N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Minggu, 31 Januari 2016

Belarus invites Indonesia to strengthen military, technical cooperation

Mikhail Myasnikovich

Chairman of Belarus' Council of the Republic Mikhail Myasnikovich met with Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Indonesia to Belarus Djauhari Oratmangun and asked him for assistance in strengthening the military and technical cooperation between the two countries, BelTA has learned.

I would like to ask you for support in matters of military and technical cooperation. We need to intensify our interaction in this field. We agreed with Mr. Irman Gusman (Speaker of the Regional Representative Council of the People's Consultative Assembly of Indonesia – BelTA's note) that Belarus can use Indonesia's infrastructure to enter the markets of other ASEAN countries,” Mikhail Myasnikovich said.

He also thanked Djauhari Oratmangun for the abolition of visas for Belarusian citizens. “I kindly ask you to convey our gratitude to Mr. Irman Gusman and the Ministry of Foreign Affairs for the decision to grant visa-free entry for short-term visits to Belarusian citizens which will come into force in September. This has strengthened our business and tourism contacts. Now more Belarusians can visit Bali resorts,” Mikhail Myasnikovich noted.

Djauhari Oratmangun is finishing his diplomatic mission in Belarus. On 28 January, the Ambassador also met with Belarusian Minister of Foreign Affairs Vladimir Makei who thanked him for considerable personal contribution to the development of Belarusian-Indonesian relations and his efforts to boost the political dialogue, trade and economic ties, and cooperation in education and culture between the two countries.

  ★ Belta  

Sabtu, 30 Januari 2016

★ Pesawat N219 Siap Jalani Sertifikasi

✈ N219 Produksi PT Dirgantara Indonesia ✈ N219  [PT DI]

Kepala Divisi Rekayasa Manufaktur, Direktorat Produksi, PT Dirgantara Indonesia Mukhamad Robiawan mengatakan, pesawat N219 selepas diperkenalkan lewat roll-out langsung dipreteli untuk menjalani proses sertifikasi. “Jangan heran kalau lihat di hanggar, pesawatnya dibongkar ulang,” kata dia di Bandung, Jumat, 29 Januari 2016.

Robiawan mengatakan, setelah perkenalan ke publik secara resmi lewat roll-out, kini pesawat prototipe N219 memasuki tahap sertifikasi. Caranya dengan dipreteli lalu di susun ulang, sambil disaksikan oleh petugas yang melakukan proses sertifikasi. “Disassembly dulu, dilihat dalamnya sampai dia puas, baru di assembly ulang,” kata dia.

Menurut Robiawan, dengan cara itu petugas sertikasi bisa mengikuti semua tahapan pembuatan pesawat dari mulai bagian yang kecil hingga proses penggabungan komponennya menjadi wujudnya yang besar. “Itu dibongkar ulang sampai dinyatakan clear,” kata dia.

Seluruhnya lebih dari 300 artikel proses penyusunan pesawat yang diperiksa dalam proses sertifikasi itu. Saat ini baru 30 persennya yang sudah mendapat kata setuju. Proses sertifikasi itu juga termasuk pengujian terbang pesawat N219. “Lumayan lama, bisa sampai satu tahun,” kata Robiawan.

Robiawan mengatakan, saat ini seluruh instrumen yang akan di pasang di pesawat juga tengah diuji di laboratorium. Setelah semua dinyatakan berfungsi, baru digabungkan dengan bagian fisik pesawat. “Sekarang dalam proses tes,” kata dia.

Menurut Robiawan, seluruhnya ada 4 unit pesawat N219 yang dibuat setahun ini. Dua prototipe yang disiapkan untuk terbang, dan dua lagi untuk menjalani semua tes beban untuk menguji kekuatan struktur pesawat.

Jadwal flight-test hingga saat ini belum bergeser, masih dijadwalkan di bulan Juli ini. “Belum ada notifikasi bakal bergeser, berarti masih Juli,” kata Robiawan.

Robiawan mengatakan, akhir tahun ini seluruh proses sertifikasi dijadwalkan tuntas sehingga pesawat N219 bisa langsung memasuki proses produksi masal. Seluruh alat bantu perakitan untuk memproduksi masal pesawat itu dijadwalkan sudah tuntas Maret ini.

PT Dirgantara menargetkan produksi masal N219 bisa dimulai tahun 2017, dengan kapasitas perdana 3 pesawat setahun. “Semua yang kita buat ini sudah dirancang untuk mass-production N219. Maksimumnya 24 set (pesawat) per tahun, dalam sebulan 2 pesawat,” kata Robiawan.

