N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 31 Oktober 2011

Pesawat N-250 Masih Dirawat Baik

BANDUNG--MICOM: PT Dirgantara Indonesia (PT DI) masih merawat dengan baik dua unit pesawat karya anak bangsa N-250 Gatotkaca meskipun kedua pesawat itu tidak bisa diterbangkan karena terkendala prosedur dan regulasi penerbangan.

"Dua pesawat N-250 masih kami rawat dengan baik di hanggar kami," kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso di Bandung, Sabtu (29/10).

Pesawat N-250 merupakanan pesawat hasil pengembangan sendiri putra-putri Bangsa Indonesia yang dikembangkan PT Dirgantara Indonesia yang kala itu bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

Pesawat N-250 yang sempat diterbangkan dan mengikuti sejumlah pameran kedirgantaraan itu merupakan pengembangan IPTN dari produk andalannya CN-235 yang merupakan produk kerja sama dengan Cassa Spanyol.

Dengan warna dasar putih dan bagian bawah badan pesawat biru itu, N-250 masih "gagah" dipamerkan, meskipun pesawat itu tidak lagi diterbangkan.

Bahkan, N-250 menjadi salah satu pesawat produk PTDI yang dipamerkan saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke PTDI pada Rabu (26/10) lalu. Presiden juga sempat mendapat sekilas penjelasan terkait perawatan pesawat itu.

Juru bicara PTDI, Rakhendi menyebutkan pesawat itu disimpan di hanggar yang terletak di ujung kompleks hanggar PTDI.

"Sebenarnya pembuatan N-250 itu sudah selesai dua setengah pesawat, dua pesawat sudah dirampungkan dan yang satu lagi pengerjaanya baru 50% saat proyek itu dihentikan," kata juru bicara PT Dirgantara Indonesia, Rakhendi.

Pesawat N-250 yang merupakan pengembangan dari CN-235 memiliki bentuk berbeda dari pendahulunya. Yang mencolok adalah sayap ekornya yang dipasang di bagian atas, sedangkan CN-235 pada bagian bawahnya.

Saat ini PTDI kembali bangkit melalui program revitalisasi dengan mengembangkan produk CN-235 Maritime Patrol dan terakhir mengembangkan pesawat CN-295 bekerja sama dengan Airbus Military Spanyol.

PTDI akan mengerjakan sejumlah pesawat CN-295 pesanan Kementerian Pertahanan RI di samping membuat helikopter dan pesawat CN-212.

Bersama PT Pindad, PTDI mendapat penugasan untuk mendukung program revitalisasi alutsista TNI di bidang masing-masing. (Ant/OL-3)


MediaIndonesia

Mahasiswa IPB temukan inovasi tembakau nonrokok

Bogor (ANTARA News) - Tim mahasiswa Jurusan Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Pertanian Bogor, melalui sebuah penelitian menemukan inovasi pemanfaatan tanaman tembakau nonrokok.

Para mahasiswa tersebut, seperti diinformasikan Humas IPB di Bogor adalah Riska Ayu Purnamasari, Pratiwi Eka Puspita, Dhaniar Astri, Rinda Fadzila, dan Ahmad Jaelani Manurung.

Ketua tim peneliti Riska Ayu Purnamasari menjelaskan, di bawah arahan dosen pembimbing Dr Suryani, MSc, tim meneliti bahwa ada alternatif penggunaan tembakau untuk nonrokok yang "feasible" secara ekonomi.

"Penelitian kami adalah membuktikan daya antimikroba ekstrak tembakau agar dapat diaplikasikan sebagai antiseptik. Ini sebagai salah satu upaya mencari titik temu yang dapat menguntungkan setiap elemen masyarakat terkait kesehatan dan budaya menanam tembakau," katanya.

Ia mengemukakan bahwa beberapa tahun terakhir ini industri rokok menghadapi berbagai tekanan kebijakan sehingga berdampak pula terhadap keberlanjutan pertanian tembakau.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain menaikkan harga jual eceran (HJE) sebesar 7 persen per Maret 2007, penetapan tarif spesifik rokok antara Rp3 hingga Rp7 per batang untuk rokok golongan I, Rp5 untuk golongan II, dan Rp3 untuk golongan III sesuai yang tercantum dalam Permenkeu No. 118/PMK.04/2006 tentang Kebijakan Cukai 2007.

Selain itu, juga UU No. 39 Tahun 2007 tentang batas cukai maksimum mencapai 57 persen, PP No 81 tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan, dan Pergub DKI Jakarta No 75 Tahun 2005 tentang larangan merokok di tempat umum.

"Hal itu tentu saja meresahkan sebagian masyarakat yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, maupun pedagang rokok besar dan kecil," katanya.

Ia mengatakan, kebijakan pemerintah mengenai industri rokok itu dianggap dapat mengancam sumber ekonomi masyarakat yang bertumpu pada pertanian tembakau.

Oleh karena itu, ia dan rekannya di Jurusan Biokimia FMIPA-IPB mencari alternatif penggunaan tembakau untuk nonrokok itu.

Menurut Riska Ayu Purnamasari, ekstrak tembakau teridentifikasi sebagai senyawa yang bersifat antimikrobial terhadap pengujian beberapa strain mikroba.

Beberapa penelitian telah menunjukkan daya antimikrobial ekstrak tembakau terhadap E. coli dan S aureus, dan P. aeruginosa.

"Ekstrak tembakau memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S.aureus. Hasil ekstraksi menunjukkan bahwa ektrak etanol minyak atsiri tembakau merupakan ekstrak yang paling banyak diperoleh selama proses ekstraksi dilakukan dan paling efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri," katanya.

Ia menjelaskan, konsentrasi hambat tumbuh minimum ekstrak minyak atsiri sebesar 10 persen menunjukkan daya hambat minyak atsiri tembakau cukup besar, dan hasil pada uji oles menunjukkan perbedaan yang signifikan antara keadaan sebelum dan sesudah dioles.

Uji Aktivitas antimikrobaekstrak tembakau dilakukan dengan menggunakan senyawa hasil ekstraksi, meliputi minyak atsiri, senyawa alkaloid, dan senyawa polifenol.

Masing-masing ekstrak diinjeksikan ke dalam media Nutrien Agar (NA) yang mengandung bakteriuji E.coli dan S. aureus.

Zona bening yang terbentuk di sekitar lubang sumur difusi merupakan respon aktif antimikroba ekstrak dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Hasilnya diketahui bahwa pengenceran atsiri sebanyak 10 persen memiliki daya hambat yang cukup baik menurut metoda Davis-Stout.

Kemudian, untuk melihat potensi ekstrak daun tembakau sebagai antiseptik maka dilakukan uji potensi antiseptik melalui uji organoleptik dengan metode oles.

Metode oles dilakukan pada lima panelis. Telapak tangan panelis yang kering dioleskan pada cawan Petri yang berisi media PCA. Panelis kemudian mencuci tangannya menggunakan ekstrak tembakau dan etanol 70 persen sebagai kontrol positif.

Telapak tangan yang telah kering kemudian dioleskan kembali pada cawan Petri yang berisi media PCA. Media PCA diinkubasi selama dua hari dalam suhu 37 derajat Celcisu. Masing-masing cawan uji dihitung jumlah bakterinya dengan metode TPC.

Hasilnya menunjukkan bahwa atsiri tembakau dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli (gram negatif) dan S. aureus (gram positif)dengan zona hambat yang terbentuk sebesar 24 mm.

Berdasarkan metoda Davis-Stout (sangat kuat, >=20 mm, kuat,10-20 mm), nilai zona hambat ini tergolong sangat kuat. Adapun untuk ekstrak senyawa alkaloid dan polifenol memiliki nilai 16 mm dan 14 mm untuk bakteri uji E.coli (kuat), sedangkan untuk uji bakteri S.aureus berturut turut 14 mm dan 30 mm (kuat dan sangat kuat).

"Secara umum dapat disimpulkan bahwa ekstrak tembakau yang meliputi atsiri, alkaloid, dan polifenol memiliki daya hambat yang kuat dan sangat kuat. Sehingga sangat dimungkinkan bahwa ekstrak daun tembakau dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk antiseptik," katanya.(ANT -053/M027)


Antaranews

Telkomsel-On Waves, Layanan "Roaming" di Kapal Pesiar

Kompas.com/Eko Hendrawan-Dirut PT Telkomsel Sarwoto Atmosutarno didampingi CEO On-Wave Constantine Simeonidis meresmikan peluncuran kerjasama jaringan internasional di kapal pesiar Louis Cristal Cruise, yang tengah bersandar di Korakoy Port, Minggu (30/11/2011).

ISTANBUL, KOMPAS.com — Setelah sukses menyediakan layanan telekomunikasi seluler di 15 kapal Pelni, Telkomsel memperluas layanan telekomunikasi di kapal dengan meluncurkan Telkomsel-On Waves. Menggandeng kerja sama dengan operator On Waves yang bermarkas di Islandia, layanan ini ditujukan bagi para pekerja Indonesia di kapal dan rig pengeboran lepas pantai (off share) di seluruh dunia.

Acara peluncuran program baru tersebut dilakukan di kapal pesiar Louis Cristal Cruise yang akan berlayar dari Istanbul-Lavrion-Mykonos-Yunani, Minggu (30/10/2011). Penandatanganan kerja sama dihadiri oleh Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno dan CEO On Waves Constantin Simeonidis.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula uji coba jaringan yang dilakukan salah seorang pekerja kapal dari Indonesia yang menghubungi keluarganya di Jakarta, Indonesia. Sarwoto mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan operator On Waves merupakan kerja sama strategis yang sangat baik.

"Ini bukan hanya urusan revenue, tapi juga ada social impact yang luar biasa," ujarnya. Yang menarik dari kerja sama ini, lanjut dia, adalah adanya peluang berbagi pengetahuan. "Tentu saja, ada adopsi teknologi sehingga bisa diimplementasikan dalam pengembangan jaringan semacam ini di Tanah Air, mengingat memiliki special area seperti ini. Belajar bagaimana mereka me-manage dan bisa diadopsi di wilayah kita," katanya.

