N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 29 Februari 2016

Jokowi Ingin RI Punya Kilang Minyak Baru

Saya Ingatkan, Sudah Berapa Tahun Kita Nggak Bangun Kilang?[Hasan Al Habshy]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, Indonesia sudah bertahun-tahun tidak membangun dan memiliki fasilitas kilang minyak baru. Alhasil, ia kini mendorong pembangunan kilang baru segera diputuskan tahun ini.

"Saya ingatkan, sudah berapa tahun kita tidak bangun dan memperbaiki kilang? Saya sampaikan ke menteri, tahun ini harus sudah diputuskan, harus!," kata Jokowi di acara ESDM, di Plaza Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).

Jokowi mengundang investor dari beberapa negara untuk menanamkan investasi di Indonesia. Ia akan memberikan stimulus dan kemudahan agar kilang baru bisa terbangun.

"Negara yang berminat bangun di sini, stok di sini, negara mana pun silakan," tambahnya.

Dengan adanya kilang baru, proses pengolahan BBM seperti solar dan premium bisa semakin banyak dilakukan di Indonesia. Alhasil, Indonesia tidak perlu lagi tergantung pada trader untuk memenuhi BBM di dalam negeri.

"Sehingga kita tidak perlu beli lewat trader-trader lagi. Kebutuhan kita banyak sekali, jangan ditunda-tunda," ujarnya. (feb/drk)

 Jokowi Minta Proyek Energi Pakai Produk Buatan Lokal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan proyek-proyek energi di dalam negeri harus banyak menggunakan produk dalam negeri (local content). Impor untuk bahan-bahan proyek harus dikurangi.

"Saya jangan ingin menegaskan bahwa proyek-proyek yang nanti dilaksanakan harus menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya, sebesar-besarnya. Harus melibatkan juga kontraktor-kontraktor lokal supaya ekonomi di daerah jalan, jangan uangnya muter di Jakarta saja. Local content juga, gunakan produk dalam negeri, batasi barang impor," kata Jokowi.

Hal tersebut Jokowi ungkapkan dalam pidatonya di acara pengadaan barang dan jasa di Kementerian ESDM, Plaza Kementerian ESDM, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).

Menurut Jokowi, saat ini banyak pihak yang mendorong supaya pemerintah mengimpor bahan-bahan proyek energi. Alasannya banyak, mulai dari tidak tersedianya bahan di dalam negeri hingga produk impor dianggap lebih murah ketimbang produk lokal.

"Ada yang bilang ke saya. Pak ini pipanya harus impor. Saya cek, siapa bilang. Di kita juga banyak. Ada yang bilang Pak impor lebih murah. Saya cek juga tidak. Yang sering pakai barang impor saya kejar," ujarnya.

"Bila ada masalah cepat diputuskan, diselesaikan, jangan banyak didiskusikan, jangan banyak diseminarkan. Ibarat pemain bola, saudara-saudara ini striker yang tugasnya bikin gol, jangan jaga gawang saja. Saya tunggu hasilnya. Terima kasih," tutupnya. (ang/dnl)

 Yang Antre Banyak Tinggal Diputuskan

Sudah bertahun-tahun lamanya Indonesia tidak membangun fasilitas kilang minyak baru. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong adanya pembangunan kilang baru. Tapi kapan?

Jokowi mengatakan, banyak investor yang sudah mengantre untuk membangun kilang minyak di Indonesia. Namun Jokowi tidak menyebutkan dari mana saja investor tersebut.

"Yang antre banyak, tinggal diputuskan, skema juga banyak. Bisa minta perbaikan. Entah di Tuban, tinggal memutuskan siapa yang akan investasi di situ," jelas Jokowi di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Pada kesempatan itu Jokowi meminta rencana pembangunan kilang dan investasinya diputuskan pada tahun ini.

"Tahun ini semuanya. Cepat diputuskan, karena bangun kilang itu tidak sebentar, 4-5 tahun," ungkap Jokowi. (wdl/ang)

 Persiapan Menteri ESDM

Dalam pidatonya pagi ini di kantor Kementerian ESDM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal kurangnya kapasitas kilang minyak di Indonesia.

Kapasitas kilang minyak di Indonesia hanya sekitar 800 ribu barel per hari, sementara kebutuhan BBM mencapai 1,6 juta barel per hari. Akibatnya, separuh dari kebutuhan BBM Indonesia harus dipenuhi dari impor. Maka perlu pembangunan kilang-kilang baru agar Indonesia tak bergantung pada BBM impor.

Menteri ESDM, Sudirman Said, mengungkapkan sejumlah kebijakan telah disiapkan untuk mendorong pembangunan kilang minyak baru. Kebijakan utamanya adalah Peraturan Presiden Nomor 146 Tahun 2015, tentang Pelaksanaan dan Pembangunan Kilang Minyak di Dalam Negeri (Perpres Kilang).

Dalam Perpres ini, diatur berbagai skema yang dimungkinkan untuk pembangunan kilang minyak, yaitu pembangunan kilang oleh pemerintah dengan dana dari APBN, penugasan dari pemerintah kepada Pertamina, kejasama antara swasta dan pemerintah, dan pembangunan yang murni dilakukan oleh swasta.