Sebelumnya, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Andi Alisjahbana mengatakan, dari seluruh Letter Of Intent atau dokumen pemesanan pesawat itu berasal dari maskapai serta pemerintah daerah. “Maskapai ada lima, kalau Pemerintah Daerah ada tiga,” kata dia di Bandung, Kamis, 10 Desember 2015. Diantaranya berasal dari Aceh dan Papua yang masing-masing memesan lebih dari sepuluh pesawat N219.

PT Dirgantara yang mendapat tugas memproduksi pesawat itu sudah menyiapkan rencana penambahan kapasitas produksinya. “Target tahun pertama bisa 12 unit pertahun, tapi kita bertahap akan naik dari 18 unit sampai 24 unit pertahun karena yang interest banyak,” kata dia di Bandung, Kamis, 10 Desember 2015.

Andi mengatakan, PT Dirgantara bersama Lapan akan mengandeng industri dalam negeri untuk mendongkrak kandungan lokal pesawat itu. Dia mengklaim, saat ini kandungan lokal N219 sudah menembus 40 persen, sementara targetannya 60 persennya kandungan lokal.

Kepala Program N219 PT Dirgantara Indonesia Budi Sampurno mengatakan, selepas perkenalan resminya hari ini, semua sistem dalam prototipe pesawat N219 akan dipasang, sekaligus memulai tes struktur pesawat itu. Dijadwalkan semuanya selesai pada Mei 2016. “Setelah itu ‘first flight test sertification’ dimulai,” kata dia di Bandung, Kamis, 10 Desember 2015.

Budi mengatakan, pesawat itu membutuhkan 660 jam terbang untuk mendapatkan sertifikasi layak terbang Indonesia. “Kalau 2016 sudah mendapat persyaratan laik terbang, maka 2017 bisa di deliver ke customer. Dan tahun 2017 jgua kita akan aplikasi untuk ‘international sertification’,” kata dia.

Pesawat N219 dirancang dapat mengantkut 19 penumpang dalam dua baris. Bagian kanan 14 tempat duduk (2x7) dan bagian kiri 5 tempat duduk (1x5). Tinggi kabin 1,7 meter, lebih lega dibanding Twin Otter yang tinggi kabin dalamnya hanay 1,5 meter. Pesawat itu juga dirancang dengan mampu terbang di landasan pendek atau Short Take-Off Landing (Stol) di landasan 500 meter.

  Tempo  

Bandara Harun Thohir di Bawean Belum Siap Beroperasi

Warga mengamati pesawat King Air yang ditumpangi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melakukan penerbangan pertama di Bandara Harun Thohir, di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, Rabu (23/9/2015) [Ant_Zabur Karuru]

Bandar Udara Harun Thohir, di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belum siap beroperasi pada Januari 2016. Sebab uji coba pendaratan pesawat di lapangan terbang perintis itu baru akan dilakukan pada akhir bulan ini.

"Sebelum diresmikan harus diuji coba dulu. Rencananya uji coba akan dilakukan akhir Januari ini. Jadi peresmiannya kalau tidak akhir Januari ya awal Februari," kata Kepala Dinas Perhubungan dan lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur, Wahid Wahyudi, di Surabaya, Senin (18/1/2016).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menargetkan Bandara Harun Thohir beroperasi paling lambat awal 2016. Menurut Wahid, molornya jadwal rencana pengoperasian ini lantaran sejumlah sarana masih dalam pengerjaan.

"Yang jelas, lapangan terbang di Bawean akan beroperasi paling lambat awal Februari. Yang ngomong langsung beliau sendiri, beliau juga yang nantinya akan meresmikan langsung bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo," ujar dia.

Maskapai penerbangan yang akan beroperasi di Bandara Harun Thohir di antaranya Air Fast. Pesawat yang akan digunakan jenis Cessna berkapasitas 18 penumpang. Air Fast akan melayani penerbangan Surabaya-Sumenep, Sumenep-Jember, Jember-Sumenep, Sumenep-Surabaya, Surabaya-Bawean, dan Bawean-Surabaya.

"Nantinya akan beroperasi dalam seminggu tiga kali. Sementara untuk harga tiketnya antara kisaran Rp 400 ribu untuk Surabaya-Bawean dan sebaliknya. Sedangkan Surabaya-Jember dan Surabaya-Sumenep kisaran Rp 350 ribu. Tapi harga ini masih belum pasti karena masih kami bahas," pungkasnya.

Lapangan terbang yang memiliki panjang landasan 930 meter dan lebar 23 meter itu diberi nama Bandara Harun Thohir. Nama itu diambil dari nama Kopral Dua Korps Komando Operasi (Anumerta) Harun Said bin Muhammad Ali. Pria kelahiran Pulau Bawean, 4 April 1947, itu merupakan salah satu dari dua anggota KKO (kini disebut Korps Marinir) yang ditangkap di Singapura saat terjadinya konfrontasi dengan Malaysia. Harun bersama Usman dihukum gantung oleh Pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di pusat kota Singapura pada 10 Maret 1965.