Dari segi bisnis, tentu saja ini menjadi peluang yang sangat potensial untuk dikembangkan. "Bayangkan, sekitar 30.000 warga Indonesia bekerja di kapal-kapal pesiar, komersial, maupun pengeboran minyak di tengah laut yang beroperasi di seluruh dunia," kata dia.

Selama ini, kalaupun mereka bisa berkomunikasi dengan keluarga di kampung halaman, tentu saja harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Melalui kerja sama dengan operator On Waves—operator GSM yang memiliki coverage telekomunikasi di wilayah perairan di lebih 500 kapal yang berlayar di seluruh dunia—pelanggan tak harus direpotkan dengan urusan tarif telepon yang tinggi dan jaringan yang terbatas.

"Ini memungkinkan para pekerja melakukan komunikasi dengan keluarga di mana pun dengan harga terjangkau," jelas Sarwoto.

Dengan menggunakan produk Telkomsel pada jaringan On Waves, pelanggan bisa menelepon ke mana saja di seluruh dunia dengan satu tarif, yakni Rp 9.000 per menit dan Rp 2.000 per SMS. Hingga akhir September 2011, Telkomsel telah menjalin kerja sama roaming dengan 44 operator di 196 negara.

"Ke depan kita masih akan terus memperluas kerja sama ke negara-negara lainnya," ujar Sarwoto.


KOMPAS

Gempa 6,7 SR Bayangi Lembang

Tiga ahli geologi dari Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan pengamatan di sekitar Patahan/sesar Lembang di Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Pikiran Rakyat Online

TEMPO Interaktif
, - Eko Yulianto terus mendengarkan omongan guru geografi di sebuah sekolah menengah pertama yang berlokasi di kawasan Langensari, Kecamatan Lembang, Bandung, tentang letak sesar Lembang. "Sesar Lembang letaknya jauh dari sini, di selatan Bandung," kata sang guru.

Lantas dia menanyakan hal serupa kepada murid dan guru sekolah dasar di Langensari. Jawabannya seragam: tidak tahu sesar Lembang atau sesar itu letaknya di Pasar Lembang.

Eko, yang menjadi peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menceritakan pengalamannya itu kepada peserta lokakarya tentang bencana kegempaan dan gunung berapi. Lokakarya ini diselenggarakan LIPI dan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jakarta pada Jumat, 28 Oktober 2011.

Peneliti LIPI yang empat tahun terakhir meneliti sesar atau patahan Lembang itu miris melihat minimnya pengetahuan masyarakat. Padahal, kata Eko--doktor lulusan Universitas Hokkaido--sekitar 50 meter dari SD dan SMP di Langensari tersebut, terdapat bukit yang menandakan keberadaan sesar Lembang. Tumbukan antarlempeng atau aktifnya sesar dapat menjadi penyebab gempa besar.

Pada 28 Juli 1976, sesar di bawah daerah Thangsan, Cina, aktif. Terjadi gempa yang menewaskan 240 ribu jiwa. Gempa di Iran pada 1990 juga terjadi akibat pergeseran sesar yang menelan 40 ribu jiwa. Sesar juga memicu gempa di Armenia pada 1998 dan menewaskan 25 ribu jiwa.

Gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006, yang episentrumnya di Pantai Selatan, mengaktifkan sesar Opak dan sejumlah sesar kecil lainnya. Rumah dan bangunan lain hancur di sepanjang sesar Opak yang membentang dari Kabupaten Bantul di Yogyakarta hingga kawasan Candi Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Lebih dari 5.800 warga yang tinggal di perkampungan padat penduduk di Bantul dan Klaten tewas akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitude moment (Mw). Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung, Irwan Meilano, mencatat gempa ini menyebabkan pergeseran sesar Opak sepanjang 60 sentimeter.

Apakah sesar Lembang--yang panjangnya 22 kilometer dari Cisarua di barat hingga Gunung Palasari di timur--aktif? Apakah ada konektivitasnya dengan sesar Cimandiri, yang berada di selatan, dan sesar Baribis di bagian barat? "Sesar Lembang bergerak dengan kecepatan 2-4 milimeter per tahun," kata Irwan, doktor lulusan Universitas Nagoya, dalam presentasinya pada Lokakarya LIPI-JICA, Jumat pekan lalu.

Irwan dan peneliti dari Jepang menggunakan teknologi global positioning system untuk memetakan deformasi di Jawa Barat dan Aceh. Kerja sama ilmuwan Indonesia dengan Jepang ini juga mencatat laju geser sesar Cimandiri sepanjang 4-6 milimeter tiap tahun. Sesar Cimandiri membentang dari Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi, terus mengikuti Sungai Cimandiri ke arah timur laut sampai Lembang.

Riset Irwan dan kawan-kawan ini didukung penelitian sejarah gempa purba oleh Eko. Dia melakukan pengeboran di Pasir Sereh, Cihideung, untuk meneliti endapan sag-pond. Dari temuannya, Eko menemukan, sekitar 2000 tahun silam, sesar Lembang menyebabkan gempa berkekuatan 6,8 Mw. Gempa dengan kekuatan 6,6 Mw terjadi lagi pada 500 tahun lampau.

"Jika pernah terjadi gempa, akan berulang," kata Eko, mengutip teori gempa. Jika demikian, apakah pengulangan gempa di sesar ini sekitar 1.500 tahun? Andai kata demikian, berarti sesar ini akan bergeser lagi pada 2000-an Masehi. Eko buru-buru menepisnya. Menurut dia, kita perlu meneliti sejarah gempa sebelum 2000 tahun silam. Selain itu, diperlukan alat lebih banyak untuk akurasi data.

Gempa berkekuatan 6,8 dan 6,6 Mw yang pernah terjadi di Lembang bisa dibilang besar. Seukuran gempa Yogyakarta 2006 dan gempa Liwa di Kabupaten Lampung Barat pada 15 Februari 1994. Wakil Ketua LIPI Herry Harjono, yang pernah meneliti gempa Liwa, menggambarkan bahwa kerusakan akibat gempa karena dipicu oleh aktifnya sesar Semangko. "Hampir semua bangunan permanen di Liwa rata dengan tanah," kata Herry, yang menjadi koordinator penelitian kegempaan dan gunung api antara LIPI dan JICA.

Ancaman kerusakan di Lembang juga tinggi. Menurut Eko, kawasan cekungan Bandung terbentuk dari pengendapan danau purba. Tanahnya berusia muda dan lunak sehingga rawan bagi bangunan yang berada di atasnya. Hal itu terbukti dari gempa Cisarua (ujung barat sesar Lembang) yang terjadi pada 28 Agustus lalu. Ada 103 rumah yang retak-retak hanya dengan gempa berkekuatan 3,3 skala Richter selama 3 detik.

Eko, yang meninjau lokasi gempa, menemukan banyak rumah dibangun dengan dinding batako. "Rumah-rumah dibangun tanpa tiang-tiang besi beton dengan kualitas adukan atau semen yang rendah," kata Budi Brahmantyo, dosen ITB dan koordinator kelompok riset cekungan Bandung.

Herry berharap pemerintah daerah secepatnya melakukan sosialisasi dan membuat kebijakan. "Untuk mengurangi risiko bencana," katanya. Pada 16 November nanti, Eko dan koleganya bakal melakukan sosialisasi kepada pejabat di Kabupaten Bandung Barat. Mudah-mudahan mereka paham bahwa monster yang mengerikan ada di wilayahnya dan harus dari sekarang bersiap siaga.(UNTUNG WIDYANTO)


TEMPOInteraktif

Smart Data Center dari indonet


Jakarta - Data merupakan aset penting bagi perusahaan. Perusahaan yang memiliki data yang sensitif atau mengolah data yang besar dan real-time, memerlukan sarana penyimpanan data yang dapat diandalkan. Server, tempat data-data tersebut disimpan, harus diletakkan dalam sebuah pusat data (data center) yang menjamin keandalan tersebut.

PT IndoInternet (indonet), penyedia jasa Internet pertama di Indonesia yang telah bertransformasi menjadi business enabler dalam teknologi informasi, memiliki layanan data center yang dibangun dengan standar tinggi yang menjamin semua server yang ada di dalamnya aman dan terus beroperasi dalam kondisi apapun.

Perusahaan yang memanfaatkan layanan data center indonet akan mendapatkan tiga keuntungan sebagai berikut: 1) efisien, yaitu perusahaan dapat memfokuskan sumber dayanya hanya ke bisnis inti perusahaan, 2) ekonomis, perusahaan tidak perlu mahal mahal berinvestasi untuk memiliki data center yang handal, dan 3) khusus departemen IT perusahaan, mereka dapat fokus dalam pengembangan IT untuk bisnis inti perusahaan, bukan pada operasional teknis data center.

Spesifikasi Data Center indonet

Data center indonet dibangun memenuhi standar Tier-3 dari TIA 942 yang mengharuskan data center memiliki uptime guarantee 99,99% atau servernya tidak boleh padam sedikitpun. Sehingga, spesifikasi data center indonet telah sesuai dengan standar Tier-3 tersebut.

Listrik disuplai oleh PLN dengan dijaga dua buah Uninterruptable Power Supply (UPS), untuk menjamin server tidak akan mati saat terjadi gangguan. Hanya dalam hitungan menit setelah listrik PLN padam, genset akan menyala secara otomatis.

Gedung data center indonet, yang lantainya dapat menahan beban hingga 1.000 kg/m2, dijaga dengan keamanan fisik yang ketat. Tidak sembarang orang dapat masuk, karena ada dua buah pintu masuk dengan akses sidik jari. Terdapat CCTV juga yang memantau aktivitas di dalam data center.

Kabel listrik dan kabel data juga diatur sedemikian rupa sehingga memiliki jalur yang terpisah, untuk mencegah potensi gangguan elektromagnetik aliran listrik yang dapat mengganggu aliran data. Kabel listrik berada di bawah lantai gedung, sedangkan jalur data di bagian atas.