"Kalau anda bandingkan yang kita kerjakan setahun ini dengan berpuluh-puluh tahun, banyak sekali kebijakan progresif. Perpres menyebut ada 4 skema. Lewat APBN, penugsan kepada Pertamina, kerjasama pemerintah dan swasta,dan murni swasta," papar Sudirman, dalam jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif agar investor tertarik membangun kilang di Indonesia. Misalnya dengan penyediaan lahan secara gratis.

"Kemenkeu kan punya aset di mana-mana. Pakai saja tanah di Bontang 600 hektar (untuk bangun kilang), sudah ada infrastruktur dasarnya. Gunakan itu sebagai modal awal, tidak dipungut biaya," ucapnya.

Kemudian juga ada insenstif 'libur pajak' dan jaminan pasar bagi investor yang mau membangun kilang. "Ada tax holiday, ada kepastian off taker," tukas Sudirman.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja, menambahkan bahwa investor asing dari sejumlah negara sudah menyatakan minatnya untuk membangun kilang di Indonesia. "Kita mendengar Rusia, Iran, Arab Saudi, Kuwait berminat," tutupnya. (wdl/wdl)
 

  detik  

Beli Mesin Made in Bantul dan Surabaya

Kisah WNI 'Raja Tempe' di Jepang http://images.detik.com/visual/2016/02/29/426db4fd-5489-4ba7-83fb-3fe6a22f9fcf_43.jpg?w=500&q=90[Cindy Audilla]

Rustono, warga negara Indonesia yang menjadi pengusaha tempe di Jepang, bertemu dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani. Dalam pertemuan ini Rustono sempat menceritakan tujuannya ke Indonesia untuk membeli mesin pemecah kedelai.

Seperti diketahui, kedelai adalah bahan baku utama untuk membuat tempe.

"Ke Indonesia untuk membeli mesin pemecah kedelai dari Bantul dan Surabaya dan dibawa ke Jepang," ujar Rustono di kantor BKPM, Senin (29/2/2016).

Rustono menggunakan mesin pemecah kedelai buatan Indonesia untuk mendukung proses produksi tempe. Alasannya, harga mesin produksi di Indonesia lebih murah ketimbang di Jepang.

Mesin produksi itu antara lain, mesin packing, mesin pengupas kedelai, dan mesin pelubang plastik.

"Investasi mesin Rp 90 juta per mesin. Dibandingkan dengan di Jepang Rp 600 juta dengan kualitas yang sama," kata Rustono.

Selain itu, Rustono memilih mesin produksi made in RI karena daya tahannya cukup lama. Jika mesin rusak, dia tinggal menghubungi pembuatnya lewat dunia maya.

"Mesinnya bandel selama 12 tahun dipakai. Keunggulannya ada. Kalau pun ada kerusakan nanti tinggal komunikasi via skype," imbuh Rustono.

Sedangan Franky menambahkan, selama 8 tahun Rustono memasarkan dan memperkenalkan tempe di Jepang hingga usahanya menjadi besar seperti saat ini. Tempe racikan Rustono dipasarkan dengan merek Rusto's Tempeh.

"Besar dari industri tempe di Jepang dan 'mentempekan' Jepang sudah 8 tahun," tutur Franky. (hns/drk)


  ♙ detik  

LAPAN-UKSA bahas kemampuan pengawasan maritim satelit Inggris

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgLAPAN

Lembaga Angkasa dan Penerbangan Nasional akan membahas kemampuan pengawasan maritim satelit Inggris dengan Badan Antariksa Inggris (United Kingdom Space Agency).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN Jasyanto di Jakarta, Senin, mengatakan pembahasan dilakukan dalam lokakarya UK Satellite and Surveillance Capabilities in Broader Maritime Applications in Indonesia yang bertujuan menggali potensi kerja sama LAPAN, UKSA, maupun pihak swasta di Jakarta.

Ia mengatakan sekitar 80 perwakilan instansi pemerintah dan swasta Indonesia dan Inggris akan ikut membahas kemampuan pengawasan satelit Inggris untuk sektor kemaritiman.

Loka karya tersebut, menurut dia, sekaligus merupakan tindak lanjut dari penandatanganan naskah kerja sama LAPAN dan UKSA pada 2015, di mana kedua instansi sepakat untuk berkolaborasi di bidang sipil keantariksaan. Dengan adanya kegiatan ini, maka terlaksana kegiatan kerja sama yang nyata antara Indonesia dengan Inggris di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.

Jasyanto mengatakan lokakarya tersebut sekaligus untuk meningkatkan kapasitas LAPAN sekaligus sebagai sarana untuk transfer teknologi. Kerja sama antara LAPAN dan UKSA didasari atas keunggulan Inggris dalam mengembangkan teknologi antariksa.

Dengan saling berbagi pengetahuan, ia mengatakan diharapkan loka karya akan dapat memberikan solusi bagi berbagai masalah teknologi yang dihadapi Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini akan mendukung upaya memajukan kemaritiman melalui teknologi antariksa.

Ia mengatakan untuk mewujudkan visi menjadi pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa LAPAN memang akan bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri.