 Berikut dibawah infografis dari detik : 

Bandara Baru Pakai Nama Pahlawan Nasional Yang Dieksekusi di Singapura

  ✈️ metrotvnews  

"Jig" dan "tool" pesawat N219 buatan lokal

http://img.antaranews.com/new/2015/11/ori/201511051808.jpgPerakitan Pesawat N219 Teknisi melakukan tahapan proses perakitan salah satu Pesawat N219 di Hanggar Assembly Line N219 PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI), Bandung, Jawa Barat, (Arsip/4/11/2015). (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memanfaatkan jig dan tool atau alat bantu proses manufaktur pembuatan pesawat N219 buatan perusahaan lokal guna memajukan industri dalam negeri dalam mendukung industri kedirgantaraan Indonesia.

"Jig dan tool merupakan alat bantu yang berfungsi untuk memegang dan atau mengarahkan benda kerja sehingga proses manufaktur suatu produk dapat lebih efisien," kata Manager Hukum dan Humas PT Dirgantara Indonesia Irland Budiman di Bandung, Sabtu.

PTDI menerima pengiriman jig dan tool pesawat N219 dari perusahaan lokal pada Jumat. Pengiriman jig berasal dari PT TEHA yang berlokasi di Bandung, mengirimkan dua set untuk alat bantu pembuatan "outer wing box" untuk sayap dan kanan. Jig tersebut berukuran 9,5 meter.

Selain itu juga dikirimkan jig untuk rudder pesawat N219 dari PT MBS Tangerang. Selain jig, ada tool yang dikirim dari PT Madukoro Semarang.

"Selain dua perusahaan dalam negeri itu, ada sejumlah industri yang terlibat dalam proyek N219 ini. Total industri dalam negeri yang terlibat untuk pembuatan jig, tool dan komponen pesawat N219 sekitar 20 perusahaan," kata Irland.

Peran jig dan tool juga dapat berfungsi agar kualitas produk dapat terjaga sesuai kualitas yang telah ditentukan. Dengan jig dan tool pengerjaan proses manufaktur akan lebih mudah untuk mendapatkan kualitas produk yang lebih tinggi.

"Jig biasanya dilengkapi dengan bushing baja keras untuk mengarahkan mata gurdi/bor (drill) atau perkakas potong lainnya," kata dia.

Ia menyebutkan PTDI berkomitmen untuk memajukan industri dalam negeri dengan bekerja sama industri lokal untuk membangun jig dan tool maupun beberapa komponen pesawat terbang.

  ★ Antara  

BPPT Kembangkan Teknologi Terowongan Layang Bawah Air

https://cdn.tmpo.co/data/2016/01/07/id_470849/470849_620.jpgPekerja melakukan perawatan segment tunnel (ruas terowongan) Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Senayan, Jakarta, 7 Januari 2016. Proyek MRT diyakini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengentaskan kemacetan Ibu kota. [ANTARA/Sigid Kurniawan]

Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTIST BPPT) sedang mengembangkan teknologi terowongan layang bawah air atau submerge floating tunnel (SFT). Perekayasa Bidang Transportasi BPPT, Bambang Rumanto, mengatakan terowongan layang bawah air telah diteliti sejak 2006 dan sudah diujicobakan di laboratorium BPPT.

Di laboratorium Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH) Surabaya, peneliti menguji kestabilan fisik tunnel dan uji scoring di Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) Yogyakarta untuk melihat sejauh mana kerusakan di dasar dan di pinggir tunnel setelah terpasang.

"SFT juga telah diuji struktur di Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) untuk melihat bentuk terbaik dari tunnel. Pada awalnya tunnel berbentuk oval tapi, setelah diuji coba, tunnel yang berbentuk lingkaran lebih stabil dan tidak tenggelam," kata Bambang.

Meski begitu, teknologi canggih yang dikembangkan anak negeri tersebut hingga kini belum bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Yang kami harapkan dari pemerintah adalah keinginan menggunakan dan memanfaatkan hasil riset para peneliti. Jadi tidak sebatas uji coba laboratorium. Bukan tidak mungkin SFT dengan bentangan 150 meter dapat kami jadikan bahan untuk pengembangan lebih jauh, misalnya alternatif jembatan Selat Sunda," tuturnya.

  ★ tempo  

Dahana Bikin Pabrik Komponen Rudal dan Roket

BUMNIS Produk PT Dahana

PT Dahana (Persero) merupakan BUMN yang bergerak di bisnis bahan peledak untuk pertambangan umum, kuari dan konstruksi, minyak dan gas serta pertahanan.

Namun, menurut Direktur Utama PT Dahana Budi Antono, saat ini pihaknya sedang fokus di bidang pertahanan terutama setelah adanya sinergi dengan BUMN lain seperti PT DI, PT Pindad, PT Inti, PT Inuki, dan PT LEN di cluster pertahanan.

