N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 31 Agustus 2016

Kementerian Pertahanan Bahas Ulang Anggaran Satelit Pertahanan

Ilustrasi Satelit Militer (Lockheed Martin)

Kementerian Pertahanan kembali membahas rincian anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan satelit pertahanan. Hal itu dilakukan setelah anggaran yang diajukan Kementerian Pertahanan sebesar US$ 849 juta untuk pengadaan satelit itu dianggap terlalu tinggi oleh Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat. "Kementerian Pertahanan mempelajari, apakah memang terlalu tinggi, (dipelajari juga) apa yang dinyatakan tinggi," ucap Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda Leonardi saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 Agustus 2016.

Kementerian masih mengkaji hal-hal yang dianggap terlalu tinggi oleh DPR. "Apakah ada pembanding spesifikasi yang sama dan lebih murah?" Ia berjanji akan menyampaikan hasil kajiannya.

Pembahasan ulang soal anggaran itu akan dimulai pekan depan. Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat memberi tenggat waktu tiga pekan kepada Kementerian untuk membahas rincian teknis dan spesifikasi serta menentukan harga pembelian satelit pertahanan.

Wakil Ketua Komisi Pertahanan Tubagus Hasanuddin menuturkan anggaran pengadaan satelit pertahanan bisa lebih murah. Ia menyebutkan pengeluaran bisa ditekan hingga US$ 650 juta atau malah lebih murah lagi.

"Kemarin juga belum jelas kegunaan, jangkauan, dan kebutuhannya. Koordinasi dengan TNI juga belum detail," ujar Hasanuddin di gedung DPR, Jakarta, Senin kemarin. Komisinya, tutur dia, sudah membentuk tim yang akan memonitor pembahasan anggaran.

Seusai rapat koordinasi Kementerian dengan Komisi Pertahanan kemarin, Hasanuddin mengatakan anggaran Rp 1,3 triliun untuk satelit yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 akan diatur penggunaannya.

Sebanyak Rp 300 juta, ucap dia, akan digunakan untuk memperpanjang sewa satelit selama tiga tahun. Sedangkan Rp 1 triliun sisanya akan digunakan dengan beberapa persyaratan.
 

  Tempo  

Proyek Terminal 3 Bandara Juanda Berkonsep Reklamasi Pantai

75% menggunakan tanah reklamasi Sebagian besar lahan yang digunakan untuk pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda dengan luas 6.000 hektar nantinya akan menggunakan tanah reklamasi. Hanya 2.000 hektar yang dibangun di atas lahan milik Bandara Juanda.

Menurut rencana, Terminal 3 tersebut akan berada di sisi timur Terminal 1. Lokasinya yang menjorok ke laut membuat proyek tersebut menerapkan konsep reklamasi pantai. Terminal 3 ini nantinya juga akan diapit dua landasan pacu dan dilengkapi dengan 164 garbarata atau pintu menuju pesawat.

Dengan kapasitas itu, Terminal 3 diproyeksikan bisa menampung sekitar 70 juta orang per tahun. Secara keseluruhan, daya tampung Bandara Juanda nantinya bisa mencapai angka 150 juta penumpang per tahun.

Untuk merealisasikan proyek ini, total biaya yang dikeluarkan ditaksir mencapai Rp8 triliun. “Perluasan itu bertujuan meningkatkan layanan jasa penerbangan kepada masyarakat,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono.

Dari sisi dokumen, proyek tersebut sudah menyelesaikan perizinan dan prosedur administrasi di tingkat daerah maupun provinsi. Kini, prosedur administrasi hanya menyisakan izin dari pusat. “Kabar terakhir, bola berada di pusat,” sambung Yuwono.

  ★ juandaairport  

Pertamina EP Perkenalkan Teknologi Baru untuk Kegiatan Seismik

Teknologi Vibro SeismikTeknologi Vibro Seismik, Pekerja menggunakan Kendaraan Vibro Seismik untuk melakukan perekaman data saat Survei Seismik Akasia Besar di Arahan, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (28/8/2016). Penggunaan teknologi truk Vibro Seismik milik Pertamina EP tersebut mampu melakukan perekaman data seismik melalui getaran di area padat penduduk serta perkotaan untuk eksplorasi migas tanpa merusak lingkungan. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Tim eksplorasi Pertamina EP mengelar sosialisasi Survei Seismik 3D Akasia Besar bersama camat, lurah dan sejumlah kepala desa se-Kabupaten Indramayu di kantor Kecamatan Indramayu, Kamis (14/1). Sosialiasai tersebut dilakukan untuk memperkenalkan alat vibroseis untuk melakukan kegiatan seismik. Teknologi baru tersebut mampu menghasilkan data seismik di area padat penduduk seperti di perkotaan.

Chief Humas Seismik Pertamina EP, Salahudin Achmad mengatakan, pelaksanaan seismik 3D ini tujuannya untuk memperoleh data struktur lapisan bawah permukaan bumi dengan metode geofisika yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi penambahan jumlah cadangan migas di wilayah Jawa Barat.