Dalam ruangan server, kelembaban udara dijaga dalam rentang 40-60%. Pendingin udara diletakkan di bawah setiap server untuk mendinginkan servernya (bukan ruangannya), memberikan suhu serendah 18-22 derajat celcius bagi server untuk beroperasi. Suhu rendah dan udara yang tidak lembab membuat perangkat elektronik dapat berjalan lebih efisien dan bertahan lama.

Seluruh ekosistem di dalam data center ini, mulai dari keamanan, environment, jaringan, sampai kepada kesehatan masing2 server dipantau secara otomatis dan dapat diatur dari jarak jauh menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Hal ini dilakukan agar Data Center kami menjadi lebih secure dan seluruh operasi dapat dilakukan tanpa diperlukan kehadiran personel di data center.

Layanan Data Center indonet

Terdapat tiga layanan bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan data center indonet.

1. Co-location. Perusahaan yang memiliki servernya sendiri (secara fisik) dapat menyewa tempat di dalam data center (disebut rack) untuk meletakkan servernya. Perusahaan akan mendapatkan hak akses penuh secara remote untuk melakukan berbagi pengaturan.

Keuntungannya, perusahaan dapat menyesuaikan sendiri spesifikasi server yang digunakan dengan kebutuhan perusahaan.

2. Virtual Private Server (VPS). Layanan ini diperuntukkan bagi perusahaan yang tidak memiliki servernya sendiri. Dengan teknologi virtualisasi, server milik indonet ‘dikapling’ ke dalam beberapa VPS, sehingga seakan-akan pengguna menggunakan sebuah server yang sebenarnya.

Keuntungan layanan VPS adalah perusahaan tidak perlu berinvestasi membeli server secara fisik. Selain itu, skalabilitasnya juga tinggi. Apabila perusahaan melakukan ekspansi, perusahaan dapat pindah ke VPS dengan spesifikasi yang lebih tinggi (misalnya space lebih besar) dengan mudah.

3. Managed Services. Terkadang, ada beberapa aplikasi atau pengaturan-pengaturan tertentu di server yang butuh dijalankan secara manual oleh manusia untuk bisa berjalan. Peran sumber daya manusia dari perusahaan yang fokus menangani server jelas dibutuhkan.

Dengan layanan Managed Services, perusahaan dapat mendelegasikan hal tersebut ke indonet. Aplikasi di server tetap berjalan, dan perusahaan dapat fokus ke bisnis intinya tanpa khawatir terjadi gangguan di servernya.( adv / adv )


detikInet

Konten Nakal, Telkomsel Rugi Rp420 Miliar

Ini terjadi sejak adanya pelarangan layanan premium akibat ulah penyedia konten nakal

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmusutarno (heri susanto/vivanews)

VIVAnews
- Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, menyatakan rendahnya minat pelanggan untuk daftar ulang SMS premium akan mempengaruhi pendapatan perusahaannya. Sejak ada kasus konten provider nakal "sedot pulsa," perusahaannya kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp420 miliar.

"Pelanggan yang ingin registrasi ulang sangat kecil dan ini akan sangat mempengaruhi target keuangan bukan saja Telkomsel, tapi juga operator seluler lainnya," kata Sarwoto di sela peluncuran Telkomsel Roaming Internasional Hemat di kapal pesiar Louis Cristal Cruise, Istanbul, Turki, Senin 31 Oktober 2011.

Menurutnya, pelanggan Telkomsel yang selama ini terdaftar aktif menggunakan SMS premium, ring back tone, voice broadcast dan pop-screen, sebanyak 42 juta pelanggan dari total 104 pelanggan Telkomsel.

"Namun kini hanya sekitar 40 ribu pelanggan saja yang melakukan registrasi ulang layanan tersebut per hari," ujarnya. "Kalau jumlah pelanggan yang daftar ulang hanya sedikit, maka akan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan ke depan untuk recovery pelanggan pengguna layanan premium."

Sarwoto menjelaskan, sejak adanya pelarangan layanan premium akibat ulah penyedia konten nakal, Telkomsel kehilangan pendapatan yang sangat besar. "Sekitar Rp420 miliar pada triwulan terakhir 2011," jelasnya.

Berdasarkan catatan, pada kuartal III 2011, Telkomsel membukukan laba bersih sebesar Rp3,52 triliun. Laba ini naik sekitar 12,5 persen dibanding periode yang sama pada 2010 yakni sebesar Rp3,13 triliun. (ren)



VIVAnews

Kini, Anda Bisa Prediksi Cuaca 1 Jam ke Depan

Dengan aplikasi 'peramal cuaca' ini, Anda tak perlu takut basah kuyup kehujanan di jalan.

VIVAnews – Hendak berangkat ke kantor atau pulang ke rumah dengan menggunakan motor? Pastikan dulu Anda punya aplikasi ‘peramal cuaca’ yang satu ini. Pasalnya, cuaca saat ini kerap berubah-ubah tak menentu. Sekejap cerah, sekejap hujan deras mengguyur.

Aplikasi ‘peramal cuaca’ ini bernama Dark Sky. Dark Sky akan memberitahu Anda cuaca satu jam ke depan. Istimewanya, prediksi Dark Sky diklaim amat akurat. Dengan aplikasi ini, Anda hanya perlu waktu 5 menit untuk mengetahui hujan lebat akan turun, sehingga Anda mempunyai waktu cukup untuk mempersiapkan diri.

Analis data radar cuaca Adam Grossman and Jack Turner menyatakan, aplikasi Dark Sky juga mengetahui lokasi di mana Anda berada secara tepat. Lantas bagaimana aplikasi ini bekerja?

Dilansir dari laman wired, aplikasi Dark Sky bisa membedakan dengan mudah, mana sistem badai atau cuaca yang akan bergerak dalam waktu setengah jam mendatang. Algoritma yang memprediksi cuaca kemudian menambahkan gambar radar ke dalam sebuah gambar animasi cuaca yang sangat halus. Ini mirip seperti visualisasi iTunes.

Aplikasi Dark Sky membutuhkan banyak server untuk mencatat dan mempelajari data radar dari seluruh negara. Sayangnya ini berarti, peluncuran aplikasi Dark Sky di tingkat internasional masih butuh waktu yang lama.



VIVAnews

Minggu, 30 Oktober 2011

Koneksi Lambat Hambat Adopsi Komputasi Awan di Indonesia

Cloud Computing

KOMPAS.com - Saat ini, komputasi awan sedang mengalami peningkatan adopsi pada sektor publik di seluruh penjuru dunia. Amerika Serikat merngambil inisiatif dan beralih ke strategi “Cloud First”, di mana transisi negara tersebut berlangsung dengan cepat, yang dimulai dengan penggunaan Google Mail dan Google Documents dan bermigrasi ke Recovery.com. Ini menjadikan pemerintah Amerika Serikat sebagai Government-wide system pertama yang beralih ke sistem Awan pada April 2010.

Selain Amerika Serikat, negara-negara lain juga melakukan sejumlah investasi secara signifikan untuk komputasi awan atau cloud computing dan memetakan luasnya penyebaran adopsi lintas fungsi sistem komputasi awan. Pemerintah di negara-negara Asia juga mulai berusaha memanfaatkan layanan komputasi awan sebagai upaya efisiensi ICT mereka.

“Meskipun terdapat kekhawatiran terutama terkait dengan masalah privasi dan keamanan data yang dapat menghambat penerapan komputasi awan, nilai proposisi untuk beralih ke komputasi awan bagi pemerintah terlalu menarik untuk diabaikan,”ungkap Iwan Rachmat, Senior Consultant ICT Practice, Frost & Sullivan Indonesia.

Saat ini negara-negara di Asia Pasifik berada pada tahapan yang berbeda dalam membentuk strategi dan implementasi sistem komputasi awan. Menurut hasil riset terbaru Frost & Sullivan di kawasan Asia Pasifik, 21 persen dari responden instansi pemerintah telah mengadopsi komputasi awan dalam aplikasi yang berbeda-beda. Selain itu, hasil riset tersebut juga menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan kekhawatiran pemerintah atas keamanan data dan lokasi pusat data, komputasi awan privat dan hybrid mengalami peningkatan adopsi yang signifikan di kawasan ini.

Sementara di Indonesia, ketersediaan konektivitas internet yang cepat dan dapat diandalkan (sebagai persyaratan utama adopsi sistem komputasi awan) ternyata masih rendah. Hal ini menjadi faktor penghambat penerapan komputasi awan di Indonesia menurut analisa Frost & Sullivan Indonesia.

“Masalah lainnya adalah rendahnya tingkat kesadaran tentang komputasi awan sehingga manfaat nyata dari penerapannya masih belum jelas bagi kebanyakan pihak. Dua hal tersebut merupakan faktor penghambat pemerintah Indonesia untuk berinvestasi untuk komputasi awan," tambah Iwan.

Padahal, pembicaraan hangat seputar komputasi juga telah mendorong pemerintah negara lain untuk mengevaluasi cara delivery terbaru. Dengan adanya dorongan pemerintah di negara-negara besar untuk menerapkan komputasi awan, terutama di Amerika Serikat, pemerintah di negara-negara kawasan Asia Pasifik juga memiliki kepercayaan diri dan secara intensif mengevaluasi komputasi awan. Untuk itu, menurut Iwan, diperlukan edukasi ke pasar maupun instansi pemerintah dalam penerapan sistem cloud ini terutama dari sisi manfaat, efisiensi yang dihasilkan, dan keamanan yang terjamin.


KOMPAS

13 delegasi asing belajar robotika di PENS

Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 21 delegasi asing dari negara Asia dan Afrika belajar robotika berbasis teknologi Android di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya.

"Delegasi dari Kenya, Rwanda, Tanzania, Nepal, Palestina, Bangladesh, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam itu mengikuti pelatihan internasional selama hampir satu bulan," kata Direktur PENS ITS Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD di Surabaya, Sabtu.

Ia menjelaskan para peserta belajar robotika setelah mendapatkan materi seputar "Industrial Automation" dalam program "The Third Country Training Program on Education for Computer Based Industrial Automation" selama hampir sebulan itu.

