N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 30 September 2015

★ Susi Pesan 4.000 Kapal Tahun Depan

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgIlustrasi

Tahun depan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memesan 4.000 kapal tangkap ikan yang akan dibagikan ke nelayan. Pengadaan kapal berukuran di bawah 30 GT ini bakal dikerjakan galangan-galangan kapal di dalam negeri.

Dana pengadaan kapal tersebut menggunakan APBN hingga Rp 4,7 triliun. Direktur Utama PT PAL (Persero) Firmansyah Arifin mengatakan, pembuatan 4.000 kapal yang dianggap banyak pihak mustahil dilakukan galangan kapal dalam negeri bukan hal yang sulit. Menurutnya, saat ini ada sekitar 250 perusahaan galangan kapal yang berada di Indonesia.

"Enteng itu. Insya Allah bisa, begini, tadi ada 250 perusahaan galangan kapal yang antusias, anggaplah 50 gugur karena nggak masuk kriteria, berarti 4.000 kapal dibagi 200 galangan, berarti satu galangan bikin 20 kapal setahun. Itu mudah, nggak ada masalah," kata Firmansyah ditemui di kantor KKP, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Apalagi, lanjut Firmansyah, kapal-kapal pesanan dari KKP merupakan kapal-kapal ukuran medium dan kecil di bawah 30 GT. Sementara untuk bahan, kapal-kapal tersebut telah disepakati menggunakan bahan fiber glass untuk badan kapal.

Pakai fiberglass lebih mudah dibanding kapal dari baja. Tinggal bikin cetakan, langsung dituang, cepat itu, tinggal kita buat cetakannya saja. Ukuran 30 GT itu panjang hanya 19 meter, lebarnya 4,5 meter, kebayang nggak, kalau yang 30 GT saja segitu, berarti kalau yang 10-20 GT lebih kecil lagi,” jelasnya.

Firmansyah mengungkapkan, dirinya mengaku heran dengan sejumlah pihak yang pesimis galangan-galangan kapal dalam negeri tak sanggup membuat kapal tangkap ikan sendiri.

Dengan skema tadi kita optimis bisa,” tutupnya. (ang/ang)
PT PAL siap dukung bangun kapal nelayan http://img.antaranews.com/new/2015/08/ori/20150817antarafoto-kapal-perang-filiphina-140815-mrh-1.jpgDokumentasi sejumlah pekerja berada di atas geladak menyelesaikan kapal perang pesanan Filiphina jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) di bengkel pabrikasi unit divisi kapal perang, PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (14/8). Kapal perang jenis SSV merupakan produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan PT PAL Indonesia (Persero) yang akan diekspor ke Filipina pada Desember 2015. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

PT PAL Indonesia (Persero) siap mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna membangun ribuan kapal tangkap ikan untuk nelayan di berbagai daerah di Tanah Air.

"PT PAL siap melaksanakan penugasan sebagai koordinator utama, khususnya dalam aspek pembangunan dan pengawasan kapal," kata Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin, dalam acara pertemuan dan dialog Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dengan pengusaha galangan kapal di Jakarta, Rabu.

Arifin memaparkan, sekarang ini jumlah kapal yang akan dibangun masih belum pasti atau berada pada kisaran 3.000-4.000 kapal.

PT PAL Indonesia di Surabaya, ujar dia, telah memiliki standar kualitas serta manajemen perencanaan untuk pembangunan proyek baik domestik maupun internasional secara serial atau berantai. Selain itu, lanjutnya, PT PAL telah dipercaya menerima penugasan sebagai integrator utama pembangunan alutsista.

"PT PAL punya pengalaman membangun kapal penangkap ikan yang beroperasi di kawasan laut internasional," ujarnya.

Ia mengemukakan, PT PAL sebagai koordinator utama menggandeng berbagai pihak serta menetapkan rancangan yang telah terbukti guna mendukung pembangunan kapal, menyiapkan dokumen tender dan pelaksanaan tender untuk pengadaan material, serta peralatan dan pembangunan kapal.

Program tersebut, ujar dia, kurang lebih melibatkan sekitar 200 galangan kapal dan pihaknya mengingatkan kepada KKP guna memenuhi aspek kelaikan operasi dalam proses penyusunan konsep desain kapal nelayan tersebut, perlu dilibatkan para pengguna atau nelayan.

"Perbedaan minor kalau kita abaikan maka pengguna tidak terima. Kapal di Lamongan tidak akan sama (spesifikasinya) dengan kapal di sibolga. Bisa saja GT (gross tonnage) sama tetapi bisa terjadi perbedaan karena wilayah yang berbeda," tutur Firmansyah.