Dia menjelaskan, Dalam kegaitan seismik, pihaknya juga mengunakan alat teknologi baru yakni vibroseis atau vibrator yang digunakan sebagai sumber getar yang diperlukan dalam rangka survei sesmik di wilayah perkotaan. Getaran tersebut kemudian menjadi gelombang yang direkam dan pada akhirnya menggambarkan struktur bawah permukaan bumi. “Kami menjamin getaran vibroseis tidak akan mengganggu rumah penduduk,” ungkapnya.

Dia mengatakan, alat teknologi canggih ini didatangkan untuk membuat getaran dari suatu sumber getar yang kemudian direkam dan akan merambat ke segala arah di bawah permukaan bumi sebagai gelombang. Lalu gelombang yang mengenai lapisan-lapisan batuan akan mengalami pemantulan, pembiasan, dan penyerapan. Sehingga Respon bantuan terhadap gelombang yang datang akan berbeda-beda tergantung sifat fisik batuan yang meliputi densitas, porositas, dan umur batuan.

"Gelombang yang dipantulkan, kemudian akan ditangkap oleh alat yang bernama geophone yang diletakkan di atas permukaan tanah dan diteruskan ke instrumen untuk direkam. Dari rekaman itu akan diketahui suatu penampang seismik atau gambaran mengenai struktur lapisan bawah permukaan bumi," ungkapnya.

Sementara Lurah Margadadi, Kecamatan Indramayu, Suwandi mengatakan, pihaknya tidak keberatan dengan kegiatan seismik. Meski sosialisasi yang diikuti bersama rekan lurah dan kuwu lainnya baru dilakukan. "Selama kegiatan itu untuk kesejahteraan rakyat, kami mendukung program seismik ini. Kalau untuk kemakmuran rakyat kenapa tidak saya dukung," katanya.

Hal henada juga diungkapkan Camat Indramayu, Sugeng Heryanto. Pihaknya siap memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kegiatan seismik itu tidak identik dengan menggunakan bahan peledak. Sosialisasi ini merupakan upaya untuk mengeliminasi jika terjadi dampak. Termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat jika program pemerintah ini tidak membahayakan.

"Semula kami menyangka jika kegiatan siesmik itu menggunakan bahan peledak. Namun setelah mengikuti sosialisasi ternyata sangat sedikit risikonya. Jika ada dampak, namun mereka pun sudah menyiapkan ganti rugi," pungkasnya. (AGS)
 

  Antara  

Mencapai Penguasa Laut

⚓️ Galangan Kapal Perang Indonesia Melayani Dunia Matahari pagi bersinar terang di Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur, melukis kilauan laut dengan sangat indah, kapal perang abu-abu berlabuh di sepanjang pelabuhan besar. Salah satu sisi berdiri satu kapal besar berwarna merah, diperiksa oleh puluhan orang di seluruh permukaannya masih belum selesai.

Ini adalah pekerjaan yang sedang berjalan, pembangunan kapal perang kedua sealift strategis vessel [SSV] yang akan dikirimkan ke Filipina,” ujar seorang pria berpakaian seragam biru langit dan topi putih mengatakannya dengan bangga.

M. Firmansyah Arifin, adalah presiden direktur galangan kapal milik negara PT. PAL Indonesia (PAL). Dia mengajak tim thejakartapost.com ke lapangan luas milik perusahaan galangan kapal PAL.

PAL memenangkan kontrak 90 juta dollar dalam tender internasional, mengalahkan delapan negara lain untuk membangun dua kapal perang Angkatan Laut Filipina pada tahun 2012. Kapal kedua, yang masih dalam pembangunan, diharapkan akan dikirimkan ke Manila Mei mendatang.

Keberhasilan SSV Tarlac merupakan dorongan kepercayaan untuk industri galangan kapal negara yang berusaha untuk membuktikan dirinya di mata sendiri dan orang-orang di dunia.

Foto Proyek SSVProgres SSV ke-2 (thejakartapost)

PT PAL telah lama mengandalkan pesanan dari pemerintah untuk kapal patroli Angkatan Laut dan feri antar pulau. Perusahaan juga telah membuat kapal-kapal tanker untuk perusahaan energi negara PT Pertamina sebagai bagian dari kerjasama antara perusahaan milik negara.

Didirikan sebagai perusahaan milik negara pada tahun 1980, PAL memiliki empat lini bisnis termasuk divisi kapal komersial, divisi kapal perang, divisi perbaikan dan pemeliharaan, serta divisi rekayasa umum. Portfolio perusahaan meliputi kapal perang, kapal patroli cepat, kapal tunda, kapal tanker, kapal nelayan, kapal research and training, kapal kargo, kapal dagang, kapal feri penumpang dan kapal pembangkit listrik.

Meskipun memiliki pengalaman yang luas, perusahaan mulai berjuang pada masalah keuangan, terutama selama krisis keuangan 1997-1998, ketika menghentikan pembuatan kapal sama sekali, hanya divisi operasi perbaikan dan pemeliharaan yang berjalan.

Momentum PAL naik, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo ”Jokowi”, yang telah bersumpah bahwa Indonesia akan muncul sebagai kekuatan maritim, yang dituangkan dalam visinya di Nawa Cita (sembilan agenda) prinsip-prinsip pembangunan di pemilu tahun 2014. Sebagai kepulauan terbesar di dunia, negara sekarang menempatkan industri maritim dalam posisi penting.

