blog-indonesia.com

Selasa, 13 November 2012

Indonesia Suplai 85 Persen Kebutuhan Minyak Atsiri Dunia

Pertumbuhan komoditi ekspor Jatim belakangan ini terus mengalami peningkatan di pasar dunia, yakni jenis minyak nabati. Sementara, salah satu jenia minyak nabati yang terus melambung tersebut adalah minyak atsiri.

Departemen Sumber Daya Manusia Dewan Atsiri Indonesia (DAI) menjelaskan, kontribusi Indonesia terhadap pemenuhan kebutuhan minyak atsiri dunia adalah sekitar 85 persen. Namun, kondisi itu dianggap belum maksimal dikelola pemerintah, sebab produksi minyak atsiri di Indonesia juga belum maksimal.

“Bayangkan, 85 persen kebutuhan minyak atsiri dunia ini disuplai dari Indonesia. Dan potensinya masih cukup besar. Akan tetapi produksi di Indonesia ini masih belum maksimal, masih bisa terus dikembangan, sehingga kontribusi devisa negara dari minyak atsiri ini dapat terus naik,” paparnya saat dikonfirmasi, Senin (12/11/2012).

Disebutkan, nilai ekspor minyak atsiri di semester dua tahun 2010 dibandingkan semester satu tahun 2011 mengalami peningkatan cukup besar. Pada semester dua tahun 2010 mencapai Rp3,6 triliun, dan pada semester satu tahun 2011 naik menjadi Rp 4,1 triliun, peningkatannya mencapai Rp 500 miliar.

Melihat kondisi tersebut, Ida menyampaikan, potensi perkebunan tanaman pengahsil minyak atsiri seperti cengkeh, nilam, dan kayu gaharu cukup besar. Namun, sebagian besar banyak petani yang kurang diuntungkan karena tengkulak. Sementara, berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, pertumbuhan ekspor minyak nabati mencapai 45,3 persen.

“Untuk data produksi tahun ini baru akan dibahas pada rapat DAI bulan Desember mendatang. Pastinya akan jauh lebih besar peningkataanya, karena kalau perhitungan kasaran kami dan berdasarkan yang kami perkirakan terus mengalami peningkatan,” jelas wanita yang juga merupakan Direktur Utama PT Eksotika Aromatika ini.

Selama ini negara tujuan ekspor dari minyak nabati, khususnya minyak atsiri adalah ke negara-negara di Timur Tengah, Eropa dan Amerika.

“Pemerintah perlu lebih peduli terhadap potensi Indonesia yang besar ini, selain itu nasib petani juga perlu lebih diperhatikwn lagi,” tandasnya.
 

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More