Rencananya, kegiatan yang dilakukan pada 1 Maret 2016 ini akan dibuka oleh Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik.


  ♙ antara  

Minggu, 28 Februari 2016

Pertamina Pesan 8 Kapal Tanker

Senilai Rp 2,66 TMT Musi (Tempo)

PT Pertamina (Persero) berkomitmen tinggi untuk memberdayakan industri galangan kapal nasional berikut pendukungnya melalui pemesanan kapal tanker dari galangan dalam negeri.

Saat ini, Pertamina bersama para mitra dalam negerinya dalam proses penuntasan 8 proyek kapal tanker tipe GP dengan bobot mati 17.500 DWT. Proyek bernilai total sekitar US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,66 triliun (kurs Rp 13.300) tersebut ditargetkan tuntas pada tahun ini.

Kedelapan proyek tersebut meliputi MT Parigi dan MT Pattimura oleh PT Angrek Hitam Shipyard, MT Panderman, MT Papandayan, dan MT Putri oleh PT Daya Radar Utama, serta MT Pasaman, MT Panjang, dan MT Pangrango oleh PT Multi Ocean Shipyard.

"Pertamina selalu memberikan tantangan kepada industri dalam negeri baik dalam hal besaran kapal maupun standar kapal. Galangan kapal nasional harus bisa membangun kapal berstandar Internasional yang dapat diterima berlayar ke negara mana pun di dunia. Kapal tanker Pertamina juga dituntut untuk ramah lingkungan dan tingkat safety tinggi dan taat terhadap ketentuan-ketentuan Internasional lainnya," kata New Ship Project Coordinator Pertamina I Ketut Sudana, dalam keterangan resminya, Minggu (28/2/2016).

Saat ini, kapal milik terbesar yang diproduksi galangan kapal nasional berukuran 30.000 DWT, yaitu MT Fastron yang dibangun oleh PT PAL. Kapal dengan ukuran sebesar itu dipercayakan pembangunannya setelah sukses membangun kapal sekelas di bawahnya.

"Seperti Daya Radar Utama, setelah sukses membangun MT Musi berbobot 3.500 DWT dengan panjang kapal 90 meter, terbesar yang pernah mereka buat saat itu, kami berikan lagi mereka tantangan membuat tiga kapal 17.500 DWT yang panjangnya 157 meter, lebar 28 meter dan tinggi 12 meter. Kami juga meminta DRU dan juga galangan kapal lain agar bisa membangun dengan kualitas yang sama dengan kapal produksi Korea Selatan. Dan terbukti berhasil sejauh ini," jelas dia.

Pertamina juga menantang industri pendukung galangan kapal untuk lebih bisa berkembang sehingga kandungan lokal kapal dapat terus ditingkatkan. Saat ini, kandungan lokal untuk kapal-kapal tanker buatan dalam negeri umumnya sekitar 30-35%.

Business Development Director Daya Radar Utama Steven Angga Prana mengakui, besarnya peran Pertamina untuk membangun kapasitas dan kemampuan galangan kapal dalam negeri. Kesuksesan membangun MT Musi pada 2012 memicu banyaknya order kapal-kapal besar dan modern kepada perusahaannya, termasuk KRI Bintuni milik TNI AL.

"Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang berani memberikan order kepada galangan nasional. Semula kami hanya memproduksi kapal-kapal konvensional dan tidak hightech, dengan supervisi Pertamina yang telah berpengalaman membangun kapal di luar negeri, sekarang kami mampu dengan proses modern dan alat otomatis. Tanpa order Pertamina, galangan kapal mungkin tidur semua dan tidak ada transfer teknologi," kata Steven.

Steven mengatakan, untuk menyelesaikan kapal berukuran 17.500 DWT umumnya memerlukan waktu 24 bulan. Dengan tiga kapal yang diorder Pertamina, Daya Radar Utama mempekerjakan sekitar 1.500 orang tenaga kerja.

"Kami optimistis dapat berkembang dan Daya Radar Utama yang memiliki luas lahan 40 ha dan garis pantai sekitar 600 meter ke depan akan mengembangkan galangan yang mampu membangun kapal tanker dengan kapasitas 100.000 DWT," ungkap Steven. (dnl/drk)
 

  detik  

Sabtu, 27 Februari 2016

AgustaWestland AW139 Basarnas

Helikopter BASARNAS dengan Endurance Tertinggi AW139 Basarnas

Meski gagal meloloskan order tiga unit helikopter kepresidenan AW101 VVIP, AgustaWestland (sekarang Finmeccanica Helicopter Division) masih mendapat angin segar untuk eksis di Indonesia. Setelah berhasil menjual dua unit heli AW139 ke Travira Air, perusahaan charter pesawat/helikopter yang berbasis di Jakarta, dengan basis tipe AW139, Finmeccanica telah memasok helikopter untuk kebutuhan BASARNAS (Badan SAR Nasional). Bahkan AW139 didapuk sebagai helikopter BASARNAS yang paling canggih.

