapkan.

Melalui program "Jagoan Lalu Lintas" itu diharapkan program pendidikan masyarakat tertib lalu lintas dapat lebih efektif dan menjangkau seluruh sekolah di Yogyakarta.

"Program `Jagoan Lalu Lintas` akan didistribusikan ke seluruh sekolah dasar di Kota Yogyakarta melalui kerja sama dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) atas rekomendasi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta," katanya.(L.B015*H010/M008)


ANTARAnews