Bagian dari visi Jokowi adalah untuk mengubah Indonesia menjadi titik tumpu maritim global, konsep ambisius dari “jalan raya maritim” yang tidak hanya mencakup transformasi dan koneksi jalur perdagangan laut negara dan port, tetapi juga penguatan kekuatan pertahanan maritim untuk melindungi wilayahnya yang luas.

Kami ingin menjadi perusahaan galangan kapal kelas dunia. Oleh karena itu, semua upaya dan program kami dirancang untuk mengejar tujuan itu,“ kata Firmansyah, yang telah memimpin perusahaan selama empat tahun terakhir.

Februari 2012 menandai awal baru bagi PAL, pemerintah menunjuk direksi baru dan mengalokasikan Rp 150 miliar untuk merevitalisasi fasilitas produksi PAL dan memodernisasi peralatannya. Tahun itu, total dana sebesar Rp 648 miliar dari suntikan modal negara (PMN) yang disediakan untuk merubah PAL.

Sejak diresmikan pada tahun 2012, Firmansyah mengaku telah mengarahkan PAL untuk secara aktif mengejar pengetahuan dan keterampilan melalui transfer teknologi dengan perusahaan mapan dari negara maju termasuk Korea Selatan dan Belanda.

 Kecepatan Penuh 
Foto Kapal PKRMeskipun PAL memproduksi kapal komersial dan angkatan laut, pemerintah telah menugaskan perusahaan untuk fokus pada pengembangan dan pembangunan kapal angkatan laut sejalan dengan modernisasi sistem pertahanan persenjataan utama Indonesia untuk militer.

PAL telah ditempa untuk memajukan sumber daya manusia dan fasilitas untuk membangun kapal perang yang lebih baik dalam beberapa tahun terakhir, dengan proyek-proyek saat ini terkonsentrasi pada manufaktur dua Perusak Kawal Rudal (PKR), atau guided-missile frigate, dengan galangan kapal Belanda dan tiga kapal selam dengan perusahaan Korea Selatan, semua dibeli oleh Angkatan Laut Indonesia.

Perusahaan memiliki dua tujuan utama untuk Indonesia, yaitu untuk menjadi lebih mandiri dalam membangun kapal perang dan memenuhi persyaratan persenjataan angkatan laut serta dapat mengekspor lebih banyak produk dalam negeri, ungkap Firmansyah.

Salah satu hal yang saya fokuskan adalah bagaimana menjadi lebih baik di dunia internasional tanpa harus mengabaikan domestik,” katanya, menambahkan bahwa ambisi global akan mulai dengan pasar Indonesia sendiri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menunjukkan bahwa ekspor SSV Tarlac menandai waktu yang tepat bagi Indonesia untuk merebut momentum, untuk mengambil tempatnya di industri perkapalan global. Eropa dan Amerika Serikat telah mendominasi industri perkapalan global sejak 30 tahun yang lalu sebelum Jepang mengembangkan industrinya, diikuti oleh Korea Selatan dan sekarang China, ungkap Wakil Presiden.

Sekarang adalah waktu untuk Indonesia, melalui PT PAL di Surabaya dan galangan kapal lainnya di Batam di Kepulauan Riau, untuk membuktikan fakta bahwa Indonesia, sebagai negara maritim, mampu menghasilkan kapal canggih seperti ini,” katanya di upacara pelepasan pada bulan Mei.

Firmansyah mengatakan beberapa negara maju tersebut telah mulai meninggalkan dalam industri manufaktur, dan dengan demikian, telah membuka jalan bagi Indonesia untuk menyambar dan mengembangkan statusnya sendiri di dunia.

Industri perkapalan dikenal sebagai Three Ds: dark, dirty and dangerous’, dan beberapa negara telah mengalihkan fokus mereka, mungkin untuk industri teknologi yang lebih tinggi, ke arah desain daripada aspek manufaktur.” ~ Muhammad Firmansyah Arifin, CEO PT PAL Indonesia.

PAL akan merebut saat ini dengan berfokus pada dua aspek, kata Firmansyah. Pertama, perusahaan akan berkolaborasi pada sisi pengembangan teknis dengan perusahaan yang lebih berpengalaman dari Eropa, Jepang dan Korea Selatan. Pada saat yang sama, ia juga akan melakukan berbagi pemasaran dengan pihak asing untuk menembus ke daerah lain, termasuk Asia dan Afrika, untuk mengalihkan fokus dari kapal buatan Eropa.

Ketika ditanya apakah Indonesia bisa bersaing secara global, Firmansyah menjawabnya dengan tegas.

https://2.bp.blogspot.com/-LmJJpUv1DyA/V8WESk2G0kI/AAAAAAAAI4g/dMUsrhfr1kYDJLut6B2YVVVy_DOV_suLwCLcB/s1600/philippine-navyphilstar.jpgBRP Tarlac (philstar)

Pengiriman SSV pertama ke Filipina menarik perhatian internasional, menyemangati sampai telinga angkatan laut asing yang diberitahu tentang suksesnya pelayaran perdana kapal tersebut. Perwakilan dari negara-negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah telah menunjukkan minat dalam menempatkan pesanan kapal perang PT PAL, Firmansyah mengatakannya pada media namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Perusahaan berharap bahwa dengan transfer keahlian teknologi lanjutan, dapat melontarkan kualitas produk Indonesia menjadi lebih tinggi, baik untuk kapal komersial dan angkatan laut.