Dalam menunjang misi SAR, BASARNAS sudah barang tentu mengindamkan sosok helikopter yang tak hanya punya mesin tangguh dan handal, tapi lebih spesifik lagi heli harus punya endurance terbang tinggi, payload lumayan besar, dan dilengkapi hoist kit capacity yang memadai untuk menarik korban lewat tali. Sampai saat ini, predikat helikopter Basarnas yang battle proven dan kondang dalam misi SAR AirAsia QZ8501 adalah Dauphin AS365 N3+ buatan Airbus Helicopters.

Meski Dauphin AS365 N3+ kinerjanya cukup maksimal, AW139 yang juga sama-sama mengusung twin engine punya kapabilitas endurance lebih lama untuk melakukan misi SAR. Jika Dauphin yang dirakit PT Dirgantara Indonesia sanggup terbang selama 4 jam, maka AW139 dapat terbang hingga 6 jam. Tentunya endurance yang lebih tinggi amat diperlukan saat melaksanakan misi SAR diatas lautan terbuka.

aw139_cabin-(1)Sementara bicara tentang payload, AW139 dapat membawa muatan hingga 2.778 kg, sementara penumpang yang dapat dibawa hingga 15 personel, plus dua awak (pilot dan copilot). Guna menunjang misi SAR, AW139 punya kecepatan jelajah yang cukup tinggi 306 km per jam dan jarak jangkau operasi mencapai radius 1.250 Km. Dapur pacu heli ini ditenagai mesin turboshaft 2 x Pratt & Whitney PT6C-67C. Dengan dukungan teknologi One Engine Inoperative (OEI), mesin dirancang untuk adaptif dalam beragam kondisi ektrim. Kemampuan hovering yang baik juga menjadi daya pikat AW139 sebagai heli SAR yang tangguh.

Untuk menunjang evakuasi korban selama hovering, perangkat external electrical hoist kit yang ada punya spesifikasi yang sama dengan heli Dauphin, yakni dapat menarik beban lewat tali seberat 272 kg, panjang kabelnya sendiri 90 meter. Pintu geser besar di setiap sisi kabin menyediakan akses yang luas ke kabin untuk korban dan tandu. Uniknya AW139 memiliki tambahan 3,4 m3 dari kompartemen bagasi yang dapat diakses dari dalam atau luar helikopter. Kelengkapan lain yang diperlukan dalam misi SAR seperti Emergency float kit, Twin 17 place life raft installation, radar cuaca, FLIR, dan night-sun search light SX-16.

Teknologi kokpitnya sudah tergolong state-of-the-art display dengan 4-axis digital autopilot (with hover mode) dan full digital electronic engine control (FADEC) meminimalkan beban kerja pilot dan mengoptimalkan efisiensi operasional. Harapannya BASARNAS dapat memiliki satu skadron helikopter ini, meski yang dipesan saat ini baru satu unit. (Bayu Pamungkas)

  indomiliter  

Jumat, 26 Februari 2016

PT Inka Produksi Lokomotif DH CC-300 Pesanan Pemerintah

♙ Nilai kontrak pembuatan lima unit lokomotif tipe DH CC-300 mencapai Rp 40 Miliar. http://media.suara.com/thumbnail/650x365/images/2016/02/26/o_1ace9cpabj15154118j9bj7vh2a.jpg?watermark=trueKereta Rel Diesel Indonesia produksi PT Inka [inka.co.id]

PT Industri Kereta Api (INKA) di Kota Madiun, Jawa Timur, saat ini sedang menggarap lima unit lokomotif tipe DH CC-300 pesanan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan dengan nilai kontrak masing-masing Rp 40 miliar.

"Kontrak tersebut kami dapatkan pada tahun 2012 dan diserahkan ke Kementerian Perhubungan pada tahun 2014, dengan nilai kontrak tiap lokomotif sekitar Rp 40 miliar," ujar Senior Manager Secretary, Public Relations, dan CSR, PT INKA, Cholik Mochamad Zam Zam, di Madiun, Jumat (26/2/2016).

Menurut dia, lokomotif tersebut didesain murni untuk Indonesia, mulai dari warnanya yang merah dan putih, serta karakter mesinnya yang sesuai dengan kondisi tanah air.

Dua dari lokomotif pesanan tersebut akan dikirim ke Medan, Sumatra Utara, dan Palembang, Sumatra Selatan, untuk digunakan sebagai kereta kerja guna mendukung pengerjaan proyek Kementerian Perhubungan di daerah tersebut.

"Sehingga pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian di Medan dan Palembang akan lebih cepat dan hemat biaya," kata Cholik.

Adapun, lokomotif yang untuk Medan, saat ini sudah berada di Surabaya dan akan tiba di Medan sekitar 10 Maret mendatang. Sementara untuk Palembang akan dikirim menyusul setelah itu.

Sedangkan, tiga lokomotif dari pesanan yang tersisa, untuk sementara dititipkan oleh pihak Kementerian Perhubungan di PT INKA hingga menunggu lokomotif tersebut digunakan.

Cholik menjelaskan, secara spesifikasi, lokomotif CC-300 memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan lokomotif lainnya seperti tipe diesel elektrik (DE) CC-204. Di antaranya, dibuat untuk tahan banjir.