"Program pelatihan tahunan itu merupakan hasil kerja sama antara Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Sekretariat Negara yang diselenggarakan di PENS ITS. Tahun ini merupakan tahun ketiga dari tiga tahun penyelenggaraan pelatihan," katanya.

Menurut Dadet, pihaknya berpartisipasi dalam kerja sama selatan-selatan melalui penyelenggaraan pelatihan internasional itu sejak tahun 1993, karena itu kali ini merupakan Batch ke-5.

"Saya berharap dengan adanya pelatihan itu, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan, sekaligus mengembangkan hubungan multilateral melalui sharing teknologi antarpeserta," katanya.

Sementara itu, dosen Teknik Komputer PENS ITS, Adnan Rahmad Anom Besari, mengatakan pelatihan yang ditutup Konsul Jenderal Jepang dan staf Sekretariat Negara itu diakhiri dengan adu ketangkasan robotika di Hall PENS ITS (27/10).

"Acaranya menggabungkan antara device android dengan robot, yang salah satu aplikasinya sebagai controller. Peserta diberi waktu seminggu untuk melakukan pemrograman android dan robot, sehingga peserta berusaha mengendalikan robot menggunakan Samsung Galaxy Tab," katanya.

Menanggapi pelatihan dan lomba itu, peserta dari Nepal, Ambika Prasad Baral, mengaku pelatihan itu sangat bermanfaat bagi dirinya, mengingat teknologi android masih merupakan teknologi baru dan aplikasinya hanya sebatas pada "mobile phone."

Bahkan di Palestina teknologi ini masih belum dikenal. "Well, I`m loose. But it`s okay, I have a great time playing this," katanya.

Menurut Adnan Rahmad Anom Besari, peserta adu ketangkasan itu memperebutkan kenang-kenangan dari panitia berupa headset, MP3 Player, dan busana batik khas Indonesia sebagai persahabatan antarnegara.

"Kebanyakan peserta menikmati kegiatan selama pelatihan, mulai dari penyampaian materi, praktikum, kunjungan industri dan penyampaian laporan `action plan`," katanya.

Dalam "action plan" itu, masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide dan rencana mereka seusai memperoleh ilmu dan pengalaman dalam kegiatan ini. (E011)



Antaranews

Sabtu, 29 Oktober 2011

Biskuit Maknyus dari Tepung Lele

TEMPO Interaktif, Jakarta - Bahan baku biskuit tidak selalu dari tepung gandum. Hal ini dibuktikan salah seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Clara Meliyanti Kusharto, yang sukses menciptakan biskuit berbahan baku tepung ikan lele.

Inovasi baru yang diberi nama Biskuit Clarias itu sudah memenuhi standar mutu yang ditetapkan World Health Organization (WHO). “Biskuit Clarias berbasis tepung ikan lele cocok untuk makanan bayi di bawah lima tahun. Kami pun sudah mendapat hak paten mengelola lele menjadi tepung,” jelas Clara Meliyanti Kusharto dalam orasi ilmiah di Gedung PSP3 Kampus IPB, Barangsiang, Jum’at, 28 Oktober 2011.

Menurut Clara, kandungan gizi yang tinggi pada biskuit berbahan lele diyakini mampu meningkatkan mutu kesehatan balita, termasuk bayi penderita gizi buruk. Itu sebabnya Biskuit Clarias ditetapkan WHO sebagai makanan tambahan berkualitas.

Biskuit Clarias karya Clara menjadi satu dari 103 inovasi baru paling prospektif di Indonesia. Penggunaan tepung lele, kata Clara, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat petani menghadapi Milenium Development Golds ( MDGs) tahun 2015. “Dengan inovasi ini diharapkan angka kemiskinan dan kelaparan dapat diturunkan,” kata peneliti di Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB itu.

Clara juga memaparkan bahwa produksi pangan lokal dari berbagai daerah sangat berpeluang untuk dimanfaatkan dalam penanganan masalah kekurangan gizi, mulai dari tingkat balita maupun lanjut usia. Namun, saat ini masyarakat lokal belum memanfaatkan sumberdaya yang ada secara profesional. “Untuk itu mari kita memanfaatkan pangan lokal yang kaya akan gizi dan efektif dikelola,” ucapnya. (ARIHTA U SURBAKTI)



TEMPOInteraktif

9 Spesies Menakutkan, Salah Satunya Dari RI

Kodok Bertaring ditemukan di Sulawesi dan bernama latin d Limnonectes species I.

Fanged Frog dari Sulawesi (National Geographic)

VIVAnews -
Bumin kian tua, tapi kian banyak spesies hewan baru yang ditemukan. Ada yang unik, lucu, tapi banyak pula yang tampang dan rupanya menggerikan. Sejumlah hewan di bawah ini masuk dalam kategori 'Halloween Species' versi National Geographic edisi Oktober.

Halloween adalah hari, yang menurut legenda, di mana seluruh makhluk halus berkumpul dan jatuh pada 31 Oktober tiap tahunnya.

1. Beelzebub Bat (Kelelawar Iblis)

Beelzebub merupakan salah satu Pangeran di neraka. Nama 'sadis' itu kemudian diberikan pada kelelawar yang baru diumumkan pada 2011 ini. Nama 'bengis' ini disandang sang kalong seusai dengan warna bulunya yang hitam. Kontras dengan warna perut putihnya.

Burung yang ditangkap di hutan hujan Vietnam ini, selalu sigap menginggit siapa pun yang menangkapnya."Jika ada dia di tangan Anda, dia akan mencari cara apa pun untuk kabur," kata Neil Furey sebagai ahli biologis di grup konservasi Fauna & Flora International.

2. Cyclops Shark (Hiu Mata Satu)

Bentuknya mungil jika dibandingkan dengan saudaranya sesama hiu, yakni hanya 56 cm. Hanya ada satu mata di tubuh dan terletak tepat di tengah kepalanya. Hiu ini ditemukan di Meksiko.

3. Jamur Pengendali

Ditemukan spesies jamur batu yang tumbuh di kepala semut di hutan Brasil. Jamur ini bisa mengambil alih kendali otak sebelum akhirnya membunuh sang semut untuk mencari inang baru.

4. Devil Worm (Cacing Setan)

Cacing ini diklaim sebagai hewan yang hidup paling dalam di perut bumi. Nama latinnya Halicephalobus mephisto, sesuai dengan tokoh setan di legenda Faustian.

5. Kodok Vampir Terbang

Kodok jenis ini pertama kali ditemukan di tahun 2008 dengan panjang hanya lima centimeter. Mereka hidup di selatan Vietnam dan menggantungkan hidupnya dengan bergelantungan dari pohon ke pohon. Bagian tubuh yang digunakan: jari berselaput.

6.Dinosaurus Evil Spirit

Spesies yang ini sudah punah jutaan tahun lalu. Namun, seorang paleontologist berhasil menemukan bukti keberadaan dinosaurus ini. Dia memiliki moncong pendek dengan gigi depan tajam.

7. Tiny Pit Viper

Spesies dari China ini diumumkan penemuannya pada Juli 2011. Didaulat sebagai ular viper terkecil di dunia dan hanya bisa tumbuh hingga 0,7 meter.

8. Kodok Bertaring

Inilah kodok yang ditemukan ditemukan di Kepulauan Sulawesi dan bernama latin d Limnonectes species I. Ada 13 jenis dari kodok ini, sembilan di antaranya baru pertama kali ditemukan.

Namun, taring yang jadi bagian dari namanya sesungguhnya bukan taring. Melainkan tulang rahang yang menonjol.

9.Pit Viper Bermata Ruby

Spesies ini baru diumumkan pada Maret lalu dan hidup di Vietnam, timur Kamboja sepanjang plato Langbian.


VIVAnews

BPPT kembangkan teknologi penghitung karbon

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan teknologi penghitungan karbon yang dibutuhkan dalam implementasi REDD+ atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

"Peralatan ini berupa fiber ethalon solar yang kami namakan Nafas Bumi. Alat ini akan menghitung secara kuantitatif karbon di udara dengan memanfaatkan panjang gelombang matahari," kata perekayasa Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam BPPT, Dr Muhammad Evri di Jakarta, Jumat.

Selama ini, lanjut dia, Indonesia belum memiliki alat yang mampu menghitung emisi karbon di lahan maupun hutan, sehingga sulit bagi Indonesia berargumen di dunia internasional terkait dana-dana kompensasi pemeliharaan hutan semacam REDD.

Alat penghitung karbon ini, jelasnya, mengandalkan sinar matahari (spektral) yang terpantul dan ditangkap sensor, lalu tercatat panjang gelombangnya dalam suatu grafik untuk dianalisis, hasilnya berupa sebaran konsentrasi karbon secara spasial di suatu kawasan yang dipantau, urainya.

Karbon yang dianalisis terdiri dari CO2 dan CH4. CO2, urainya, memiliki panjang gelombang antara 1,55-1,6 mikrometer dan CH4 memiliki panjang gelombang 1,65-1,7 mikrometer yang memperlihatkan konsentrasi karbon.

"Saat ini BPPT masih bermitra dengan Jepang mengembangkan sistem ini, tapi alat ini mudah dibuat sendiri. Alat ini adalah alat pertama yang kita miliki untuk menghitung karbon," katanya.

Sedangkan untuk penghitungan karbon di permukaan lahan, digunakan sensor CO2 yang bisa dibawa dengan balon udara atau pesawat nirawak yang dirancang sendiri oleh BPPT, lalu kemudian datanya diunduh untuk dianalisis.

Diingatkannya bahwa Indonesia telah berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca 26 persen sampai 2020, dan 41 persen dengan dukungan donor, dan itu berarti tinggal sembilan tahun lagi.

"Hitungan kasar emisi karbon Indonesia kalau saja tidak ada upaya untuk menghambatnya, tumbuh dari 2,1 ke 3,3 GtCO2e antara 2005 sampai 2030. Angka itu besar sekali," katanya.

Evri juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan Sistem Informasi Kebakaran Hutan Berbasis Keruangan (Siarang) untuk deteksi dini kebakaran hutan yang mengandalkan partisipasi masyarakat.