"Kita sudah berubah sejak ada sinergi-sinergi dan juga dulu memang Dahana melayani keperluan militer tapi hanya 5%, tapi setelah kita ada sinergi, jadi kita harus bikin cluster pertahanan," ungkap Budi usai melaksanakan Plant Tour ke area Ring 1 Energetic Material Center PT Dahana, di Subang, Jawa Barat, Kamis (28/1/2016).

Ia menjelaskan, saat ini PT Dahana sedang dalam proses pembuatan pabrik propelan yaitu sejenis bahan kimia yang digunakan untuk komponen pembuatan rudal dan roket. Sebelum pabrik propelan ini dibangun, PT Dahana terlebih dahulu membangun pabrik NG (Nitro Gloserin) dan pabrik NC (Nitro Celullose) yang merupakan bahan utama pembuat propelan.

"Jadi sekarang di Dahana ada pabrik NG (Nitro Gliserin), nanti tahap kedua ada NC (Nitro Cellulose), nanti kita bangun pabrik propelan, nanti setelah di mix propelannya untuk peluncur roket, peluncur rudal," jelas Budi.

Budi memperkirakan, proyek (pabrik propelan) ini baru akan selesai dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan.

"Ya mungkin dalam waktu 3-4 tahunan. Ini kalau untuk NG kira-kira Mei atau April commisoning," kata Budi.

 Dahana Ekspor Jasa Pembuatan Bahan Peledak ke Australia 

PT Dahana (Persero) saat ini berencana melebarkan bisnisnya untuk ekspor jasa pembuatan bahan peledak ke Australia selain berfokus untuk bahan peledak militer.

Direktur Utama PT Dahana Budi Antono mengatakan, saat ini PT Dahana akan mengekspor jasa pembuatan bahan peledak untuk industri pertambangan di Darwin, Australia.

"Kita mau services di Australia, bahan peledak tambang Kuari jadi, Februari ada pengiriman OSP (On Site Plant) dan 1 MMU (Mobile Mixing Unit) untuk service di Australia, itu di Darwin," ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menambahkan, adanya service di Australia ini menambah pemasukan PT Dahana sekitar US$ 2 juta.

"Revenue kalau untuk OSP sama MMU kira-kira US$ 2 juta untuk mesin saja, pabrik emulsi sama OSP, belum lagi nanti kalau kita sudah commisioning pasti ada emultion, ada non-melt ada booster," jelas Budi.

Ia juga mengatakan, kontrak dengan Australia untuk OSP dan MMU ini berjangka waktu 10 tahun.

"Jadi kita bukan di spot-spot, kita kontrak 10 tahun, jadi setiap bulan ada pemasukkan untuk Dahana, belum lagi ngirim bahan peledak, jadi ada trading ada services," kata Budi. (drk/drk)

  detik  

Jumat, 29 Januari 2016

★ Mahasiswa Brawijaya buat alat pengubah air keran jadi listrik

Inovasi Mahasiswa UB Malang http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/989822kapal-angkut-tank-3.jpgTiga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengembangkan prototipe teknologi alternatif untuk mengubah air keran menjadi energi listrik untuk keperluan rumah tangga.

Muhammad Fatahila, Hasan, dan Rosihan Arby Harahap membuat alat bernama OASE yang bisa mengubah air keran menjadi energi listrik.

"Alat ini bisa menghasilkan tegangan dan daya listrik optimal di angka 5 Volt dan 1 Watt, sehingga dapat digunakan untuk memasok kebutuhan listrik lampu LED atau diintegrasikan dengan pembangkit lain melalui sistem grid," kata Muhammad Fatahila di Malang, Rabu.

Perangkat pembangkit listrik mini OASE, menurut dia, juga bisa untuk lampu neon tetapi masih butuh inverter dan prosesnya lebih lama.

Yang bisa dipasok energi lisatriknya neon jenis LED karena lebih terang dan berdaya rendah, kata dia.

Dia menjelaskan bahwa perangkat yang dibuat dalam waktu dua pekan itu bisa disambungkan dengan penyimpan berupa baterai polimer atau aki. Selain untuk menyimpan, baterai atau aki juga berfungsi untuk menjaga tegangan dan arus keluaran tetap stabil.

Pada pengembangan selanjutnya, perangkat itu akan dilengkapi dengan kontroler. Jika sudah disempurnakan, OASE bisa dipadukan dengan produk keran untuk menghasilkan energi rumah tangga.

"Biaya produksi alat ini sangat murah, hanya Rp 120 ribu," katanya tentang alat yang masuk peringkat tiga teratas di National Innovative Product Exhibition Contest (NAPEC) 2015 itu.