SSV merupakan hasil kerjasama dengan perusahaan Korea Selatan Dae Sun Shipbuilding, dalam kontrak yang ditandatangani pada bulan Desember 2004 senilai 150 juta dollar. Kesepakatan termasuk pembangunan empat kapal landing platform dock (LPD), nama untuk jenis SSV yang digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia, pada tahun 2010. PAL kini menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh melalui proyek tersebut untuk menghasilkan jenis kapal yang sama untuk dijual ke luar negeri.

 Mencapai Lebih Dalam 
https://2.bp.blogspot.com/-KilNSP58unM/Vu6Be00wTLI/AAAAAAAAENY/R49xgaWcPZsUDf0FVoiRvTHtNgMY6DL_w/s1600/Type_209_1200_Submarine_KRI_Nagabanda_403_DSME_PT_PAL_TNI_AL_Indonesia_2.jpgPAL saat ini bekerja dengan dua perusahaan asing, untuk menghasilkan sebuah kapal selam yang akan ditambahkan ke portofolio. Dalam hal ini berkolaborasi dengan Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering (DSME) Korea Selatan untuk membangun tiga kapal selam Chang Bogo class. Dalam hal ini juga bekerja sama dengan galangan kapal Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNs) Belanda untuk membangun dua SIGMA 10514 kapal Perusak Kawal Rudal (PKR).

Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak senilai 1,07 milyar dollar dengan DSME pada 2011 untuk membeli tiga kapal selam Bogo Chang Class. Sesuai dengan kontrak, dua kapal selam akan dibangun di Korea Selatan bekerja sama dengan PAL, sementara kapal selam ketiga akan sepenuhnya dibangun di fasilitas PAL di Surabaya.

Saat ini, operasi manufaktur masih terus berlangsung di Korea Selatan, sementara pada saat yang sama, fasilitas PAL sedang dibangun dalam persiapan dan diperkirakan akan siap pada bulan November tahun ini. Proyek ini diharapkan dapat diselesaikan pada 2018, kata Firmansyah.

https://2.bp.blogspot.com/-vQKgjTuGO0c/V8HnbIejm8I/AAAAAAAAI3E/s1wuWyM4Yo4i0mE3cq5PqPtJXU8Lsdr9QCLcB/s1600/1417875_babycelong.JPGKRI RE Martadinata 331 (babycebong)

Kapal ini dilengkapi dengan sistem manajemen platform yang canggih yang memungkinkan operasi, sistem kontrol dan monitoring kapal. Hal ini dilengkapi dengan baik, state-of-the-art sensor dan paket senjata dalam pertempuran udara, permukaan dan ancaman sub-permukaan. Untuk membela diri, kapal ini juga dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik yang komprehensif.

Mantan menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro menghadiri proyek pemotongan baja pertama pada tahun 2014 untuk menandai dimulainya pembangunan kapal, yang berlangsung di Belanda dan di Indonesia.

Ini adalah bagian dari visi jangka panjang dari pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri sendiri untuk menghasilkan kualitas tinggi kapal angkatan laut yang maju,” kata manajer proyek Damen Tijs Buijs.

Desain, rekayasa, pembelian dan pembuatan modul sedang dilakukan di Vlissingen, Belanda. Karyawan dari PAL telah dikirim ke Vlissingen untuk dilatih dalam aspek seperti perencanaan, manajemen proyek, dan teknik, sementara di Surabaya, pelatihan yang dilakukan oleh Damen untuk tukang las, tukang baja, tukang pipa, outfitters, koordinator produksi dan insinyur mekanik.

Buijs mengatakan kapal angkatan laut itu sangat kompleks dan menimbulkan tantangan selama proses manufaktur, terutama karena itu adalah pertama kalinya bagi PAL dalam membangun frigat.

Ini tidak selalu mudah dan butuh beberapa waktu untuk membiasakan diri satu sama lain, tapi kerjasama kami hari ini didasarkan pada kepercayaan dan persahabatan,” katanya, mencatat bahwa Indonesia bisa bangga pada frigat generasi berikutnya.

Namun, Buijs menggarisbawahi perlunya perbaikan terus-menerus di semua sektor jika Indonesia bertujuan untuk menjadi produsen kapal perang terkemuka, terutama mengingat potensi besar pasar pembuatan kapal dalam negeri. Dia menyarankan Indonesia untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang merencanakan pembangunan armada baru serta meningkatkan penelitian dan inovasi dalam teknologi kapal perang terus-menerus.

Potensi ini pasti ada dan Indonesia bergerak pada trek yang benar untuk memulai memanfaatkan dan mengembangkan potensi ini,” kata Buijs.