"Masyarakat dengan ponselnya kapan saja bisa melaporkan adanya titik api ke Neonet, sistem milik BPPT yang langsung meresponnya dengan memetakan distribusi kebakaran sehingga regu pemadam kebakaran yang dibentuk masyarakat langsung bergerak," katanya.(T.D009/Z002)


Antaranews

Mahasiswi Ubaya Racik Kopi Jadi Minuman Pro-Biotik

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Mahasiswi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya), Cecilia Hariyanto, menemukan racikan kopi arabika dengan jamur 'kombucha coffe' menjadi minuman kesehatan yakni kopi pro-biotik yang bermanfaat untuk kesehatan.

"Racikan itu bermanfaat, karena ada kandungan asam asetat, asamalat, asam oksidan, dan asam amino yang penting untuk kesehatan tubuh. Racikan 'kombucha coffe' itu belum ada, tapi kalau 'kombucha tea' sudah ada," katanya di Surabaya, Kamis (27/10).

Didampingi Wakil Dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya, Tjie Kok MS Apt, yang juga penguji, mahasiswi program studi biologi yang meraih nilai A untuk karya tugas akhir (TA) itu, menjelaskan asam asetat bermanfaat untuk menghambat bakteri di dalam tubuh.

"Untuk asamalat bermanfaat sebagai detoksifikasi atau antiracun, asam oksidan bermanfaat untuk mendukung sel dalam memproduksi energi, dan asam amino berfungsi sebagai antibodi yang memperbaiki jaringan tubuh. Kandungan asam oksidan kopi juga lebih besar yakni 28 persen, sedangkan teh hanya 23 persen," paparnya.

Ditanya alasan memilih kopi arabika dan bukan kopi robusta atau jenis lainnya, mahasiswi angkatan 2007 yang baru saja diwisuda itu menjelaskan kopi arabika itu memiliki kadar asam rendah dan kafein rendah, sehingga kalau diracik dengan 'kombucha coffe' tidak akan terlalu asam.

"Racikannya melalui proses fregmentasi dengan mendiamkan 'kombucha coffe' yang diberi air kopi selama lima hari, kemudian airnya dicampur dengan kopi arabika dengan komposisi 20 persen air 'kombucha coffe' dan 80 persen kopi arabika yang sudah dicampuri gula secukupnya," tutur alumni SMA St Carolus Surabaya itu.

Mengenai proses fregmentasi selama lima hari, putri pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Eko Hariyanto-Indah Juwita itu mengatakan hal itu didasarkan survei terhadap 30-an mahasiswa Ubaya untuk minuman pro-biotik 'kombucha coffe' itu yang mencatat 70 persen menyukai minuman kesehatan dengan proses fregmentasi selama lima hari.

"Rekan-rekan saya bilang kalau kurang dari lima hari tidak enak rasanya, sedangkan kalau lebih dari lima hari akan terlalu asam," kata penulis skripsi bertajuk 'Pengaruh Variasi Konsentrasi Sumber Karbon Sukrosa dan Lama Waktu Fermentasi Terhadap Proses dan Produk Fermentasi Kombucha Coffe' itu.

Menanggapi hal itu, penguji Cecilia, Tjie Kok MS Apt, menilai inovasi Cecilia yang menemukan fregmentasi lima hari dengan komposisi 20:80 persen itu menarik dan inovatif, karena racikan itu dapat menjadi diversifikasi produk pangan untuk memberi nilai gizi yang baik melalui minuman kesehatan (pro-biotik).

"Inovasi itu bisa dikembangkan lebih lanjut, termasuk untuk kepentingan bisnis. Itu mirip yoghurt yang terbuat dari susu, tapi minuman kesehatan kali ini justru dari kopi. Mahasiswa kami juga banyak yang meracik yoghurt buah dan tempe aneka rasa yang dicampur dengan ketela," katanya.


Republika

Jumat, 28 Oktober 2011

Operator Seluler se-Asia Kumpul di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.COM - Operator Telekomunikasi se-Asia akan berkumpul di Jakarta, pada acara The Next Billion Conference dengan tema "Developing Effective Telecoms Business Models to Connect the Unconnected and Improve Revenues in Saturated Markets". Acara yang digelar tanggal 1 hingga 3 November 2011 ini digelar di Mandarin Oriental Hotel.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh MEF Mobile, Jakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena Indonesia merupakan pengguna telepon seluler terbesar dengan angka 180 juta pengguna. Indonesia juga memiliki populasi pengguna Facebook terbesar kedua di dunia dengan jumlah 35 juta pengguna.

Konferensi The Next Billion diselenggarakan oleh Beacon Events dan Mastel. Salah satu sponsor dari Indonesia adalah Axis, sebagai wujud komitmen berartisipasi dalam perkembangan industri telekomunikasi.

"Indonesia termasuk wilayah dengan pasar layanan seluler yang perkembangannya paling pesat. Di pasar yang sangat dinamis ini, efektivitas dari suatu regulasi memegang peran penting di berbagai aspek dan mempengaruhi struktur kinerja sektor telekomunikasi yang lebih baik," ujar Aerick Aas, Presiden Direktur dan CEO Axis, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Kamis (27/10/2011). Erick akan memberikan seminar seputar perkembangan regulasi dan bagaimana hal ini memungkinkan adanya bisnis model baru industri telekomunikasi.

Konferensi ini akan dihadiri oleh para pemimpin operator besar di Asia, operator internasional yang memiliki keingintahuan tentang Asia, perusahaan penyedia solusi akses inovatif, perusahaan penyedia infrastruktur, jaringan dan perangkat, pembuat keputusan, dan regulator.

Selain seminar, acara akan diisi dengan presentasi 10 menit dari masing-masing pengembang industri telekomunikasi yang memiliki inovasi bisnis model. Sesi tanya-jawab akan melengkapi presentasi tersebut.


KOMPAS

Ajang Temu dan Berbagi Blogger Nusantara

KOMPAS.com — Dengan semangat Sumpah Pemuda dan sekaligus merayakan Hari Blogger Indonesia tanggal 27 Oktober ini, para blogger

berkumpul pada 28-30 Oktober 2011, di Sidoarjo, Jawa Timur.

Tak sekadar berkumpul, ajang yang mengusung tema "Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia" ini digunakan sebagai sarana berbagi soal pemanfaaatan blog, mendapatkan penghasilan, dan penguatan jejaring antar-blogger dan komunitas.

Acara yang berlangsung di Sun City Convention Hall ini menghadirkan beberapa pembicara dari Google, Pen Olson, East Ventures, Idblognetwork, dan blogpreneur Indonesia. Materi yang disampaikan pembicara-pembicara ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk menjadi blogger profesional.

Selain itu, setiap malamnya akan digelar mimbar kebebasan berekspresi untuk saling mengenal blogger antarwilayah dengan berbagi pengalaman, informasi, dan ide-ide kreatif. Mimbar ini akan menjadi sebuah festival antar-blogger yang dikemas secara sederhana, informal bersama ratusan blogger yang sudah mendaftar untuk hadir di Kopdar Blogger Nusantara.

Kopdar Blogger Nusantara yang didukung penuh oleh XL Axiata dan blibli.com ini akan meneguhkan sumbangan dan peran blogger dalam pemanfaatan teknologi informasi terutama pertumbuhan konten informasi tentang Nusantara yang dapat diakses secara mudah dan jujur.

Kode etik Blogger Nusantara dan berdirinya Paguyuban Blogger Nusantara menjadi tawaran nyata dalam pertemuan besar ini, sebagai wadah jejaring besar yang berkelanjutan dan alternatif solusi sulitnya mendapatkan pekerjaan.


KOMPAS

Berkat "Ngeblog" Bisa Jadi Penulis, Entrepreneur, Traveler, dan Model

DOK PRIBADI-Aulia Halimatussadiah atau akbran dipanggil Ollie.

KOMPAS.com — Hari ini Indonesia merayakan Hari Blogger Nasional untuk keempat kalinya. Dalam dunia maya, melalui jejaring sosial Twitter, para blogger diminta menuliskan testimoni mereka seputar manfaat menulis blog dalam hidup mereka dengan hastag #BerkatNgeblog. Inisiatif ini dilakukan oleh Aulia Halimatussadiah (Ollie), Ketua OnOffID (dulu bernama Pesta Blogger), sebagai bagian dari kompetisi menulis cerita tentang pengalaman ngeblog.

Selain melalui Twitter, Ollie juga menuliskan manfaat menulis blog dalam blognya. Posting blog tersebut menceritakan bagaimana pengalaman menulis blog telah membawa Ollie kepada kesuksesan, yakni bisa menjadi penulis, entrepreneur, traveler, dan model.

Berawal dengan sering membaca jurnal kehidupan sehari-hari orang lain, Ollie pun tertarik membuat jurnal kehidupan sehari-hari miliknya. Dahulu, Ollie sering membaca blog milik sahabatnya, Nuniek (yang kemudian hari itu juga menjadi partnernya dalam membangun komunitas #startuplokal). Berkat ngeblog membuat Ollie memiliki rekan bisnis dan rekan berkarya.

Lalu, Ollie terus menulis blog dan belajar dari website blog penulis buku Jomblo, Adhitya Mulya. Ollie kemudian mendapat beasiswa menulis dari PSTC. Dari program menulis tersebut, pada 2005 ia menerbitkan buku pertamanya. Saat ini, buku karyanya yang telah diterbitkan berjumlah 20 judul buku.

Setelah menjadi penulis dan mengetahui seluk-beluk dunia penerbitan, Ollie kemudian mendirikan kutukutubuku.com pada 2006 yang membuatnya yakin untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja dan mulai fokus berbisnis. Ia juga mendirikan game studio TempaLabs dan online publishing on demand Nulisbuku.com tahun 2010.

Hobinya menulis pengalaman setiap kali traveling di blog membuat Ollie mendapat tawaran dari majalah Femina untuk menulis tentang kota Dublin dan majalah Prodo pun menawarinya untuk menulis tentang Pulau Belitung. Kemudian, atas undangan Accor Hotel, ia dan Trinity (The Naked Traveler) mengunjuni Singapura, lalu dengan AirAsia ke Vietnam, bersama IndoTamasya ke Beijing, dan ke Pulau Komodo bersama Dinas Pariwisata. Berkat ngeblog, Ollie menjadi travel writer profesional.