Pada saat ini, lanjutnya, diharapkan pada bulan Oktober-November menghasilkan prototipe yang dijadikan masukan untuk mekanisme katalog elektronik.

Ia juga menginginkan agar proyek itu memberikan dampak kepada peningkatan perekonomian nasional, maka penggunaan produk-produk dalam negeri menjadi prioritas utama dengan melibatkan industri swasta nasional dan BUMN.

Terkait skema pendanaan, ujar dia, pihaknya telah menyiapkan skema pendanaan antara KKP dan lembaga keuangan perbankan yang ada, sehingga aliran dana tidak melewati PT PAL.

"Dukungan perbankan nasional sangat diperlukan agar tidak terjadi gap antara pembayaran dan modal kerja," tukasnya.

Sementara itu, Pudjiastuti mengatakan, dengan keterbukaan dan transparansi dalam program pengadaan kapal selaras dengan misi untuk menjadi poros maritim dunia dan sudah seharusnya program ini menjadi program nasional.

Pudjiastuti menginginkan pada bulan Januari 2016 proses tender sudah selesai sehingga PT PAL juga sudah siap untuk membangun.

  ★ detik | antara  

[Infografis] Paket Ekonomi Jilid II

Jokowi Malu, Izin DipangkasPemerintah Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid II kemarin. Secara umum, paket kebijakan ini berisi soal pemangkasan izin usaha. Sehingga investor atau pelaku usaha bisa mendapatkan izin usaha dengan cepat.

Kemarin, Presiden Jokowi menyatakan rasa malunya, karena lamanya izin usaha di Indonesia. Jauh dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura yang lebih cepat. (dn/hen)

Berikut isi paket kebijakan ekonomi jilid II.



  ✈️ detik  

Susi Bingung TNI Cuma Punya 4 Kapal Besar untuk Patroli Pencurian Ikan

'Tolonglah pemerintah belikan TNI-AL 6-8 kapal level LPD (landing platform dock) yang panjangnya 140 meter.' Gladi bersih HUT TNI. [pr1v4t33r]

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku bingung laut Indonesia yang begitu luas, hanya dijaga sedikit kapal-kapal patroli TNI-AL dengan ukuran kapal besar. Kondisi ini membuat pelaku illegal fishing masih bebas mencuri ikan di laut Indonesia meski ada ancaman penenggelaman kapal.

"Tolonglah pemerintah belikan TNI-AL 6-8 kapal level LPD (landing platform dock) yang panjangnya 140 meter. Bukti kapal Silver Sea yang melakukan transipment dengan kapal Indonesia di Papua malah dapatnya dari foto patroli udara Australia," kata Susi dalam diskusi "Laut Masa Depan Bangsa" di Gedung Minabahari III, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (30/9/2015).

LPD adalah kapal perang amfibi yang mampu meluncurkan, membawa dan mendaratkan elemen kekuatan darat untuk misi-misi perang gerak cepat. Kapal-kapal ini umumnya dirancang untuk membawa pasukan ke zona pertempuran lewat laut dan memiliki kemampuan membawa kekuatan udara terbatas seperti helikopter.

TNI-AL memiliki 4 kapal LPD yaitu KRI Makassar, KRI Surabaya, KRI Banjarmasin, dan KRI Banda Aceh.

Menurut Susi, meski mahal, harga kapal kelas LPD masih sangat kecil nilainya ketimbang kerugian negara akibat pencurian ikan. Menurutnya bila dibanding dengan kerugian 'kebocoran' BBM bersubsidi yang salah sasaran akibat illegal fishing, harga kapal besar TNI-AL tak ada artinya.

"Jangan dilihat harganya. Kalau satu kapal yang canggih kan LPD, itu harganya Rp 2-3 triliun. Belilah 4 dalam setiap dua tahun, nggak sampai Rp 15 triliun. Dari rugi BBM subsidi dari illegal fishing Rp 30 triliun," ujar Susi.

Diungkapkan Susi, dirinya sudah bicara dengan presiden untuk menambah kapal-kapal patroli TNI-AL. Selain kapal laut, dirinya juga mendorong pemerintah membeli lebih banyak pesawat patroli udara.

"TNI-AL juga harus bicara ke pemerintah bahwa dengan hilangnya illegal fishing bisa hemat BBM ratusan triliun. Itu tagihlah ke pemerintah hilang kerugian buat ditukar jadi kapal LPD," jelas Susi.