CC-300 memiliki sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan penggerak diesel hidrolik yang diletakkan di bagian atas lokomotif, sehingga kereta tetap dapat melaju meski rel tergenang air setinggi 1 meter.

"Selain itu, lokomotif CC-300 juga memiliki mesin sendiri dan mesin cadangan. Sehingga saat digunakan dalam rangkaian kereta api, tidak lagi memerlukan kereta pembangkit," terang Cholik.

Ia menambahkan, secara umum, saat ini PT INKA tidak hanya memproduksi lokomotif, namun juga kereta atau gerbong pesanan dari PT KAI dan juga negara asing.

Di antaranya 150 unit gerbong penumpang pesanan Bangladesh yang nilai kontraknya mencapai 72 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 900 miliar, kereta kedinasan, dan juga kereta ekonomi (K3) serta kereta eksekutif (K1) pesanan PT KAI.

"Pesanan PT KAI merupakan kereta yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran tahun 2016. Ini sedang digarap," kata dia. (Antara)


  ♙ suara  

Wacana Pengembangan Mobil Listrik Muncul Lagi

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/989822kapal-angkut-tank-3.jpgApa kabarnya mobil listrik selo bikinan ricky elson?

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuka kembali wacana pengembangan mobil listrik. Masukan dari berbagai pihak dikaji untuk pengembangan mobil listrik dalam negeri.

"Kami baru Focus Group Discussion (FGD) sekali, masih mencari masukan. Kita undang ada dari perguruan tinggi, industri, para pemangku kepentingan untuk menyamakan visi, bagaimana supaya industri mobil listrik bisa tumbuh. Belum terkerucut ke satu kesimpulan," kata Dirjen Industri Logal, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Pengembangan tidak akan dilakukan sendiri oleh pemerintah. Karena pemerintah hanya menyiapkan kebijakan-kebijakan untuk mendorong tumbuhnya industri mobil listrik. "Bukan pemerintah yang mengembangkan, kita cari jalan saja," ujarnya.

Menurutnya, kendala utama dalam pengembangan mobil listrik adalah belum adanya industri komponen untuk mobil listrik.

"Komponennya kita belum ada. Kalau mau bikin sekarang, komponennya impor semua. Harus ada industri baterainya dulu, motornya dulu," tutupnya. (wdl/wdl)

  detik  

Kamis, 25 Februari 2016

Tangkal Hacker

Pindad Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Inggris https://www.aktual.com/wp-content/uploads/2015/06/Kelompok-Hacker-Anonymous-Deklarasikan-Perang-Terhadap-Teroris.jpgIlustrasi (Foto: Istimewa) ☆

PT Pindad bersama dengan perusahaan pertahanan global asal Inggris, BAE Systems, bekerja sama dalam mengantisipasi kejahatan teknologi informasi dan mendukung penguatan ketahanan nasional dalam bidang siber.

Pindad bekerja sama dengan BAE System masuk ke satu kegiatan pertahanan dan keamanan siber,” kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/2).

Menurut Silmy, kesadaran dalam memperhatikan tata kelola dan keamanan siber masih rendah di Indonesia sehingga tingkat kejahatan seperti peretasan dinilai cukup tinggi.

Tingginya tingkat kejadian peristiwa tersebut, lanjutnya, didukung pula oleh pertumbuhan masif pengguna internet di Indonesia.

Kejahatan berbasis teknologi informasi, ujar dia, juga dapat dimasukkan sebagai ancaman non-konvensional yang bisa mempengaruhi kedaulatan suatu negara meski tidak adanya pelanggaran teritorial karena serangan itu dilakukan dari luar.

Dirut Pindad mengungkapkan, pihaknya secara bertahap mempersiapkan sumber daya manusia sekitar 20-100 orang dalam rangka memperkuat pertahanan dan keamanan siber tersebut.

Silmy juga mengutarakan bahwa pihaknya bakal merangkul “hacker” atau peretas agar mempertahankan kepentingan nasional termasuk dalam aspek ekonomi dan kedaulatan negara.

Dia mengingatkan bahwa negara lain telah lama mempersiapkan terkait hal tersebut, seperti lembaga siber nasional di Amerika Serikat yang karena pentingnya hingga dipimpin jenderal bintang empat, hingga Tiongkok yang memiliki angkatan siber.

Kami arahnya agar negara menjaga secara menyeluruh untuk kepentingan-kepentingan nasional,” katanya.

Silmy berpendapat, Pindad tidak masuk secara langsung kepada tatanan kebijakan tetapi bila “leading sector”-nya telah ditunjuk pemerintah, maka pihaknya juga sudah siap dalam mendukungnya.

Dirut Pindad juga mengingatkan, selain kerja sama dengan luar negeri, pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan lokal swasta kecil yang memiliki perhatian terhadap permasalahan tersebut.

Data dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure mencatat terdapat 48,8 juta serangan siber pada 2014.

Hal itu, ujar dia, menjadi peluang bagi Pindad untuk memaksimalkan potensi penggunaan kembar (“dual use”) teknologi dalam menyediakan pertahanan berbasis teknologi informasi melalui kerja sama strategis dengan BAE Systems.