  Antara  

Negara Timur Tengah Tertarik Investasi Bikin 'Maladewa' di RI

http://images.detik.com/visual/2016/01/28/07f1d286-1332-4b17-b938-4bd51cc8dedc_169.jpg?w=500&q=90Negara Timur Tengah menyoroti sektor pariwisata di Indonesia. Mereka tertarik untuk berinvestasi. Salah satunya ingin membuat saingan Maladewa (Maldives) di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Staf Khusus Kepresidenan untuk Timur Tengah, Alwi Shihab, dalam acara paparan rencana kegiatan 2016 di Aston Braga Bandung, Kamis (28/1/2016).

"Kenapa tertarik wisata? Karena ini menyangkut perkembangan politik di Timur Tengah. Banyak warga di sana yang kalau liburan ke Amerika atau ke Eropa dicurigai. Karen ada kesalahan persepsi tentang Islam, muslimin di barat," ujar Alwi.

Sehingga, Indonesia dilirik sebagai tempat alternatif untuk liburan masyarakat Timur Tengah.

"Indonesia salah satu negara sahabat yang sebenarnya patut untuk didatangi karena tidak ada kecurigaan, suka senyum. Jadi orang di sana senang. Mayoritas muslim juga sehingga saat bangun pagi-pagi mereka dengan adzan," beber Alwi.

Bumi pertiwi ini dinilai memiliki potensi wisata yang tinggi, dengan banyaknya pantai-pantai cantik seperti Maladewa, namun belum ada yang menggarap maksimal.

"Hanya masalahnya kita belum siap. Sehingga mereka mengatakan akan berinvestasi dan siap membangun yang lebih besar dari Maldives," bebernya.

Lebih lanjut Alwi mengungkapkan, pihaknya sudah pernah membawa negara-negara di Timur Tengah untuk melihat 7 alternatif tempat wisata di Indonesia.

"Seperti Belitung, Padang, Selayar dan Mandalika Lombok. Mereka juga tertarik sama Ancol dan Pelabuan Ratu," tandasnya. (avi/wdl)

  detik  

BUMN Incar Proyek Alutsista TNI

Untuk memenuhi kebutuhan TNIKRI RE Martadinata 331 produksi PT Pal Indonesia

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hari ini menggelar acara konsolidasi dengan beberapa cluster BUMN strategis di Kantor Pusat, PT Dahana (Persero), Subang, Jawa Barat. Dalam konsolidasi ini, Kementerian BUMN melakukan pencanangan komite konsolidasi BUMN pertahanan strategis serta komite konsolidasi BUMN Industri Berat dan Perkapalan.

Langkah ini dilakukan agar BUMN bisa memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista), Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Jadi ini kita lakukan juga karena kita mendapat proyek dari Kementerian Pertahanan. Sebagian itu untuk proyek komersial dan sebagian untuk militer," ujar Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono, di Subang, Kamis (28/1/2016).

Kerja sama dalam bentuk konsolidasi BUMN ini ditandatangani oleh BUMN sektor pertahanan seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, PT Pindad, PT Len Industri, PT Inti, dan PT Industri Nuklir Indonesia.

Sedangkan pada bidang industri berat dan perkapalan, disepakati kerjasama antara PT PAL, PT Barata Indonesia, PT Boma Bisma Indra, PT Industri Kapal Indonesia, PT Dok Perkapalan Surabaya, dan Dok Perkapalan Kodja Bahari.

Awalnya, penandatanganan nota kesepahaman ini akan dihadiri oleh Menteri ESDM, Sudirman Said dan Menteri BUMN, Rini Soemarno, namun Sudirman mendadak membatalkan kunjungan karena harus menghadap Presiden Joko Widodo ke Istana, sedangkan Rini sedang berada di luar negeri. (feb/feb)
 

  detik  

Korsel Minati Investasi Galangan Kapal & Mobil Listrik

Indonesia membutuhkan banyak kapalKRI Banda Aceh produk kreasi anak bangsa atas  hasil gemilang ToT Korsel

Korea Selatan (Korsel) tertarik dan berminat mengembangkan industri galangan kapal di Indonesia. Kebutuhan kapal yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi magnet bagi mereka.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menyambut baik keinginan Korsel tersebut saat menerima menerima kunjungan Rokhmin Dahuri MS selaku Duta Besar Kehormatan Jeju Island, Korea Selatan untuk Indonesia serta beberapa pengusaha Korea Selatan.

"Saya sampaikan ke mereka, kita menyambut baik rencana ekspansi mereka. Secara khusus saya katakan kepada pengusaha Korsel bahwa program tol laut Presiden Jokowi membutuhkan banyak kapal dan ini peluang bagi investor galangan kapal. Jadi ini saat yang tepat!" katanya usai menerima para pengusaha asal Negeri Ginseng itu di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Kemenperin juga mendorong agar Korsel mengembangkan industri komponen kapal. Menurut Saleh, dengan kebutuhan kapal yang tinggi dan instruksi Presiden Joko Widodo kepada kementerian, lembaga dan BUMN untuk membeli kapal dari galangan kapal, maka industri komponen kapal mendapat peluang untuk tumbuh.