"Saya kadang bingung. Kapal KRI kita yang besar sekarang hanya 4 buah, yang lain yang kecil dan menengah. Kapal kan juga harus ada maintenance, kalau mau efektif 70% operasi, 30% maintenance. LPD kalau bisa tambah 12 lagi, itu baru aman," tegasnya. (hen/hen)
TNI AL Sudah Musnahkan 45 Kapal Ilegal Fishing Gladi bersih HUT TNI. LVT7 Marinir terjun bebas menyapa ombak [irvan fajari]

TNI Angkatan Laut (TNI AL), nampaknya tidak main-main menindak pelaku ilegal fishing di wilayah kedaulatan NKRI.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama M Zainudin, sejak Januari 2015, hingga saat ini, sudah sebanyak 45 kapal ikan ilegal ditangkap dan dimusnahkan oleh pihaknya.

"Sejauh ini kami sudah memusnahkan, 45 kapal ikan. Tangkapan kita semuanya adalah kapal asing. Pada periode pertama bulan Maret dimusnahkan 33 kapal asing. Periode ke dua, kemarin, 12 kapal asing. Ini hanya yang dilakukan oleh Angkatan Laut," tuturnya, Selasa(29/9/2015).

Ukuran kapal ikan ilegal itu menurutnya bervariasi, namun kesemuanya berada di atas 42 gross ton. Sebagian besar mereka ketangkap di wilayah Natuna.

"Sebagian besar mereka di Natuna. Terakhir yang kami tangkap adalah kapal Silversea 2 di Sabang, 52 ton, ini kapal tramper. Ini cari ikan 1-2 tahun,. ini yang seharusnya yang ditangkap," terang Zainudin.

Kapal tersebut ungkapnya, beroperasi di luar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), dan berperan sebagai kapal induk bagi kapal-kapal ilegal berukuran kecil.

Kapal-kapal kecil itu bertugas untuk mencari dan mengumpulkan ikan hasil jalan mereka ke dalam kapal itu, dan mengambil bahan bakar dari sana untuk melanjutkan operasi mereka.

"Mereka tak pernah masuk ke daerah ZEE, tetapi ketika menerima sinyal mereka akan masuk ke dalam wilayah laut Indonesia. Mereka memiliki alat navigasi canggih, dan memiliki senjata," katanya.

  detik | Tribunnews  

Kronologi pinjaman dari Tiongkok untuk 3 Bank BUMN

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgilustrasi Indonesia - Tiongkok (FOTO.ANTARA News)

Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa. Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo menjelaskan kronologi pinjaman kepada China Development Bank (CDB) senilai 3 juta dolar AS yang diperuntukan kepada tiga Bank BUMN (BNI, BRI dan Mandiri) kepada Komisi VI DPR RI.

Penjelasan itu dilakukan dalam rapat dengar pendapat Komisi VI dengan Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa. Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, Direktur Utama Bank BNI, Ahmad Baiquni, Direktur Utama Bank BRI, Asmawi Syam dan Direktur Utama Bank Mandiri, Budi S Sadikin di Gedung DPR RI, Selasa.

Gatot menyatakan, pada tanggal 26 Maret 2015, Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Great Hall of The People, Beijing.

"Dalam pertemuan itu dihasilkan Memorandum of Understanding di berbagai bidang, termasuk keuangan, perindustrian, infrastruktur, penanggulangan bencana dan antariksa," kata Gatot.

Selanjutnya, pada tanggal 30 Maret 2015, Presiden menggelar rapat kabinet paripurna untuk menindaklanjuti hasil kunjungan kerja ke Jepang dan Tiongkok.

"Keputusan rapat kabinet paripurna adalah meminta Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN, Rini Soemarno menindaklanjuti hasil kesepakatan antara Indonesia dengan Tiongkok dan Jepang," katanya.

Selanjutnya, tanggal 16 September 2015, dilakukan pertemuan Chairman NDRC. Menteri BUMN, kata Gatot telah 3 kali bertemu dengan Chairman Xu Shaoshi- NDRC dan BUMN Tiongkok lainnya pada bulan Maret, Juni dan September 2015. "Hasilnya penandatanganan (signing) pinjaman B to B dan Menteri BUMN menyaksikan penandatangan pinjaman lunak antara Mr Zheng Zhijie (Presiden Direktur CDB) dengan Dirut 3 Bank BUMN sebesar USD 3 M dengan tenor 10 tahun dengan grace period 3 tahun (masing-masing USD 1 M) untuk pembiayaan infrastruktur dan proyek lain yang meningkatkan ekspor" kata Gatot.