Kami melihat ‘cyber-security’ sebagai suatu potensi yang dapat dioptimalkan dalam penyediaan proteksi dan pertahanan bagi aset strategis serta perekonomian nasional,” katanya. (Ismed)

  aktual  

Rio Haryanto Akhirnya Membuat Debut Bersama Manor di F1

Pembalap Indonesia perdana jajal kompetisi F1http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/111456312403.jpgRio Haryanto bersiap menjajal mobil F1 bersama Manor Racing di sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 23 Februari 2016 waktu setempat. (Twitter @ManorRacing)

Pembalap kebanggaan Indonesia Rio Haryanto akhirnya melakukan debut bersama Tim Manor Racing di Formula 1, Rabu (24/2). Meski baru menjalani tes pertama pramusim, Rio yang berada di belakang kemudi tim Manor Racing sepertinya terlihat tidak canggung lagi.

Rio keluar dari garasi bersama MRT05 pada pukul 10:20 waktu Barcelona.

Sebelum tes dimulai, Tim Manor melalui akun Twitter terlihat begitu antusias menantikan hasil tes Rio bersama MRT05.

Bukan pertama kalinya pembalap Indonsia menjajal mobil F1, tapi ini pertama kalinya menjalani tes pertama sebagai driver#F1 driver. Menyenangkan.

Ya, ini sebenarnya ini bukan pertama kalinya Rio menjajal jet darat F1. Dia sebelumnya pernah mengemudikan mobol F1 bersama V6 Power Unit dalam tes di Marussia tahun 2012.

Rio sebelumnya dijadwalkan akan menjalani tes pertamanya kemarin, namun rencana berubah.


  ✈️ Berita Satu  

Kemenperin dorong industri otomotif kembangkan mobil listrik

”Masih terbuka peluang untuk pengembangan mobil listrik secara mandiri oleh industri dalam negeri karena teknologinya masih berkembang dan belum ada pemain yang dominan di industri ini” http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgDirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan memberikan sambutan pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Mobil Listrik di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 24 Februari 2016. (Antaranews/Humas Kementerian Perindustrian)

Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri otomotif nasional mulai mengembangkan mobil listrik, mengingat tren kendaraan masa depan menuju konsep yang hemat energi dan ramah lingkungan.

Demikian disampaikan Dirjen Industri Logam, Mesin, AlatTransportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan dalam sambutannya pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Mobil Listrik di Jakarta, Rabu.

Masih terbuka peluang untuk pengembangan mobil listrik secara mandiri oleh industri dalam negeri karena teknologinya masih berkembang dan belum ada pemain yang dominan di industri ini,” kata Putu melalui siaran pers.

Di samping itu, pengembangan mobil listrik sebagai salah satu komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya menurunkan emisi sebesar 29 persen di bawah business as usual pada tahun 2030.

Hingga saat ini, populasi mobil listrik di dunia sekitar 4 juta unit dan diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 10 juta unit.

Menurut Putu, agar industri otomotif dalam negeri dapat terus berdaya saing, pengembangannya harus sinergi dengan tuntutan pasar. “Mobil listrik ini menjadi target market untuk pengembangan industri otomotif kita ke depan. Kalo tidak diantisipasi perkembangan teknologi ini, hanya menjadikan kitasebagai pengguna,” tuturnya.

Ia menyampaikan, teknologi kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan mengarah kepada advance diesel/petrol engine, bahan bakar alternatif (biofuel), bahan bakar gas (CNG atau LGV), kendaraan listrik, hybrid, dual fuel (gasoline-gas) dan fuelcell (hydrogen).

 Perlu sinergi kembangkan mobil listrik 


Diperlukan sinergi dukungan berbagai instansi terkait untukmelakukan penelitian dan pengembangan serta penetapan regulasi terkait perkembangan teknologi tersebut.

Demikian disampaikan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan dalam sambutannya pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Mobil Listrik di Jakarta, Rabu.

Untuk mobillistrik, teknologi yang perlu dikembangkan antara lain charging station, battery, dan motor listrik,” ungkap Putu.

Saat ini, Kemenperin telah membuat langkah strategis yang disebut triplex helix, merupakan kolaborasi antara pemerintah dengan asosiasi industri dan akademisi. “Bila perlu kerja sama yang selama ini sudah terjalin dapat terus diperkuat dalam pelaksanaan development bersama,” ujarnya.

Putu juga memastikan, pihaknya siap memfasilitasi pembetukan engineering center. “Kita harus berbagi peran agar bisa saling mengisi. Misalnya ada institusi yang fokus pada pengembangan battery, fokus pada pengembangan motor atau fokus pada charging station, dan lain-lain,” pungkasnya.

 Dorong prinsipal bangun industri komponen 
http://blog.anekamotorindo.com/wp-content/uploads/2015/09/mobil-listrik-selo.jpgApa kabar Mobil listrik Indonesia, 'Selo'?

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, meminta para prinsipal otomotif untuk membangun industri komponen yang berpusat di Tanah Air agar Indonesia tidak perlu mengimpor dari negara lain.

"Kami meminta pada prinsipal untuk mendorong industri komponennya agar dibangun di Indonesia," kata Husin usai Rapat Koordinasi Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Dia mengatakan, saat ini industri komponen yang ada di Indonesia baru berjumlah 1.000 industri sementara di Thailand sudah mencapai 3.000 industri komponen.