Beberapa pengusaha Korsel itu ialah Chairman Busan Indonesia Center dan Presidenf of Daegu University of Foreign Studies Kim Soo-Il, Presiden Korwell Corporation dan Dongil Shipyard, Sung Tae Kim (industri galangan kapal), Direktur Helukabel, Pia Jeong (industri kabel listrik), dan Advisor Jinwoo Co Ltd, Wee Jin Dong (produsen suku cadang otomotif).

Galangan kapal Indonesia dinilai Menteri telah memiliki kemampuan produksi dan berpengalaman bekerja sama dengan galangan luar negeri. Korsel juga diminta bermitra dengan galangan kapal domestik.

Kemenperin memacu industri kapal dengan insentif berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen kapal dan PPN Tidak Dipungut untuk perusahaan pelayaran yang membeli kapal dari galangan nasional.

"Kami juga siap memfasilitasi investor Korsel untuk bertemu, berkenalan dan menjalin kerja sama lebih lanjut dengan industri galangan nasionalm baik BUMN maupun swasta," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kim Soo Il juga mengungkapkan keinginan Korsel untuk memproduksi mobil listrik. "Industri mobil listrik dan komponennya di Korea terus marak. Kami ingin tahu lebih jauh peluang di sini termasuk bekerja sama dengan pengusaha Indonesia," ujarnya.

Hal ini juga disambut positif oleh Menperin yang selanjutnya meminta Korsel untuk turut memperdalam struktur industri yaitu dengan membangun pabrik komponen. Soal lokasi pabrik, Menperin menyarankan di kawasan industri yang telah ada industri otomotif seperti di Cikarang Bekasi dan Karawang atau daerah lainnya.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan  mengungkapkan, selain di sekitar Jakarta, kawasan industri di Surabaya Jawa Timur dapat menjadi pilihan bagi industri komponen mobil listrik. "Secara tren global, produksi mobil jenis ini memang menarik untuk prospek ke depan. Salah satu karakter industri ini ialah fokus pada produksi komponen baterai dan motor listrik," katanya. (hns/hns)

  detik  

★ KM Sabuk Nusantara 46 Rute Jakarta-Pulau Seribu

Produksi Tegal[Dana Aditiasari]

Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menyediakan kapal angkutan laut rute Jakarta-Kepulauan Seribu dengan biaya Rp 15.000 per orang untuk sekali jalan. Ternyata, kapal yang diluncurkan hari ini dan diberi nama KM Sabuk Nusantara 46 tersebut, merupakan karya anak bangsa.

"Ini di produksi di dalam negeri loh. Badan kapalnya semua dibangun di galangan kapal di dalam negeri," ujar Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan saat ditemui di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Kamis (28/1/2016).

Galangan kapal yang dimaksud adalah PT Citra Bahari Shipyard. PT Citra memiliki galangan kapal di Desa Maribaya, Kabupaten Tegal.

Meski demikian, belum seluruh komponen kapal ini bisa diperoleh di dalam negeri. Peralatan navigasi masih diimpor.

"Karena kalau radar belum ada yang produksi di dalam negeri," tuturnya.

Begitu pula, lanjut Jonan, untuk mesin kapal. "Mesin biasanya dari Mitsubishi, Mercedes Benz dan Volvo," sambung dia.

Namun Jonan yakin, ke depannya para pelaku industri lokal mampu menggarap produksi perangkat kelengkapan kapal seperti radar dan mesin yang selama ini masih diimpor. Hal ini seiring banyaknya pekerjaan penyediaan kapal produksi dalam negeri sehingga bisa perlahan-lahan memancing gairah industri komponen kapal lokal. (dna/feb)
 

  detik  

Indonesia Tawarkan Pesawat ke Laos

N219 PT Dirgantara Indonesia

Indonesia bersepakat untuk terus meningkatkan hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi. Hal itu berdasarkan dari pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi dan Menteri Luar Negeri Laos Toungloun Sisoulith.

Menteri Retno mengatakan Indonesia kembali menawarkan produk N 219 Light Transport Aircraft buatan PT Dirgantara Indonesia.

"Pesawat ini berkapasitas 19 pemumpang yang dinilai sesuai dengan kondisi geografis Laos. Kontrak awal telah dilakukan oleh Indonesia baik melalui Kementrian Transportasi maupun Lao Arlines," ucap Retno dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (28/1).

Perdagangan antara Indonesia dan Laos sejauh ini masih sangat terbatas di mana pada 2015 adalah US$ 7,71 juta dengan surplus berada di pihak Indonesia.