Adapun tantangan perusahaan yang masih dihadapi, Firmansyah mendesak pemerintah untuk mengembangkan industri dalam memproduksi komponen kapal dan bahan lokal dalam rangka untuk memotong biaya, karena mayoritas bagian-bagian yang masih diimpor dari Eropa, Jepang dan Korea.

Dia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam hal pembiayaan proyek-proyek besar, yang membutuhkan investasi besar-besaran.

Namun, ia tetap optimis.

 Generasi Baru 
Foto AerialAreal PT PAL (thejakartapost)

Dalam rapat kabinet terbatas yang diadakan onboard kapal perang Imam Bonjol di perairan Natuna Kepulauan Riau pada bulan Juni, Jokowi menyoroti keinginan untuk meng-upgrade pertahanan maritim bangsa. Langkah ini mengirim pesan yang jelas tentang keseriusan Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan integritas teritorial, khususnya di daerah-daerah yang berbatasan dengan negara-negara lain.

Saya meminta militer dan Bakamla [Dewan Keamanan Laut] untuk meng-upgrade kemampuan mereka untuk menjaga wilayah perairan kita dalam hal teknologi, peralatan, radar dan kesiapsiagaan,” kata Jokowi dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan.

Firmansyah yakin bahwa industri perkapalan akan terus tumbuh di masa depan dan bahwa PAL akan mampu memenuhi peningkatan permintaan, menguraikan visinya sendiri bahwa pada tahun 2020, Indonesia akan mampu membangun semua frigat dan kapal selam lokal. Dia menamai visi tersebut dengan “New Generation”, di mana desain dan proses perakitan akan dilakukan dengan lancar.

Diharapkan mereka yang sekarang berpartisipasi dalam transfer proyek teknologi, dan mereka masih relatif muda, dapat menularkan pengetahuan sebagai mentor untuk generasi masa depan,” katanya. [thejakartapost]

  ⚓️ Garuda Militer  

Selasa, 30 Agustus 2016

Barata Indonesia Ekspor ke AS dan Meksiko

http://berita.beritajatim.com/brt271458614.jpgPT Barata Indonesia (Persero) melakukan ekspor komponen kereta api (KA) ke dua negara, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Ekspor tersebut sebagai pemenuhan kontrak jangka panjang (2011 – 2021) yang dilakukan perusahaan yang berkantor pusat di Gresik, Jawa Timur tersebut dengan perusahaan Standart Car Truck Company yang berkantor di Illinois, AS.

Barata Indonesia memiliki beberapa bidang usaha, salah satunya di bidang casting (pengecoran logam), seperti komponen kereta api untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Penjualan ekspor Barata per tahun sekitar USD10 juta, atau sekitar 20% dari total penjualan.

"Untuk memenuhi standar kualitas ekspor, pabrik pengecoran milik PT Barata Indonesia telah memiliki sertifikat AAR (Association of America Railroads) sebagai syarat untuk bisa menembus pasar ekspor ke AS dan Kanada," ujar Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Slimy Karim dalam keterangan tertulis, Rabu (24/8/2016).

Dia menyampaikan, ke depan penjualan ekspor akan terus ditingkatkan. Salah satunya dengan merehabilitasi dan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan yang berdiri pada 1901 itu.

Kami sedang dalam tahap persiapan akhir dalam rangka realisasi perencanaan investasi yang dibutuhkan untuk merevitalisasi pabrik PT Barata Indonesia agar siap mendukung ekspor dan program-program yang sedang digalakkan oleh pemerintah, seperti infrastruktur pembangkit listrik, infrastruktur logistik pelabuhan, pembangunan dan perawatan pabrik-pabrik besar, seperti gula, semen, dan juga termasuk fasilitas minyak dan gas Pertamina dan PGN,” terang Silmy.

Dia mengatakan Barata Indonesia tahun ini mendapatkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 500 miliar. PMN untuk Barata tahun ini sudah dianggarkan pada APBN-P 2016 dan sudah mendapatkan persetujuan DPR. "Kami sedang menunggu proses pencairan saja oleh pemerintah,” imbuhnya.

Industri berat (heavy industry) di Indonesia harus dikembangkan karena industri ini adalah salah satu pilar dalam meraih sukses di bidang ekonomi ke depan. Di Asia ada Jepang, Korea, dan sekarang Tiongkok (China) yang industri beratnya maju. Ini merupakan prasyarat bagi suatu negara untuk bisa terus membangun industrinya, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas Silmy. (dmd)

  sindonews  

KN Bepondi, Kapal Baru Kenavigasian Siap Dioperasikan

KN. Bepondi salah satu jenis kapal pengamat perambuan siap dilepas (delivery) dari Galangan Kapal PT. Citra Shipyards, Batam. KN Bepondi

Sebagai tindak lanjut atas kegiatan peluncuran (launching) pembangunan kapal pengamat perambuan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2016 lalu, pada Jumat (19/8/2016), KN. Bepondi salah satu jenis kapal pengamat perambuan siap dilepas (delivery) dari Galangan Kapal PT. Citra Shipyards, Batam, Kepulauan Riau untuk dipangkalkan dan dioperasikan di Distrik Navigasi Kelas II Jayapura.