Kekurangan jumlah pemain dalam industri komponen membuat Indonesia terpaksa melancarkan impor suku cadang dari negara lain, Thailand misalnya.

"Saat ini alat-alat komponen lainnya pun masih impor, makanya kami dorong untuk terus bertumbuh," kata Husin.

Kementerian Perindustrian tidak pernah jenuh untuk meminta para pabrikan otomotif Jepang dan Tiongkok alias China yang sedang membangun industri otomotif di Indonesia supaya sekaligus membangun pabrik suku cadang.

"Kami ajak Jepang, atau Tiongkok yang sedang membangun industri otomotifnya di Indonesia," ucap dia.

Husin yang pada pekan lalu mengunjungi pabrik Toyota, Mitsubishi dan pengusaha komponen di Osaka mengatakan siap mengundang mereka ke Indonesia pada bulan depan untuk menjajaki industri kecil menengah di bidang otomotif hingga industri makanan dan minuman.

"Kemarin saya baru pulang dari Jepang, melihat pabrik Toyota dan Mitsubishi dan bertemu dengan beberapa pengusaha UKM di Osaka yang berencana bulan depan akan ke Indonesia," kata dia.

 Pertumbuhan industri otomotif dinilai semakin baik 

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan, pertumbuhan industri otomotif di Indonesia semakin membaik ditandai dengan penambahan investasi pabrikan otomotif di Tanah Air.

"Industri otomotif memang pertumbuhannya baik. Salah satunya karena Toyota berinvestasi mulai 2015 sampai 2019 dengan nilai sekitar Rp 20 triliun," kata Husin, usai Rapat Koordinasi Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri, di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

"Pada 2015 mereka sudah mengeluarkan Rp 5 triliun dan pada 2016 ini akan menambah investasi Rp 5,4 triliun," lanjut Husin.

Menurut data Kementerian Perindustrian, Toyota menguasai 31 sampai 32 persen pasar di Indonesia. Toyota telah mewujudkan investasi Rp 40 triliun di Indonesia hingga 2014 sedangkan untuk periode 2015 sampai 2019 Toyota tengah merampungkan pabrik mesin di Karawang.

Husin juga mengapresiasi langkah pabrikan otomotif lain yang serius berinvestasi di Indonesia dengan membuka pabrik baru baik untuk perakitan maupun suku cadang.

"Mitsubishi sudah membangun pabrik baru dengan nilai investasi Rp 6 triliun, Isuzu Rp 3,5 triliun dan Wuling (pabrikan Tiongkok) mengeluarkan nilai investasi Rp 11 triliun," jelas Husin.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan kementerian lain untuk menjaga iklim investasi di Indonesia tetap kondusif sehingga investor tidak lari ke negara tetangga.

"Jika di Vietnam ada insentif, investornya akan lari ke sana. Jadi kami harus berlomba dengan mereka. Pada intinya kami berkoordinasi lintas kementerian guna menciptakan iklim investasi dunia usaha agar lebih kondusif dan nyaman," kata dia.

  ★ antara  

Industri Pertahanan dan Keamanan Austria Kunjungi Pindad

Bertempat di Auditorium Gedung Direktorat Pindad dilaksanakan kunjungan dari grup industri pertahananan dan keamanan Austria yang terdiri dari Austrian Insitute of Technology (AIT), Austrian Defence & Security Industry (WKO), BMVIT, Frequentis, Oberaigner Powertrain, Rosenbauer, Steyr Mannlicher, Scotty, Special Purpose Powertrain dan Trumer Schutzbauten. Maksud kunjungan adalah dalam rangka menjalin Kemungkinan kerja sama antara perusahaan-perusahaan di sektor pertahanan dan keamanan dari Austria tersebut dengan Pindad. Rombongan diterima oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan, Ade Bagdja serta Kadiv Pengembangan Bisnis, Yayat Ruyat.

Dalam paparannya, Yayat Ruyat memperkenalkan mengenai lingkup bisnis Pindad beserta produk yang dihasilkannya saat ini, termasuk kerjasama yang pernah dilakukan dengan beberapa perusahaan di bidang industri pertahanan dan keamanan dari luar negeri. “Kami saat ini mengembangkan tank boat serta turret untuk Badak bekerjasama dengan perusahaan dari luar, selain itu juga terdapat ekskavator di sektor produk komersial. Pengembangan saat ini juga difokuskan ke munisi dan senjata kaliber besar serta Tank”, tutur Yayat.

Pimpinan rombongan Delegasi Austria, Reinhard Marak, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan berbagai produk Pindad dan membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan industri sejenis dari Austria. ”Perkembangan produk Pindad sangat menarik dan terbuka kemungkinan untuk bekerja sama dengan industri pertahanan dan keamanan Austria yang juga berkembang pesat, terdapat sekitar 100 perusahaan yang berkecimpung di sektor tersebut”, tutur Reinhard.

Beberapa perusahaan dari Austria menyampaikan paparan singkat mengenai spesialisasi produknya, kelebihannya, serta kapasitas produksinya. Rombongan kemudian mengunjungi fasilitas produksi Divisi Kendaraan Khusus dan Display senjata sebelum meninggalkan komplek PT Pindad (Persero).