Indonesia menawarkan kerjasama di bidang pembangunan infrastruktur dan transportasi.
 

  Berita Satu  

Kamis, 28 Januari 2016

Komisi I DPR berkomitmen rumuskan RUU Keamanan Laut

✈ Akan dirumuskan RUU tentang Keamanan Laut termasuk struktur Badan Keamanan Laut✈ KN Bakamla

Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais mengatakan Komisi I berkomitmen merumuskan Rancangan Undang-Undang tentang Keamanan Laut yang di dalamnya akan mengatur secara rinci peran Badan Keamanan Laut agar lebih strategis.

"Akan dirumuskan RUU tentang Keamanan Laut termasuk struktur Badan Keamanan Laut," katanya di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis.

Hal itu dikatakannya usai Rapat Kerja Komisi I DPR dengan Badan Keamanan Laut yang berlangsung tertutup, di Ruang Rapat Komisi I DPR, Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, Bakamla selama ini menggunakan UU nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan sementara itu fungsi institusi tersebut sangat besar dan strategis, bukan hanya menjaga perairan namun trans nasional.

Hanafi menjelaskan, Komisi I DPR akan merumuskan kelembagaan Bakamla menjadi mitra kerja Komisi I yang sifatnya strategis bukan hanya mengurusi teknis dan operasional.

"Bakamla bukan hanya menjaga perairan namun trans nasional karena kita mengurusi perdagangan ikan ilegal dan mewujudkan poros maritim dunia," ujarnya.

Politikus PAN itu menilai Bakamla harus memiliki wibawa dan kepastian legislasi serta payung hukum untuk memiliki komando, dukungan anggaran untum melaksanakan keinginan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan poros maritim dunia.

Hanafi mengatakan, Komisi I DPR ingin menjadikan Bakamla sebagai "KPK" di laut atau penegak hukum di laut sehingga mengkoordinasikan dengan pihak terkait.

Menurut dia, terkait kewenangan Bakamla di laut itu menyangkut 14 kepentingan misalnya Sekneg, Jaksa Agung, Kepolisian, dan intelijen sehingga diperlukan payung hukum yang jelas dan berwibawa untuk Bakamla.

"Kami menilainya leading sector ada di Bakamla," katanya.

Hanafi menjelaskan, RUU itu akan dibahas bersama antara Komisi I DPR dengan Bakamla namun masih menunggu Rencana Strategis dan dokumen lain lalu akan dipelajari bersama serta membuat Panitia Kerja.

Direktur Kerjasama Bakamla, Laksma Maritim Yuli Dharmawanto mengatakan dalam perjalanan institusinya mengalami tantangan untuk perluasan atau rekonstruksi kembali lalu diusulkan RUU Keamanan Laut.

Hal itu menurut dia berdasarkan pemetaan keamanan laut selama ini masih berjalan sektoral karena ada 13 "stake holder" dan enam diantaranya memiliki armada patroli.

"Filosofi UU Keamanan Laut yang kami usulkan Bakamla sebagai rumah besar karena diharapkan Bakamla menjadi stake holder untuk melaksanakan tugas secara komprehensif," katanya.

Dia menjelaskan, RUU itu akan menciptakan suatu sistem yang mengelola lima hal yaitu kebijakan, strategi keamanan laut, wilayah, penegakkan hukum dan kelembagaan Bakamla.
 

  Antara  

Radar CSS Tercanggih Milik BC

✈ Dibangun di Batam✈ Radar CSS milik Kantor KPU Bea Cukai Tipe B Batam. (BATAMNEWS)

Banyaknya pelabuhan rakyat yang berada di Batam, membuat upaya penyelundupan berbagai barang, seperti beras, gula masuk ke Batam dan barang yang harus beredar di dalam kawasan FTZ malah dibawa keluar daerah non FTZ dengan mudah dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kondisi ini terus menjadi atensi Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam untuk melakukan pengungkapan lebih lanjut. Bahkan, berbagai upaya dan strategi lebih baik terus diupauyakan.

Menurut Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo, terdapat sekitar 54 pelabuhan rakyat yang tersebar di wilayah Batam dan kerap dijadikan sebagai tempat masuknya barang selundupan.

Sejauh ini, BC optimis bisa bersinergi dengan setiap satuan aparan penegak hukum, baik Polri maupun TNI untuk melakukan penumpasan. Disamping itu, pengawasan terhadap setiap pelabuhan resmi maupun pelabuhan rakyat terus ditingkatkan.

Bahkan untuk pengawasan, BC saat ini tengah membangun menara setinggi 174 meter yang beri nama Radar CSS (Coastal Surveillance System). Radar ini nantinya,  bisa mengawasi seluruh pantai Batam, Bintan dan Karimun.