Berkat ngeblog, Ollie juga bisa memiliki banyak gadget. Kebiasaannya melakukan review gadget di blognya, berdasarkan pengalaman sehari-hari, bukan berdasarkan spesifikasi saja, membuatnya menjadi penulis review gadget-gadget terbaru.

Berkat ngeblog, Ollie juga diundang ke acara ASEAN Blogger Conference di Kuala Lumpur. Karena sering menulis tentang fashion di blog, Ollie juga ditawari menjadi model Levi's CurveID dan mengikuti sesi pemotretan di Fimela.com.

Selain Ollie, kisah nyata lain yang paling fenomenal di Indonesia adalah berkat ngeblog yang dirasakan oleh Raditya Dika. Blog yang berisi cerita keseharian Raditya Dika selama kuliah di Australia diterbitkan dalam bentuk buku dan diadaptasi menjadi cerita film.

Tak salah jika OnOffID (nama baru pesta Blogger) kini fokus mempertemukan kalangan pebisnis dengan blogger. OnOffID akan menjembatani para pebisnis dengan blogger agar karya mereka bisa diapresiasi seperti yang telah dirasakan Ollie dan Raditya Dika. Sudah saatnya para blogger Indonesia memanfaatkan blog untuk hal-hal yang bermanfaat baik secara sosial maupun finansial.


KOMPAS

Hari Blogger Nasional, Sejarah dan Perkembangannya

KOMPAS.com - Hari ini (27/10) para blogger memperingati Hari Blogger Nasional untuk kali keempat. Hari Blogger Nasional pertama kali dicanangkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Muhammad Nuh, pada 27 Oktober 2007 pada pembukaan Pesta Blogger tahun itu. Empat tahun berselang, Pesta Blogger telah berubah menjadi event On Off Indonesia (OnOffID).

Jika empat tahun lalu Pesta Blogger hanya berfokus kepada pesta akbar pertemuan para blogger se-Indonesia, kali ini konsep tersebut mulai dikombinasikan dengan unsur bisnis. Sejak mengalami perubahan nama menjadi OnOffID, pesta blogger mulai menekankan pentingnya para blogger untuk bisa mengelola blog lebih serius, agar bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Bisa menjadi sumber penghasilan, memperluas jaringan pertemanan, dan lainnya. Blog tak lagi menjadi tempat curahan hati individu, tapi juga bisa menjadi tempat untuk membuka peluang bisnis di dunia nyata.

Secara global, blog adalah singkatan dari web log, yakni bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Media blogger pertama kali diperkenalkan oleh blogger.com yang dimiliki oleh PyraLab, yang kemudian diakuisisi Google pada tahun 2002. Sejak itu, banyak aplikasi-aplikasi yang bersifat terbuka, yang membantu para blogger mengembangkan blog yang dimiliki.

Blog menjadi semakin populer di Indonesia, ketika banyak orang yang kemudian menjadi terkenal hanya karena hobi menulis blog. Ambil contoh Raditya Dika. Karena menulis blog, Raditya Dika menjadi pemenang Indonesian Blog Award dan The Online Inspiring Awards 2009 oleh Indosat. Dari penghargaan tersebut, ia memberanikan diri mencetak isi blog-nya dan buku pertama terbit dengan judul Kambing Jantan. Buku ini merupakan catatan hariannya yang selama ini ditulis di blog kemudian dibukukan dan mendapat penjualan terbaik dalam skala nasional. Cerita dalam buku itu juga kemudian diangkat ke dalam film dengan judul yang sama dan dibintangi sendiri oleh Raditya Dika.

Dalam data "Social Media Landscape" yang dikeluarkan salingsilang.com, jumlah pengguna blogger di Indonesia mencapai 4, 1 juta pada Februari 2011. Sebanyak 80,65 persen menggunakan blogspot.com (blogger.com) dan 14,5 persen menggunakan Wordpress. Sisanya menggunakan layanan lain.

Kini, konsep blog di Indonesia juga mulai dikombinasikan dengan sosial media. Salah satu yang mulai mengembangkan sosial blog ini adalah Kompasiana. Setelah berusia 3 tahun, Kompasiana memiliki 8 ribu-an anggota yang berasal dari Indonesia dan negara lain (orang Indonesia yang sedang berada di luar negeri). Kompasiana menjadi sarana jurnalisme warga, sekaligus wadah untuk menjalin jejaring sosial dengan sesama Kompasianer (sebutan untuk penulis di Kompasiana). Berbagai acara seperti blogshop, kompetisi blog, diskusi bulanan, kopdar (pertemuan di dunia nyata antar sesama Kompasianer) pun diadakan rutin.

Hari ini para blogger Indonesia juga merayakan hari Blogger Nasional dengan hastag #berkatngeblog di Twitter, yang berisi testimoni mereka mendaatkan manfaat dari menulis blog. Testimoni dengan hastag ini dimulai sejak kemarin malam (26/10/2011) dan masih berlanjut hingga hari ini.

Testimoni ini juga merupakan bagian dari kegiatan yang diadakan oleh OnOffID, dimana tweet-tweet terpilih akan dipublikasikan dalam bentuk buku oleh NulisBuku.com dan akan dirilis 3 Desember 2011 di event OnOff 2011. Keterangan lengkap bisa di simak di sini.


KOMPAS

Cari Rumah? Tengok Situs Ini

Situs ini merupakan bagian dari jaringan situs-situs properti di 10 negara.

Sentimen positif pasar yang mampu menarik investor lokal dan asing serta pembangunan yang terus dilakukan pemerintah dinilai sebagai momen yang pas untuk berinvestasi di properti. (Rumah.com)

VIVAnews
- Di sela-sela ajang Real Estate Expo 2011, PropertyGuru, salah satu jaringan portal properti di Asia meresmikan www.rumah.com, situs web properti terbaru me
rmaksud untuk menjual atau membeli properti mereka.

Menggunakan nama Rumah.com dengan alasan agar mudah diingat, saat ini situs itu sudah memiliki sekitar 120 ribu informasi tempat tinggal dan komersial, serta lebih dari 900.000 pengunjung yang menjelajah 8 juta halaman per bulan.

“Respons yang diterima Rumah.com dari pengembang, agen, dan pemasang iklan melebihi perkiraan. Pertumbuhan lalu lintas situs ini 50 persen,” kata Steve Melhuish, Group CEO, PropertyGuru Group di Jakarta, Rabu 27 Oktober 2011.

Rumah.com juga memiliki direktori perumahan, dilengkapi foto serta informasi lokasi, yang dapat digunakan pencari rumah menemukan tempat tinggal mereka. Fiturnya ini diklaim mampu membantu agen properti serta pengembang menjangkau para calon pembeli atau investor dengan efektif.

“Kami menilai investasi PropertyGuru Group pada Rumah.com dilakukan pada waktu yang tepat,” kata Melhuish. “Terlepas dari perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa, perekonomian Indonesia terus tumbuh rata-rata 2,9 persen tiap kuartal,” ucapnya.

Melhuish menyebutkan, sentimen pasar yang positif di Indonesia juga mampu menarik investor lokal dan asing. Apalagi pemerintah juga terus membangun jalan, memperluas bandara, dan pelabuhan. “Pertumbuhan ekonomi ini jadi kabar baik bagi Rumah.com,” ucapnya.

PropertyGuru Group sendiri, yang awalnya dimulai dari sebuah situs web di satu negara kini telah menjadi group yang menangani beberapa situs web di 10 negara, termasuk lima situs web di Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Thailand, serta partner di Hongkong, India, Australia, Macau, China, serta Vietnam. (umi)



VIVAnews

Indonesia Juara Umum Olimpiade Matematika

Ini kali pertama Indonesia meraih juara umum di Wizard at Mathematics International.

Ilustrasi Olimpiade Matematika (Vivanews/ Mutia Nugraheni)

VIVAnews
- Pelajar Indonesia kembali meraih prestasi gemilang di ajang olimpiade matematika kelas dunia, Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2011 yang berlangsung di India, 20 hingga 24 Oktober lalu. Ini merupakan kompetisi matematika yang diikuti oleh para pelajar sekolah dasar.

Tim dari Indonesia yang terdiri dari 16 pelajar ini, sebelumnya mendapat pelatihan intensif di KPM (Klinik Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Bogor. Dari rilis yang diterima vivanews.com, ini merupakan kali pertama Indonesia meraih juara umum, dengan perolehan medali terbanyak di antara negara peserta lain.

Negara yang juga mengikuti WIZMIC yaitu, China, Filipina, Thailand, Afrika Selatan dan India. WIZMIC merupakan serangkaian kompetisi matematika tingkat dasar yang tujuannya untuk meningkatkan pehamaman matematika dan menanamkan semangat kompetisi yang sehat bagi anak-anak sekolah dasar.

Berikut nama-nama pelajar yang berhasil memenangkan kompetisi. Mereka berhasil menyabet medali emas, perak, perunggu dan membawa Indonesia menjadi juara umum.

1. Medali emas

- Gian Cordana Sanjaya
- Antoni Wiliam Brian

2. Medali Perak

- Assyifa Gita Firdaus
- Cristiana
- Sultan Rizky Hikmawan Madjid
- Adrianzka Maheswara Dewa R.
- Nadira Salsabila

3. Medali Perunggu
- Dhia Fairuz Shabrina
- Steven Kusuman
- Rifki Akmal Tsakif
- Fauzan Hanandito
- Keyla Cahya Athalia
- I Gede Anjastara Bandem
- Raihansyah attallah adrian
- Muhammad
- Pavita Ardhani Augiharto Putri



VIVAnews

Mengapa Cuaca Jakarta Jadi Ekstrim?

INILAH.COM, Jakarta – Jakarta dan sekitarnya sedang mengalami masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. BMKG menyatakan, kondisi ekstrim yang terjadi normal dengan beberapa catatan.