Acara ini disaksikan oleh Direktur Kenavigasian, Ir. Bambang Wiyanto beserta para pejabat di Direktorat Kenavigasian. Dalam sambutannya, Direktur Kenavigasian menyampaikan bahwa keberhasilan angkutan laut khususnya dalam menjamin keselamatan pelayaran baik pada saat peak season seperti pelaksanaan angkutan lebaran maupun dalam pelayaran sehari-hari tentunya tidak terlepas dari peran serta kecukupan sarana dan prasarana kenavigasian. Sarana dan prasarana kenavigasian dimaksud, antara lain meliputi tersedianya alur pelayaran yang aman dan efisien, tersedianya sarana bantu navigasi pelayaran yang cukup dan handal, penyelenggaraan telekomunikasi pelayaran sesuai tuntutan dan peraturan internasional, serta penyediaan armada kapal negara kenavigasian yang handal.

Saya berharap KN. Bepondi ini nantinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mendukung tugas kenavigasian. Begitu juga dengan kegiatan pembangunan kapal-kapal Negara lainnya yang sedang dibangun di beberapa galangan kapal juga dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku” ujar Bambang Wiyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (19/8/2016).

 Pembangunan Kapal Kini Pakai Pendekatan Ilmiah 
kn-bepondi-psdkp-1.jpgDi tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ir. A. Tonny Budiono,MM menegaskan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan dan mengawasi sepenuhnya program pengadaan kapal-kapal kenavigasian yang saat ini sedang berjalan di beberapa galangan kapal di Indonesia. "Karena kapal-kapal kenavigasian ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia," ujar Tonny.

Kasubdit Armada dan Pangkalan Dit. Kenavigasian Ir. Barnabas Simatupang, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan KN Bepondi ini berdasarkan kontrak kerja yang ditandatangani pada 7 Oktober 2015 dengan jangka waktu pembuatan 450 hari kalender.

Adapun anggarannya sekitar Rp. 68 Miliar dengan sistem multiyears. Adapun kontraktor pembangunannya adalah PT Citra Shipyard Batam. "Kapal negara yang keel kaying pada 19 November 2015 ini berhasil diselesaikan lebih cepat 120 hari kalender dari rencana semula," kata Barnabas.

Dalam perjalanannya ke Jayapura, KN Bepondi akan melalui rute dari Batam, Kota Baru, Bitung, Sorong, dan Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan sekitar 7 hari.

Direktur Operasional PT Citra Shipyard Batam Hendry Ovarizal mengatakan, keberhasilan penyelesaian KN Bepondi yang lebih cepat dari jadwal semula diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan Kementerian Perhubungan kepada anak-anak bangsa dalam pembuatan kapal-kapal negara.

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Jayapura Renen Manganguwi menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian para pimpinan di Kementerian Perhubungan yang telah memberikan fasilitas kenavigasian berupa kapal pengamat perambuan kelas III. "Kami yang berada di ujung timur nusantara ini merasa bangga mendapat perhatian yang begitu besar dari Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Dirjen Perhubungan Laut, dan Bapak Direktur Kenavigasian," kata Renen.

Renen mengatakan, dengan adanya kapal kenavigasian kelas III ini, menjadi tambahan semangat bagi seluruh jajaran Distrik Navigasi Jayapura dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Apalagi pemberian kapal ini dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan Ke-71 Republik Indonesia.

Sebagai informasi, sejak tahun 2015 Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sedang membangun 20 unit kapal kenavigasian, termasuk 5 (lima) unit Kapal Pengamat Perambuan. Kapal Negara KN. Bepondi ini dibangun mulai tahun 2015 hingga tahun 2016 oleh galangan kapal PT. Citra Shipyard, Batam. Adapun spesifikasi kapal ini meliputi bobot 149 GT, panjang 32, 4 meter, lebar 6,2 meter, tinggi 3,2 meter, dan tenaga mesin penggerak 2 x 1450 HP dengan kecepatan 20 knot. KN Bepondi dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas sesuai standar IMO dan SOLAS.

Berbagai fasilitas telah disiapkan seperti di gladak/deck utama terdapat kamar Kapten, KKM, Galley (dapur), dua kamar mandi, salon/ruang makan, AHU Room (Ruang AC), dan Dry Store (Penyimpanan makanan kering).

Fasilitas di twin deck terdapat kamar tidur perwira mesin, ruang store (penyimpanan barang/gudang), dan toilet/kamar mandi. Sementara di bagian belakang deck ini terdapat ruang mesin yang terdiri dari 2 mesin induk, 3 Generator, dan MSP atau alat untuk mengatur kerja generator. Sementara di ruang anjungan dipenuhi oleh alat-alat navigasi pelayaran seperti AIS, Speed lock, Echo Sounder, Arpa Radar, GPS Plooter, DGPS Navigator, Gyro Compass, Magnet Compass, GMDSS, Safety Equipment, Internal Phone, P3K, APAR, dan Kamera CCTV untuk memantau semua kegiatan di deck, termasuk deck mesin. Sedangkan di buritan terdapat peralatan keselamatan, sekoci, TV flat 32 Inch, crane sekoci, dan kursi-kursi.