Pindad membuka ruang untuk bekerja sama selama sejalan dengan rencana dan kebutuhan perusahaan, sesuai visi perusahaan untuk menjadi produsen peralatan pertahanan dan keamanan terkemuka di Asia pada tahun 2023 melalui inovasi produk dan kemitraan strategik. (Ryan)
 

  Pindad  

Rabu, 24 Februari 2016

Jokowi Bakal Alokasikan Dana Alutsista TNI Lebih Tinggi

Bisa mencapai 250 Triliun Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas mengenai penguatan TNI. Ia pun memberi isyarat untuk menambah anggaran TNI, terutama untuk memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Saya menyadari untuk membangun TNI yang profesional dan disegani harus mampu memenuhi alusista pada 3 matra secara terpadu," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Dia menjelaskan, anggaran TNI terus meningkat dari waktu ke waktu. Awalnya, anggaran hanya 0,78 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB), kemudian naik menjadi 0,89 persen, dan terakhir 1,1 persen dari PDB.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berjanji, persentase lebih besar bisa diberikan bila perekonomian dalam negeri makin baik.

"Ke depan kalau pertumbuhan ekonomi terus naik, paling tidak di atas 6 persen, maka akan muncul angka 1,5 persen dari PDB, ini angka yang sangat besar hitungan saya tadi mungkin bisa capai Rp 250 triliun," tutur ayah 3 anak itu.

Anggaran lebih besar ini juga harus diikuti dengan perencanaan yang betul-betul matang. Pembelian alusista pun harus memperhatikan produk dalam negeri.

"Kita lihat memang belanja-belanja yang ada sudah porsi-porsi, belanja barang, belanja pegawai, alusista, saya kira sudah baik. Tapi sekali lagi bahwa perencanaan harus matang, detail dalam sebuah strategi pembangunan kekuatan kita seperti apa. Ini yang kita inginkan ke depan," papar Jokowi.

 Kekuatan TNI

Sementara itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung menambahkan, tujuan dari rapat terbatas ini untuk mengetahui seberapa kuat TNI dalam menjaga Indonesia. Oleh karena itu, seluruh pihak yang bersangkutan diundang dalam rapat ini.

"Presiden ingin mengetahui seberapa jauh kekuatan yang dimiliki TNI untuk mengamankan dan mempertahankan negara seluas ini, apalagi seperti kita tahu Indonesia adalah negara kepulauan, dengan demikian kesiapan dini alusista kita jadi penting," tutur Pramono.

Dia menuturkan, rapat ini termasuk penting untuk dibahas. Sebab, penguatan TNI berarti memperkuat ketahanan dan pertahanan dalam negeri.

"Tentunya sangat urgen, kekuatan itu kan mencerminkan karena sekarang ini kita di dalam dunia internasional dalam dunia global. J‎adi dalam konteks itulah kemudian diperlukan TNI yang kuat, alutsista yang kuat prajurit siap tempur," tandas Pramono.

Turut hadir Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan 3 Kepala Staf TNI.

  ★ Liputan 6  

[Video] Combat CAT

North Sea Boats / PT Lundinhttp://4.bp.blogspot.com/-sO--j049ZJU/UCopd7pcgdI/AAAAAAAAdJs/RYsLofLOEOQ/s1600/x38_combat_i_3_b.jpgX 38 Combat CATLOA : 11.5 meterBeam : 4.8 meter
Draught : 0.8 meter

Personal
Crew : 4Troop : 16

Fuel capacity : 1000 literEngine 2x DF 300 SuzukiSpeed : 40+ knotsRange : 250 - 300 nm 



  Indonesia Teknology  

Jokowi Ingin Produk Alutsista Indonesia Semakin Kompetitif

Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet terbatas (ratas) tentang penguatan TNI. Salah satu yang akan dibahas adalah mengenai alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Seskab Pramono Anung menyatakan pemerintah akan mendorong produksi alutsista dalam negeri. Produsen alutsista tersebut di antaranya adalah PT PAL, PTDI, dan PT Pindad.

"Semua kita dorong bukan hanya kepentingan dalam negeri tapi juga produksi luar negeri dan kami meyakini selain kita lakukan dua hal yang selalu disampaikan presiden tujuan utamamya adalah membuat produk-produk Indonesia semakin kompetitif," kata Pramono di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Menurut Pramono, Presiden ingin TNI diperkuat karena TNI bertugas untuk mempertahankan negara.

"Tentunya sangat urgent (penting, -red). Kekuatan itu kan menjadi mencerminkan sekarang ini kita dalam dunia internasional, dalam konteks itulah kemudian diperlukan TNI yang kuat, alutsista yang kuat, dan prajurit siap tempur," imbuh Pramono.

"Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan alutsista yang kuat," kata Seskab. Semua matra di TNI pun diundang dalam rapat kali ini.

"Presiden ingin tahu seberapa jauh kekuatan yang dimiliki TNI untuk mengamankan dan mempertahankan negara," ungkap Pramono. (bag/aan)
 

  detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More