Kasubid Data Ekstrim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudyanto menyatakan, kondisi yang terjadi saat ini adalah normal terjadi di masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Kondisi ini normal terjadi di bulan-bulan ini,” katanya saat diwawancara INILAH.COM via telepon (27/10). Seperti diketahui, pada Rabu (26/10), Jakarta dilanda hujan lebat yang membuat pohon-pohon tumbang serta beberapa papan iklan roboh.

Kondisi ekstrim yang diperkirakan berlangsung selama 1-1,5 bulan hingga November ini terjadi akibat penguapan lokal. Penguapan lokal yang terjadi saat ini berasal dari laut serta sumber air yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

“Penguapan ini memicu munculnya awan Cumulonimbus yang mampu menimbulkan angin kencang, puting beliung, petir, hujan lebat berdurasi pendek antara satu sampai dua jam dan hujan es,” katanya saat diwawancara INILAH.COM via telepon.

Selama masa transisi, awan Cumulonimbus ini berkumpul dari pagi hingga siang dan hujan akan turun di siang hingga sore antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. “Jika sudah masuk musim penghujan, hujan bisa terjadi kapan saja,” katanya.

Hal-hal yang perlu diwaspadai antara lain petir dan hujan itu sendiri. “Sebaiknya warga menghindari daerah yang berpotensi disambar petir seperti pohon dan besi. Untuk hujan sendiri, karena bersifat lokal, waspadai munculnya genangan air jika drainase yang ada buruk,” paparnya.

Untuk tanah longsor, waspadai daerah Jakarta dan sekitar yang memiliki kecuraman mencapai 45 derajat, terlebih daerah yang tak terlalu banyak memiliki vegetasi, tutupnya.

Senada, Pakar Departemen Meteorologi ITB Drs Zadrach Ledofij Dupe, M.SI, mengatakan, kondisi yang terjadi di sejumlah daerah ini merupakan kondisi normal. Kondisi ini disebabkan akibat posisi matahari yang berada tepat di atas Jawa.

Alhasil, “Terbentuknya awan konveksi atau Comulonimbus makin efektif,” ungkapnya. Pada posisi ini, radiasi matahari yang ada menjadi maksimal sehingga awan Comulonimbus mudah terbentuk.

Awan aktif ini sendiri memiliki ukuran raksasa yang terletak di ketinggian 17 kilometer. Di dalam awan ini bisa ditemui air, es dan angin. “Karena di puncak awan terdapat es, dinamika es dan air yang ada mengakibatkan munculnya kilat,” paparnya.

Kilat ini sendiri memiliki kemampuan menyambar dari awan ke awan serta dari awan ke Bumi, pada saat ini, angin kencang dipadukan hujan lebat akan memicu munculnya badai kilat atau thunderstorm.

Di sisi lain, pakar dari ITB ini mengatakan, potensi terjadi topan sangat kecil, “Yang terjadi hanya badai,” katanya. Untuk aktivitas bagai kilat sendiri tak akan dipengaruhi La Nina karena kondisi La Nina saat ini masih terpantau lemah, ungkapnya. [mdr]


Inilah

Kamis, 27 Oktober 2011

Tentara Vietnam, Kamboja & Laos Naksir Senjata Pindad

Depok - Lomba tembak antara tentara Angkatan Darat se-ASEAN di Cilodong, Depok, resmi ditutup. KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengatakan, tentara AD dari negara tetangga berminat membeli senjata produksi PT Pindad.

"Ada beberapa negara peserta lomba tembak Angkatan Darat ASEAN ke-21 ini yang menyataan ketertarikan untuk memesan senjata produksi negara kita," terang Pramono usai penutupan ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-21, 14-27 Oktober di Mako Divisi I Kostrad, Cilodong, Kota Depok, Kamis (27/10/2011).

Dalam lomba tembak AARM ini, kontingen AD tentara Kamboja, Laos dan Vietnam menggunakan senjata yang disediakan panitia pelaksana dari TNI AD. Mereka terkesan dengan kualitas dan tingkat akurasi senjata yang mereka pakai selama perlombaan ini.

Menurut Pramono, KSAD dari ketiga negara tersebut berencana akan melaporkan penilaian mereka kepada pemerintah negara mereka masing-masing. "Dalam tembak kehormatan Novelty Shoots tadi, seluruh KSAD ataupun Wakil KSAD memuji senjata dari Pindad," cerita ipar Presiden SBY ini dengan sumringah.

Kesepuluh negara peserta AARM adalah para anggota ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja, dan Laos. AARM tahun 2012 akan digelar di Brunei.(fay/vit)


detikNews

Limbah Nanas Bisa Diolah Jadi Bahan Plastik Ramah Lingkungan

Produksi Kerajinan dari limbah nanas--Antara/Arief Priyono/cs

SEMARANG--MICOM:
Pengolahan limbah nanas menjadi asam laktat mampu mengatasi problem yang ditimbulkan dari keberadaan limbah itu.

Pakar kimia Universitas Diponegoro Semarang Prof Abdullah mengatakan itu di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/10).

"Nanas merupakan jenis buah yang diminati masyarakat, baik lokal maupun dunia. Produksi nanas setiap tahun selalu meningkat, termasuk produksi di Indonesia," katanya.

Ia menyebutkan, produksi nanas di Indonesia pada 2010 lalu mencapai sekitar 500 ribu ton atau empat persen dari produksi dunia dengan sentra yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sentra produksi nanas, antara lain Lampung yang mampu menghasilkan setidaknya 265 ribu ton nanas/tahun, Jawa Barat 200 ribu ton nanas/tahun, sisanya Lombok dan Jawa Timur.

Abdullah yang akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip itu menjelaskan, beberapa perusahaan pengolahan nanas di Indonesia juga berskala besar, seperti di Lampung.

Industri-industri pengolahan nanas itu berpotensi menghasilkan produk sampingan, yakni limbah, sekitar 135 ribu ton setiap tahun yang akan menimbulkan masalah jika dibiarkan begitu saja. "Namun, perkembangan bioteknologi memungkinkan mengubah limbah itu menjadi produk lain bernilai tinggi," katanya.

Ia menjelaskan, limbah nanas itu bisa diolah menjadi asam laktat, semacam senyawa organik yang banyak digunakan dalam bidang makanan, farmasi. Saat ini, asam laktat menjadi bahan baku banyak industri besar di Indonesia.

Penggunaan asam laktat, di antaranya untuk bahan polimer atau plastik yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik tidak ramah lingkungan yang selama ini dibuat dari bahan-bahan yang tidak terbarukan.

"Banyaknya kebutuhan asam laktat di industri-industri yang tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dalam negeri membuat jumlah impor asam laktat cukup tinggi dan cenderung naik setiap tahun," katanya. (Ant/OL-5)


MediaIndonesia

Skype Mobile di Indonesia Belum Dukung Video

Dan Neary (Vice President and General International Skype), Laudya Cintya Bella, dan Herfini Haryono (Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel) dalam jumpa pers peluncuran layanan berlanggangan Skype Telkomsel.


Jakarta, KOMPAS.com - Skype mengumumkan kerjasama penyediaan layanan telepon via Internet dengan operator telepon seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, hari ini (26/10/2011).

Skype memilih Telkomsel sebagai mitra pertamanya di Indonesia karena Telkomsel merupakan provider telekomunikasi terbesar di Indonesia, demikian dikatan Dan Neary, Vice President dan General Manager Internasional Skype. Dan Neary banyak berbicara soal kerjasama Skype dan Telkomsel, berikut adalah hasil wawancara KOMPAS.com dengan Dan Neary.

KOMPAS.com: Skype hari ini mengumumkan kerja sama dengan Telkomsel. Mengapa Skype bekerja sama dengan Indonesia, padahal tidak tahu pasti jumlah pengguna Skype di Indonesia. Dan mengapa Telkomsel?

Dan Neary: Indonesia adalah pengguna produk digital terbanyak, terutama sosial media dan game. Saya melihat ini sebagai hal yang potensial untuk Skype masuk ke dalam pasar tersebut. Kemudian aplikasi mobile sekarang sedang menjadi tren, termasuk di Indonesia. Skype ingin membagikan pengalaman agar Indonesia dapat menikmati layanan Skype pada perangkat bergerak mereka. Kerjasama dengan Telkomsel adalah cara yang dilakukan Skype untuk masuk ke dalam pasar pengguna ponsel di Indonesia. Kenapa harus Telkomsel? Karena Telkomsel merupakan provider telekomunikasi terbesar di Indonesia. KOMPAS.com: Apakah ini kerja sama pertama Skype dengan perusahaan Indonesia? Apakah ada peluang provider lain di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama? Dan Neary: Ini adalah pertama kalinya Skype bekerja sama dengan perusahaan Indonesia. Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan perusahaan provider telekomunikasi dari Amerika Serikat (Verizon), Kanada (Telus), Jepang (KDDI), Australia (Padafone). Semua provider yang kami ajak kerja sama adalah provider terbesar di negara mereka. Maka untuk kemungkinan kerja sama dengan provider lain di Indonesia, Skype masih belum mau berkomentar. Meskipun kerja sama dengan Telkomsel tidak eksklusif, kami tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan provider lain, tetapi lebih baik kita bahas tentang kerja sama dengan Telkomsel saja.

KOMPAS.com: Masalah di Indonesia adalah keterbatasan bandwith dan koneksi Internet yang tidak stabil. Bagaimana Skype menyikapi hal ini?

Dan Neary: Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan provider telekomunikasi sebesar Telkomsel. Masing-masing negara memiliki masalah koneksi internet yang berbeda. Yang paling tahu cara menghadapinya adalah provider telekomunikasi sebagai penyedia jasa akses data. Skype bekerja sama dengan provider telekomunikasi di berbagai negara, agar kami bisa memastikan pengguna tidak bermasalah dengan koneksi Internetnya, ketika mengakses Skype.

KOMPAS.com: Untuk Skype Mobile di Indonesia, belum bisa support untuk video. Apa rencana Skype ke depan, agar platform mobile bisa support video?