Mendengarkan penjelasan Gatot Trihargo, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan menyatakan, Komisi VI DPR RI meminta agar Kementerian BUMN menyerahkan dokumen perjanjian.

"Intinya kami meminta dokumen terkait dengan term loan agreement dimaksud agar semuanya lebih transparan dan lebih jelas terkait pernyataan deputi tentang bisnis to bisnis dan tidak menggunakan jaminan," kata Heri.

  ★ antara  

Daftar Negara Pengutang Terbesar di Dunia

Secara umum negara-negara maju mencuat berkat nilai utang yang menggunung dan terus membengkak. Menurut Dana Moneter Internasional, Jepang, Amerika Serikat dan Cina adalah tiga negara dengan jumlah utang terbesar.
Jepang - 10,46 Triliun Dolar AS

Perekonomian negeri sakura yang ikut terjerat resesi global banyak mengalami kemajuan sejak era Perdana Menteri Shinzo Abe. Namun begitu, rasio utang Jepang terhadap produk domestik bruttonya masih yang tertinggi di dunia, yakni sekitar 245,5 %. Kenaikan utang antara lain berkat kebijakan ofensif Abe yang memperbesar belanja pemerintah demi pertumbuhan ekonmi.

Yunani - 447 Miliar Dolar AS

HIngga detik ini Yunani masih menggantungkan nasibnya pada uluran tangan Eropa. Negeri yang babak belur oleh krisis ekonomi itu memiliki rasio utang sebesar 171% dari PDB-nya. Athena saat ini tengah berupaya mengajukan pemotongan utang kepada para krediturnya.

Italia - 2,25 Triliun Dolar AS

Setelah Yunani, Italia mencatat rasio utang tertinggi kedua di Eropa dengan kisaran 136% terhadap produk domestik brutto. Jurus yang dirapal pemerintah di Roma untuk menanggulangi utang yang menggunung adalah dengan memprivatisasi aset negara, antara lain sebagian saham di perusahaan jasa pos nasional, Poste Italiane.

Portugal - 293 Miliar Dolar AS

Selama bertahun-tahun Portugal memompa kemakmuran lewat utang. Hasilnya tahun 2015 rasio utang negara di selatan Eropa itu meningkat tajam menjadi 128,7% terhadap PDB. Namun begitu pemerintah di Lisabon telah banyak mencatat kemajuan dengan program penghematan anggarannya.

Singapura - 310 Milliar Dolar AS

Kecil tapi besar. Itulah perekonomian Singapura yang sayangnya juga termasuk jumlah utangnya. Saat ini Singapura mencatat rasio utang sebesar 105% terhadap PDB. Jika dibagi rata, setiap penduduk negeri jiran itu berutang 57,5 ribu Dolar AS atau sekitar 750 juta Rupiah per kepala.

Amerika Serikat - 16,3 Triliun Dolar AS

Rasio utang Amerika Serikat berada di kisaran 105,1% terhadap produk domestik brutto. Dampaknya rating kredit AS diturunkan dari AAA menjadi AA+ 2011 lalu. Sejak krisis melanda 2008 silam, Washington menggelontorkan dana miliaran untuk menopang pertumbuhan, antara lain lewat belanja infrastruktur, keringanan pajak untuk dunia bisnis dan kebijakan intervensi pasar modal

Cina - 8,2 Triliyun Dolar AS

Kendati berjumlah besar, utang Cina tidak banyak membebani perekonomiannya. Saat ini rasio utang negeri tirai bambu itu cuma berkisar 41,3% dari produk domestik brutto. Yang mengejutkan adalah kenaikan utang domestik Cina yang meroket sejak 2007. Beijing diwanti-wanti agar memperhatikan pertumbuhan utangnya jika tidak ingin mengalami perlambatan pertumbuhan.

Wirtschaft Wachstum Indonesien
Indonesia - 293,7 Miliar Dollar AS

Produk Domestik Brutto Indonesia yang menembus angka 1 Triliun USD tahun 2014 silam membuat rasio utang pemerintah mengecil, menjadi cuma 26% dari total PDB. Dalam hal utang, Indonesia tergolong sehat dan termasuk negara dengan rasio utang terkecil di dunia.


  ★ dw  

Jepang Sesalkan Indonesia Pilih Cina Bangun Kereta Cepat

♙ Perdana Menteri Shinzo Abe tengah mengejar proyek-proyek infrastruktur di luar negeri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgPerdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, berbicara dalam jumpa pers di Yerusalem, Selasa (20/1) [Reuters/Ammar Awad]

Pemerintah Jepang menyatakan kecewa dengan keputusan Indonesia yang akhirnya memilih Cina untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Jepang tak habis pikir.