  ★ Suara  

Senin, 29 Agustus 2016

[Foto] Alutsista TNI

Minggu lalu beredar foto alutsista TNI Untuk memenuhi kebutuhan alutsista, Kemhan pada program MEF (Minimun Essential Forces) memesan alutsista dari luar dan dalam negeri. Kebijakan RI menitikberatkan unsur mandiri, sehingga setiap pembelanjaan negara wajib melibatkan unsur ToT (Tranfer of Teknology). Maka dari kebijakan tersebut, sebagian alutsista ini harus diproduksi BUMNIS bila mampu, dan juga ada yang dirakit dengan ilmu pembelajaran teknologi bagi kemandirian bangsa.

BUMNIS nampak di foto mencoba menyelesaikan beberapa pesanan TNI tepat waktu dengan kualitas terbaik.

[​IMG]
[​IMG]

Komodo, rantis (kendaraan taktis) produk PT Pindad. Beberapa unit telah selesai produksi, siap diserahterimakan. [winduparamarta/anas_nurhafidz]
IMG-20160829-WA0007.jpg

Helikopter Caracal telah selesai dirakit. Diberitakan sebanyak 6 unit siap diserahterimakan kepada TNI AU hasil kerja PT DI. [anas_nurhafidz]
tni-ad.jpg

Sejumlah helikopter Nbell 412 dipersiapkan untuk TNI AD. [priv4t33r]
IMG-20160824-WA0015.jpg

Helikopter Fennec bersama helikopter Panther dalam perakitan di hanggar PT DI. [anas_nurhafidz]
Snap 2016-08-25 at 13.24.05.jpg

Ujicoba RKX-200 EDF Booster desain anak bangsa. [pr1v4t33r]
IMG-20160823-WA0029.jpg

PT PAL sedang menyelesaikan Tugboat untuk TNI AL. [anas_nurhafidz]
  Garuda Militer  

Minggu, 28 Agustus 2016

Latihan Bersama Bakamla dan US Navy

SEACAT 2016 http://defence.pk/attachments/bakamla2-jpg.329610/Tim VBSS Bakamla (def.pk)

Kapal Angkatan Laut Amerika (kapal US Navy) bernama USNS Walter S. Diehl 193 dan KN BINTANG LAUT-4801 Bakamla RI beserta 1 (satu) tim URCL/VBSS, menggelar latihan bersama bertajuk Southeast Asia Cooperation Against Terrorism (SEACAT) 2016, di Perairan Batam, Selasa (23/8/2016).

Latihan tersebut disaksikan Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar, didampingi Direktur Latihan Bakamla RI Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si., serta Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Kombespol Tatar Nugeraha, dari atas KN BINTANG LAUT- 4801.

Southeast Asia Cooperation Against Terrorism (SEACAT) merupakan latihan tahunan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan negara-negara maritim di Asia Tenggara yang diikuti oleh unsur-unsur Angkatan Laut dari Amerika Serikat (US NAVY), Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, dan Thailand.

Berdasarkan scenario SEACAT, tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel beserta unsurnya (kapal) Angkatan Laut negara-negara peserta dalam melaksanakan operasi intersepsi maritim (maritime interception operations) dalam kerangka keamanan maritim pada umumnya.

Latihan yang selalu disponsori oleh Amerika Serikat, dalam hal ini US Navy/Pacific Fleet ini, adalah dalam upaya menggalang kerjasama multilateral negara-negara maritim di Asia Tenggara (Navies Partner) untuk menanggulangi segala bentuk ancaman di laut.

Bakamla RI dalam latihan bersama multilateral SEACAT 2016 ikut mendukung dengan mengirim satu unsur KN Bintang Laut-4801 dan 1 (satu) tim URCL/VBSS dan mengadakan latihan bersama dengan kapal US Navy (USNS Walter S. Diehl 193) di 15 NM timur laut Pulau Bintan pada posisi 01⁰ 20’ 00’’ U – 104⁰ 50’ 00’’ T dengan circle 5 NM.

Pengiriman KN Bintang Laut Bakamla RI beserta 1 (satu) tim URCL/VBSS ini merupakan salah satu implementasi mewujudkan Bakamla RI yang memiliki motto Raksamahiva Camudrasu Nusantarasya (Kami Penjaga Lautan Nusantara).

KN Bintang Laut Bakamla RI 4801 dengan Komandan Kapal Mayor Laut (P) Faruq Dedy Subiantoro dengan 24 (dua puluh empat) ABK, Dantim URCL Bakamla RI Kapten Maritim Endy Kurniawan dengan 6 (enam) anggotanya dengan 2 (dua) instruktur URCL Kasubdit Gar Opsla Bakamla RI Kolonel Laut (P) Joko Triwanto dan Kepala Subbag Distribusi Mayor Laut (P) David Hastiadi serta 2 (dua) personel Marinir telah membuktikan kepada dunia bahwa Bakamla RI juga bisa mengirimkan kapal patroli produksi dalam negeri dan memiliki Tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) yang kemampuannya dapat disejajarkan dengan negara lain.