Dan Neary: Khusus di Indonesia, layanan Skype Mobile memang hanya sebatas layanan suara. Selain berkomunikasi dengan teks, Anda bisa menelepon rekan, keluarga, kolega Anda melalui Skype secara gratis, seperti menelepon dengan ponsel. Hanya memang khusus untuk Indonesia, kami belum memberikan layanan video. Kami akan membicarakan kemungkinannya dengan Telkomsel tetapi itu masih lama. Sementara, layanan video baru bisa dilakukan pada iPhone 4.

KOMPAS.com: Apakah Skype berencana membangun kantor perwakilan di Indonesia?

Dan Neary: Skype sudah memiliki kantor perwakilan di Singapura untuk mencakup wilayah Asia-Pasifik, jadi sepertinya kami tak akan membuka kantor perwakilan lagi di Indonesia. Kantor pusat kami hingga saat ini masih di Luxemburg, Jerman.


KOMPAS

Telepon Tanpa Pulsa dengan Telkomsel-Skype

TEMPO Interaktif, Jakarta - Telkomsel menyediakan layanan baru yang memungkinkan 105 juta pelanggannya bisa menelpon tanpa pulsa.

Layanan itu adalah Skype, layanan video call lewat internet. "Bisa untuk menelpon ke seluruh dunia," ujar Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Telekomunikasi Selular, Tbk., Herfini Haryono di Jakarta, Rabu, 26 Oktober 2011.

Skype, yang selama ini dinikmati via komputer pribadi atau laptop, bisa diunduh zonder fulus dengan menekan *363# di 24 jenis smartphone seperti Samsung, Blackberry, Nokia dan LG.

Selain panggilan, pelanggan juga bisa mengirim pesan instan dan melakukan konferensi. Syaratnya, lawan bicara juga harus memiliki akun Skype.

Alat yang dipakai lawan bicara tidak terbatas telepon genggam, tapi bisa juga komputer pribadi dan televisi internet, seperti yang dilakukan Nazaruddin ketika buron di Kolombia. Namun layanan di Telkomsel terbatas audio, tanpa tampilan gambar.

Skype merupakan perusahaan software yang baru dibeli Microsoft seharga US$ 8,5 miliar. Perangkat lunak ini memiliki 170 juta pengguna aktif. Dengan 500 juta menit komunikasi setiap hari, mereka menguasai 20 persen panggilan antar negara.

Telkomsel merupakan partner pertama Skype di Asia Tenggara. Sebelumnya mereka bekerja sama dengan Horizon di Amerika Serikat, Hutchison 3 di Uni Eropa, KDDI di Jepang, Telus di Kanada, dan Vodafone di Australia.

Wakil Presiden dan Manajer Umum Internasional Skype, Dan Neary mengatakan Telkomsel mampu mewujudkan impian mereka, yakni menghubungkan semua orang di planet ini.

Saat ini, kata Neary, orang-orang cenderung terkotak-kotak menurut alat yang mereka andalkan. Misalnya pengguna Blackberry hanya berhubungan dengan sesama pengguna Blackberry. Begitu juga dengan Apple. "Skype menghubungkan semua alat yang ada," ujarnya. Meski layanan ini bebas pulsa, Neary yakin Skype menguntungkan Telkomsel karena pengguna jadi lebih terikat dengan operator tersebut.(REZA MAULANA)



TEMPOInteraktif

Telkomsel akan perluas program "mobile campus"

Surabaya (ANTARA News) - Operator telekomunikasi PT Telkomsel berencana terus memperluas program "mobile campus" untuk meningkatkan kepedulian pada dunia pendidikan, sekaligus memperkuat segmen pelanggan dari komunitas mahasiswa.

Manajer Penjualan Langsung Telkomsel Wilayah Surabaya Roeswandi kepada wartawan di Surabaya Rabu mengatakan, program TMC yang telah memasuki tahun keempat, pada 2011 digelar di 10 kota.

"Melihat antusiasme mahasiswa yang hadir, kedepan program ini akan diperluas ke kota-kota lainnya," katanya disela acara "Ngobrolin Kampus Entrepreneur dan Intership Program 2011" di Graha ITS Surabaya.

Ia menjelaskan, Surabaya merupakan kota kelima pelaksanaan TMC, setelah Medan, Denpasar, Bogor, dan Palembang. Setelah ini, program dilanjutkan di Samarinda, Purwokerto, Makassar, Jakarta, dan Kendari.

Selain memberikan pengetahuan dan berbagi ilmu tentang bisnis layanan nilai tambah mobile, juga digelar seminar bursa kerja dan kesempatan magang bagi mahasiswa.

"Kami juga menghadirkan sutradara film `Semesta Mendukung` John De Rantau dan artis pendukungnya untuk berbagi pengetahuan tentang dunia film, termasuk pembuatan skenario film," tambahnya.

Manajer Komunikasi Perusahaan Telkomsel Area Jawa Bali Sri Ambar Yusmeniwati menambahkan, dari sekitar 105 juta pelanggan Telkomsel saat ini, lebih kurang 20 persennya adalah komunitas pelajar dan mahasiswa.

"Untuk kalangan pelajar, kami punya program TSC (Telkomsel School Community). Sedangkan bagi mahasiswa ada program TMC. Pelajar dan mahasiswa merupakan pasar potensial yang terus kami optimalkan," ujarnya.

Ia menambahkan, bidang pendidikan merupakan salah satu dari enam aspek yang menjadi landasan setiap kegiatan perusahaannya, selain lingkungan, budaya, ekonomi, sosial, dan teknologi.(D010/M026)



Antaranews

Telkomsel Luncurkan Program Inkubator

JAKARTA--MICOM: Telkomsel mengumumkan pembukaan program inkubator bernama Telkomsel Startup Bootcamp untuk para penggiat bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang kreatif serta inovatif.

Program itu dimaksudkan agar mereka dapat mewujudkan impian menjadi pebisnis berbasis dunia digital atau teknoprener yang kompetitif.

"Program tersebut akan digelar bekerja sama dengan SingTel Innov8 dan The Joyful Frog Digital Incubator (JFDI). Rencananya program itu akan dilaksanakan berbentuk workshop selama tiga hari, 18-20 November 2011," kata Deputy VP Product Lifecycle Management Telkomsel, Ririn Widaryani, melalui siaran persnya, Rabu (26/10).

Dia menjelaskan, workshop itu akan menjadi ajang pelatihan bagi 100 peserta calon teknoprener muda dan pebisnis pemula bidang digital di Indonesia untuk bersaing di tingkat global dengan memberikan pengetahuan serta bimbingan intensif dari para ahli dalam aneka industri.

Peserta workshop akan dibagi dalam kelompok beranggotakan tiga sampai lima orang. Masing-masing kelompok akan berkompetisi melalui presentasi rencana bisnis yang inovatif.

Tim yang memenangkan kompetisi akan mewakili Indonesia dalam program JFDI-Innov8 2012 Bootcamp Intensif selama 100 hari di Singapura.

Program lanjutan ini dimulai bulan Januari hingga April 2012 dimana peserta diminta mengimplementasikan rancangan prototipe bisnis berbasis digital yang sebelumnya masih dalam bentuk proposal presentasi.

Telkomsel menyediakan apresiasi sebesar US$30 ribu kepada tim yang akan mewakili Indonesia di JFDI-Innov8 2012 Bootcamp untuk mendukung implementasi dari rencana bisnis. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

BMKG: Angin Kencang, Hujan Lebat Itu Normal

inilah.com/Dok

INILAH.COM, Jakarta – Jakarta dan sekitarnya sedang mengalami masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. BMKG menyatakan, kondisi angin kencang dan hujan lebat ini adalah normal.

Kasubid Data Ekstrim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudyanto menyatakan, kondisi yang terjadi saat ini adalah normal terjadi di masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Kondisi ini normal terjadi di bulan-bulan ini,” katanya saat diwawancara INILAH.COM via telepon (27/10). Seperti diketahui, kemarin, Rabu (26/10), Jakarta dilanda hujan lebat yang membuat pohon-pohon serta beberapa papan iklan tumbang.

Kondisi ini akan berlangsung selama 1-1,5 bulan hingga November ini, lanjutnya.


Inilah

Jaringan Indosat Tembus Hingga Pulau Berhala

BTS di Pulau Berhala, Batam (Foto: Indosat)

BATAM - Demi memperluas jangkauan telekomunikasi hingga ke pelosok, Indosat menggelar pembangunan BTS di Pulau Berhala, Batam yang diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Riau, H.M. Sani.

“Diharapkan dengan terbukanya akses layanan telekomunikasi ini akan dapat membuka berbagai potensi yang dimiliki masyarakat, termasuk potensi ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat menjadi lebih baik lagi”, ujar Djarot Handoko, Division Head Public Relations Indosat, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Kamis (27/10/2011).

Saat ini, masyarakat di sekitar Pulau Berhala sudah dapat menikmati berbagai layanan Indosat untuk bertelepon, SMS maupun akses data. Masyarakat di wilayah ini juga dapat menikmati berbagai manfaat lebih dari setiap program promosi dan retensi berbagai layanan Indosat.

Pulau Berhala terletak di perbatasan antara Jambi dan kepulauan Riau dimana Selat Berhala merupakan jalur pelayaran Internasional.

Tidak hanya melayani masyarakat di Pulau Berhala, keberadaan BTS Indosat juga dapat melayani kebutuhan telekomunikasi beberapa pulau disekitarnya, termasuk Pulau Dabo Singkep di Kabupaten Lingga.

Khusus wilayah Riau Kepulauan, layanan Indosat sudah menjangkau daerah-daerah terpencil seperti Pulau Burung, Pulai, Saka Pasir, Pulau Laut, Jemaja, Matak, Midai, Serasan, Subi dan Posik.

“Berbagai program dan paket layanan kami persembahkan untuk seluruh pelanggan dan masyarakat Indonesia, sebagai bagian dari komitmen Indosat untuk selalu menjadi pilihan utama pelanggan," tambah Djarot Handoko. (tyo)


Okezone

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More