"Ini akan menjadi radar tercanggih di Indonesia. Nantinya, radar ini mampu mendeteksi sebuah kapal sedetil-detilnya," tambahnya.

Selain itu, sarana pengawasan juga semakin banyak, sehingga mampu mengantisipasi secara maksimal terhadap upaya penyelundupan.

"Selain radar, kita juga mendapat bantuan kapal patroli. Untuk kepri, mendapat satu unit kapal dengan panjang 60 meter, 10 unit kapal 28 meter dan lima unit kapal 30 meter." "Untuk di Batam sendiri, kapal patroli panjang 28 meter akan ditambah. Kita juga memasangkan mobile radar nantinya," jelas Nugroho.

 Protes dari tetangga

Radar canggih yang dimiliki Kantor Pelayanan Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe B Batam benar-benar memiliki kelebihan istimewa. Radar yang dinamakan Radar CSS (Coastal Surveillance System) itu bisa mendeteksi sebuah kapal dengan sangat detil dari jarak 15 kilometer.

Saat ini pembangunan radar tersebut sudah hampir selesai. “Nanti mungkin yang meresmikan bisa jadi Pak Presiden Jokowi,” ujar Kepala KPU Bea Cukai Batam, Nugroho Wahyu Widodo, Selasa (26/1/2016).

Radar tersebut memiliki ruang kontrol. Semua data kapal bisa dideteksi atau diketahui melalui ruang kontrol tersebut.

Kamera yang digunakan besar sekali,” ujar Nugroho sembari mengembangkan tangannya. Sedangkan tinggi bangunan menara atau towernya mencapai 75 meter.

Radar terlihat semakin tinggi karena berada di ketinggian di wilayah kawasan perkantoran Bea Cukai Batam.

Pada awalnya, kata pria yang akrab disapa Noeg itu, target selesai pembangunan radar pada Desember 2015, namun karena sebuah kendala, akhirnya baru bisa diselesaikan dalam tahun ini.

Nugroho mengatakan, radar tersebut bisa mendeteksi kapal yang melintas di perairan Kepulauan Riau, terutama yang melintas di perairan Batam, Karimun, hingga Tanjungpinang.

Meskipun mereka matikan radar kapal, kita masih bisa mendeteksi, begitu canggihnya radar tersebut,” ujar Nugroho.

Nugroho mengklaim, radar CSS tersebut yang tercanggih dan pertama di Indonesia. Bahkan Singapura yang memesan radar buatan Amerika Serikat itu, hingga kini belum dapat.

Singapura sempat protes soal radar tersebut, persoalannya alat ini mereka juga pesan tapi kita dahulu yang dapat,” ujar Nugroho.

Dengan alat itu, kata Nugroho, pengawasan terhadap wilayah perairan di Batam semakin efektif. Aktivitas penyelundupan juga bisa diminimalisir.

Pemilihan Batam sebagai lokasi radar buatan Amerika itu, menurut Nugroho, mengingat lokasi Batam yang strategis dan berada di garis lintang Selat Malaka serta perairan antara Tanjungpinang dan Karimun. [edo/is/snw]
 

  Batamtoday | Batamnews  

[Foto] Pembangunan Terminal 3 Bandara Soetta 93% Rampung

Siap pada Mei 2016

http://beritatrans.com/cms/wp-content/uploads/2014/10/fasilitas-baru-t3.jpg

Penampakan Terminal 3 Bandara Soetta, Cengkareng. [Beritatrans]
93% Pembangunan Rampung, Terminal 3 Bandara Soetta Siap pada Mei 2016

Pekerja melakukan tahap finishing ruang keberangkatan proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 27 Januari 2016. Terminal seluas 422.804,40 m2 ini pembangunannya sudah mencapai 93 persen. [TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat]
93% Pembangunan Rampung, Terminal 3 Bandara Soetta Siap pada Mei 2016

Tampak luar proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 27 Januari 2016. Terminal ini nantinya mampu menampung 25 juta penumpang per tahun. [Tempo/Marifka Wahyu Hidayat]
93% Pembangunan Rampung, Terminal 3 Bandara Soetta Siap pada Mei 2016

Pekerja menyelesaikan pintu masuk untuk tap kartu di ruang keberangkatan proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 27 Januari 2016. Terminal yang sudah mencapai 93 persen pengerjaan ini akan mulai resmi beroperasi pada bulan Mei 2016. [TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat]
93% Pembangunan Rampung, Terminal 3 Bandara Soetta Siap pada Mei 2016

Bagian belakang ruang keberangkatan proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta yang belum rampung, Tangerang, 27 Januari 2016. [TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat]
93% Pembangunan Rampung, Terminal 3 Bandara Soetta Siap pada Mei 2016

Lapangan terbang proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 27 Januari 2016. [TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat]
  Tempo  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More