blog-indonesia.com

Rabu, 18 September 2013

Kunjungan Pangeran dari Inggris

Hatta Rajasa Sambut Kunjungan Pangeran dari Inggris

http://images.detik.com/content/2013/09/18/4/hatta.jpgJakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menerima kunjungan dari Pangeran Andrew. Andrew merupakan perwakilan pemerintah Inggris dalam urusan perdagangan dan investasi.

Sebelum agenda pertemuan, Hatta mengatakan nantinya pembahasan akan dilakukan seputar perdagangan Indonesia-Inggris. Di mana target untuk meningkatkan perdagangan menjadi US$ 4 miliar tahun 2014.

"Hari ini pangeran Andrew yang merupakan representatif dari UK untuk trade dan investment. Tentu pembicaraan kita soal itu. Karena sebelumnya kedua pemerintahan setuju melipatduakan perdagangan kita dari US$ 2 miliar menjadi US$ 4 miliar," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (17/9/2013).

Selain itu, juga dibahas terkait peningkatan investasi perusahaan-perusahaan asal Ingris untuk Indonesia. Visi dari kedua negara sudah sepakat untuk meningkatkan investasi sampai 2030.

"Indonesia-UK visi untuk membahas investmen untuk tahun 2030," sebutnya.

Secara spesifik Hatta menjelaskan, perdagangan yang diangkat harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.

"Ini akan disesuaikan dengan kebijakan nasional untuk meninggkatkan value edit. Kita ingin hilirisasi produk unggulan kita. Kemudian energi terbarukan, karena UK kuat dalam green economy. Kemudian pangan menjadi sangat penting, karena jangan sampai bergantung ke impor," pungkasnya.(mkl/dru)

Hasil Pertemuan Hatta Rajasa dengan Pangeran Inggris

Hari ini, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menerima kunjungan dari Pangeran Andrew asal Inggris. Maksud kedatangan Pangeran Andrew ke Jakarta adalah untuk urusan perdagangan dan investasi.

Apa isi lengkap pertemuan ini?

Hatta menjelaskan, ada empat hal utama yang telah menjadi pembahasan. Di antaranya adalah terkait infrastruktur, ketahangan pangan, energi, dan manufaktur.

"Andrew menanyakan apa yang tercepat? Saya bilang saya ingin fokus pada 4 area, di samping itu disampaikan kerjasama di bidang kesehatan, vaksin, dan biofarma tetap jalan. Pertama adalah Infrastruktur. Infrastruktur itu adalah soal konektivitas," ujar Hatta usai pertemuan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/9/2013)

Kemudian adalah persoalan ketahanan pangan. Menurut Hatta perlunya untuk meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan impor.

"Meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri untuk ketergantungan pada impor. Ia berjanji mendekati dengan teknologi dan produktivitas," jelasnya.

Selanjutnya adalah energi. Hatta mengatakan, Inggris sangat kental dengan ekonomi hijau (green economy). Sehingga cocok dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan (renewable energy)

"Saya undang UK masuk ke renewable energy. Di pulau-pulau kecil butuh pembangkit listrik dan mahal karena transmisi. Dan apakah itu dengan tenaga angin atau surya, ini akan jadi pembahasan cukup lama. Juga geothermal," kata Hatta.

Terakhir yang penting menurut Hatta adalah manufaktur. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan hilirisasi dalam sektor manufaktur.

"Kita lagi giat hilirisasi tuk kurangi ketergantungan ke bahan impor. Volume eskpor kita dari manufaktor 75%. Tapi kalau buka impor, 76% di manufaktur yaitu bahan baku penolong. Inilah yang harus kita pecahkan," pungkasnya.

Kedua negara sepakat untuk mencapai target perdagangan sebesar 4,4 miliar poundsterling pada tahun 2015. Angka tersebut sudah semakin dekat, mengingat hingga tahun 2012 sudah 3 miliar poundsterling.

"Kedua kepala negara sebelumnya sudah sepakat target untuk menggandakan nilai perdagangan hingga 4,4 miliar poundsterling," ucap Hatta.

Pangeran Inggris Soroti Bandara Soetta yang Selalu Delay

Menko Perekonomian Hatta Rajasa baru saja bertemu dengan Pangeran Andrew, perwakilan pemerintah Inggris untuk sektor perdagangan dan investasi. Di tengah pertemuan ternyata kondisi Bandara Internasional Soekarno Hatta ikut menjadi sorotan.

Hatta menuturkan Pangeran Andrew menyoroti seringnya keterlambatan pesawat. Hatta memaklumi persoalan ini sudah menjadi sorotan internasional.

"Pangeran Andrew menyoroti Indonesia penting untuk meningkatkan kuaitas dari pelayanan penerbangan kita, rupanya ini sudah menjadi pembicaraan di komunitas di internasional," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (18/9/2013)

Sorotan itu terkait dengan seringnya terjadi keterlambatan pesawat. Ini menurut Hatta terkait dengan kepasitan landasan yang tidak tercukupi.

"Bahwa airport kita itu sering sekali delay karena trafic, atau begitu banyaknya pesawat terbang yang mengantri. Itu saya sampaikan sendiri. Karena kita mendisain untuk 18 juta penumpang di Soeta itu sekarang sudah lebih dari 60 juta penumpang dengan pertumbuhan mendekati 10% per tahun," ujarnya.

Hatta mengakui, hal tersebut tentunya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk terus meningkatkan konektivitas. "Makanya kita perlu tingkatkan infrastruktur yang maksudnya adalah konektivitas," jawab Hatta.(mkl/dru)


  detik 

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More