 ♖ mitrapol  

[Foto] Meneropong KRI REM 331

Foto PKR 10514PKR (Perusak Kapal Rudal) 10514 merupakan pengembangan kapal SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) rancangan DSNS Belanda. Indonesia mendapat transfer teknologi dari Belanda setelah membeli 4 unit SIGMA corvette Diponegoro class.

Konon sewaktu memesan korvet Diponegoro class, Indonesia diberitakan akan mendapatkan transfer teknologi dari Belanda, namun nyatanya kapal Diponegoro class semuanya di produksi di Belanda.

Untuk pengadaan tambahan, Indonesia akhirnya mendapat kesepakatan untuk bisa membangun beberapa modul, dan 2 modul lainnya tetap di produksi DSNS Belanda. Pada tahun 2014, Indonesia memulai membangun kapal pertama PKR 10514 di galangan kapal PT PAL, Surabaya. Diperkirakan akhir tahun ini, kapal dengan nama KRI REM 331 sudah resmi di gunakan TNI AL.

Bila tak ada perubahan, TNI AL akan mendapatkan sekitar 20 unit PKR 10514.


Penampakan ujicoba laut kapal produksi bersama Indonesia dengan Belanda, KRI REM 331. [Baby Cebong]

Ujicoba laut PKR 10514 di laut Jawa bersama satgas KRI REM 331. [anas_nurhafidz@def.pk]

Penampakan belakang kapal produksi bersama DSNS dengan PT PAL, KRI RE Martadinata 331. [Baby Cebong]
pkr2-pt.pal.jpg

 Bonus :  Pemasangan meriam Oto Melara kaliber 76 mm pada kapal kedua Martadinata class, KRI 332 di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya. [pr1v4t33r@def.pk]
   Garuda Militer  

Sabtu, 27 Agustus 2016

September Ceria

Bulan Alutsista TNI https://1.bp.blogspot.com/-0E-5ByBBUtc/V0w_pC4j6XI/AAAAAAAAIho/tKo7lv-oXgMaxeJkJmFO6xoOnCfzr6VYACPcB/s1600/leopard2.jpgLeopard 2RI 

M
emasuki bulan September, TNI dipastikan bertambah persenjataannya. Minggu lalu sudah diberitakan Marinir akan mendapat mainan amfibi pengangkut pasukan baru dari Ukraina, BTR 4M. Kapal pengangkut alutsista ini dipercaya sudah menuju perairan Indonesia.

Marinir rencananya akan membeli sebanyak 50 unit ranpur BTR 4M, namun dari gambar yang telah beredar, hanya 4 unit ranfib (kendaraan amfibi) yang siap mendarat di Nusantara. Tidak jelas apakah akan ada pengadaan tambahan atau digantikan dengan ranfib jenis yang lain.

https://1.bp.blogspot.com/-S-nTIr4fpaU/V8G_-RHjrbI/AAAAAAAAI2o/kAxAr1EJCt0UHJEjY-tdunpHlD1e9Z8ywCLcB/s1600/ptdi2.jpgNampak Pesawat CN 235 MPA produksi PT DI bersama pesawat pesanan Filipina dan Thailand. [def.pk]

Selain itu kemaren tepatnya, beredar kabar dari pengamat militer di forum militer menyatakan akan ada pengirim tambahan alutsista untuk TNI AD. Berupa 40 unit M113 A1, ARV (Armoured Recovery Vehicle) 3 RI 2 unit, AVLB (Armoured Vehicle Launched Bridge) Beaver 3 unit, MBT (Main Battle Tank) Leopard RI sebanyak 16 unit. Dan kapal pengangkutnya diyakini sudah berlayar menuju Indonesia, yang diperkirakan akan sampai pada tanggal 29 Agustus ini.

Bersama PT Dirgantara Indonesia, perusahaan BUMNIS sudah menyelesaikan produksi pesawat dan helikopter untuk TNI. Untuk TNI AU akan mendapat pesawat 1 unit CN235 MPA dan sejumlah helikopter Nbell 412 EP dipersiapkan untuk TNI AD.

https://1.bp.blogspot.com/-2gzLsT21XQw/V8HAYg6GIYI/AAAAAAAAI2s/ii9vjAwci9EyK_-NFQdR_E8vwgO_KZ6zQCLcB/s1600/heli-vvip-tni.jpgHelikopter VVIP [pr1v4t33r@def.pk]

Menariknya beredar di forum militer helikopter VVIP untuk Presiden dengan warna dasar khas KTP RI seperti pesawat kepresidenan. Diberitakan helikopter ini sebentar lagi akan menjadi kuda terbang baru RI1.

Dari PT Pindad dipastikan telah memproduksi Anoa dengan variasinya sebanyak 300 unit dan puluhan unit rantis Komodo.

PT PAL seolah tak mau ketinggalan akan memamerkan kapal terbarunya PKR 10514, KRI Martadinata 331, yang sekarang dalam penyelesaian ujicoba di laut timur pulau Jawa.

Bila semua telah resmi diterima, dipastikan sebagian alutsista diatas akan muncul pada parade HUT TNI bulan Oktober mendatang.

  Garuda Militer  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More