Jumat, 14 April 2017

Senegal Minat Tambah 2 Unit CN235

Kerjasama RI Dengan Senegal Semakin Kuat https://3.bp.blogspot.com/-eHk7Sn61KNQ/WHJHEAH5S7I/AAAAAAAAwlo/uxhOl9v0ToYhdta67Zp5bPo2bL1oTtjpwCLcB/s400/cn-235-dakar.jpgPesawat CN-235 Angkatan Udara Senegal [PTDI] ☆

Penguatan itu khususnya antara DPR-RI dengan Parlemen Nasional Senegal. Dalam kunjungan tersebut, delegasi BKSAP DPR RI dipimpin oleh Rofi Munawar selaku Wakil Ketua BKSAP.

BKSAP melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat penting Senegal, antara lain, Ketua Parlemen Senegal, Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Senegal, dan Direktur Kabinet Kementerian Infrastruktur, Transportasi dan Pembukaan Lahan Senegal.

Informasi ini disampaikan Sekretaris Kedua Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dakar, Dimas Prihadi.

Dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Nasional Senegal, Moustapha Niasse, disepakati perlu MoU persahabatan antara Parlemen Nasional Senegal dengan BKSAP DPR RI. Disampaikan oleh Ketua Delegasi BKSAP bahwa antara Indonesia dan Senegal ada kesamaan yang dapat dijadikan sandaran untuk memperkuat hubungan persahabatan kedua negara.

Dua negara merupakan negara dengan mayoritas berpenduduk muslim moderat dan menjalankan demokrasi, memiliki banyak kesamaan sikap dan pandangan dalam menyikapi masalah domestik masing-masing, regional dan internasional terutama saling dukung atas keutuhan dan kedaulatan kedua negara. Dua negara juga secara aktif memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina di fora internasional.

Untuk memperkuat hubungan antar parlemen, Moustapha Niasse mengatakan, akan merencanakan kunjungan ke Indonesia setelah pemilu legislatif Senegal bulan Juli 2017.

Sementara itu, Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Nasional Senegal, Maitre Djibril War, mengakui bahwa Parlemen Senegal perlu banyak belajar dari pengalaman Parlemen Indonesia. Menilai keseriusan Indonesia dalam melakukan hubungan kerjasama dengan Senegal, Djibril War akan mengusulkan kepada Pemerintah Senegal untuk kembali membuka kantor perwakilan di Jakarta yang dulu pernah dibuka pada tahun 2013 namun ditutup 6 bulan kemudian karena alasan finansial.

Di samping itu, sebagai tindak lanjut pertemuan, Dubes RI di Dakar, Mansyur Pangeran, dengan Menteri Infrastruktur, Transportasi dan Pembukaan Lahan Senegal, Mansour Lamin Kane, dan delegasi BKSAP bertemu dengan Direktur Kabinet Kementerian Infrastruktur, Transportasi dan Pembukaan Lahan Senegal, Mouhamadou Diop, untuk menindaklanjuti rencana kerjasama pembangunan jalur kereta api dan jalan tol di Senegal.

Dalam kesempatan itu, Dubes Manyur Pangeran menyampaikan bahwa rencana kerjasama pembangunan perkeretaapian Senegal telah mendapat tanggapan positif dari PT. INKA yang akan berkunjung ke Dakar dalam waktu dekat ini. Disampaikan oleh Dubes Mansyur bahwa kemampuan PT. INKA di bidang perkeretaapian telah terbukti dengan penjualan ratusan gerbong kereta api ke Filipina, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Australia.

Rencana Pemerintah Senegal untuk membangun 450 km jalan tol dan jalur kereta api double track sepanjang 750 km merupakan proyek besar dan kesempatan bagi Perusahaan BUMN Indonesia seperti PT. WIKA dan PT. Waskita Karya untuk berinvestasi melalui mekanisme yang disepakati kedua pihak.

Fakta bahwa Pemerintah Senegal sudah membeli dua pesawat CN-235 dari PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) dan merencanakan akan membeli dua pesawat lagi, merupakan bukti bahwa Pemerintah Senegal memiliki kemampuan membeli produk industri strategis dari negara lain.

Kunjungan BKSAP ke Senegal merupakan yang kali pertama dilakukan. BKSAP telah secara aktif melakukan kerjasama parlemen dengan 54 negara. Kerjasama dengan Parlemen Senegal akan memperluas kerjasama BKSAP dengan mitra Parlemen di Afrika.

  RMOL  

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More