Hal itu dinyatakan Sekertaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga di Tokyo, Selasa (29/9/2015) kemarin. Dia mengatakan Jepang telah kehilangan kontrak kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia.

Jepang menghadapi pukulan berat. Padahal Perdana Menteri Shinzo Abe tengah mengejar proyek-proyek infrastruktur di luar negeri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Suga bercerita jika keputusan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil yang berkunjung ke Jepang. Sofyan menjadi utusan khusus Presiden Joko Widodo.

Suga mengatakan Sofyan sudah menjelaskan jika Indonesia memilih proposal Cina. Sebab Cina sudah memperbaiki proposalnya dan menawarkan harga yang lebih murah dibanding Jepang. Bahkan Cina juga menjamin APBN Indonesia tidak akan digunakan untuk membangun. Begitu juga perjanjian pinjaman yang meringankan.

"Indonesia sulit dipahami dan sangat disesalkan," begitu kata Suka seperti dilansir Japan Times.

"Ini menentang kebijaksanaan umum. Aku ragu apakah itu akan berhasil," lanjut Suga.

Suka menjelaskan jika Jepang bahkan bukan hanya menawarkan rencana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, bahkan Jakarta-Surabaya.

"Ada banyak proyek infrastruktur yang kami telah menawarkan, tidak hanya proyek kereta api kecepatan tinggi Jakarta-Bandung, tetapi juga salah satu yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya," katanya.

Terlebih Jepang sudah diakui reputasinya oleh dunia dalam teknologi perkereta apian yang aman. Sebut saja kereta peluru Shinkansen yang selama puluhan tahun melesat antara kota tanpa kecelakaan fatal tunggal. Sementara di Cina sudah terjadi kecelakaan kereta dengan menelan korban 40 jiwa pada 2011. (Japan Times)


  ♙ suara  

Selasa, 29 September 2015

59 Negara Rawat Pesawat di Hanggar Garuda

http://images.detik.com/content/2015/09/28/4/192132_hanggargaruda7.jpegPT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), menerima perawatan pesawat dari puluhan negara di dunia. Setidaknya, maskapai-maskapai dari 59 negara telah dan sedang melakukan perawatan pesawat pada fasilitas hanggar atau bengkel milik GMF di area Garuda City Centre, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Corporate Secretary GMF Aryo Wijoseno, menyebut maskapai dari 5 benua memakai jasa GMF. Maskapai dunia yang tercatat seperti Qatar Airways, Emirates hingga maskapai dari negara muslim lainnya.

"Paling banyak itu sekarang Irak dan Iran. itu mereka serahkan service-nya ke kita. Itu unik, ada beberapa alasan kenapa mereka negara Timteng kasih ke kita karena katanya mereka lebih cocok dengan negara sesama muslim," kata Aryo kepada detikFinance, Senin (28/9/2015).

Alasan lainnya, ada fasilitas dan jasa perawatan pesawat yang ditawarkan oleh GMF tidak diperoleh pada fasilitas sejenis milik negara lain. Namun Aryo tidak bersedia menyebut jasa yang dimaksud.

"Kita menawarkan paket yang memang tidak bisa ditawarkan ke kompetitor lain," sebutnya.

Dari pesawat yang dirawat dan diperbaiki di hanggar milik GMF, Aryo menyebut maskapai asing hanya mengambil porsi 20%. Sisanya ialah maskapai domestik, termasuk Garuda Indonesia dan Citilink.

"Porsinya 20% maskapai asing, dan 80% maskapai domestik," tuturnya.

Aryo menyebut pangsa pasar domestik justru masih besar. Saat ini, maskapai asal Indonesia masih ada yang melakukan perawatan pesawat pada bengkel di luar negeri.

Dengan adanya fasilitas hanggar ke-4 atau hanggar terbesar di dunia, GMF optimis pangsa pasar domestik untuk kelas pesawat berbadan kecil (narrow body) seperti jenis Boeing 737 atau Airbus 320 bisa ditarik.

"Sekarang saja masih banyak pesawat yang service ke luar, kenapa nggak ke kita saja. Makanya kita bangun baru agar yang suka keluar ini lebih baik ke kita saja karena kita leih murah dan harga kita kompetitif," sebutnya.

Empat hanggar milik GMF saat ini mampu melayani perawat pesawat berbadan lebar (wide body) dan pesawat berbadan kecil. Mayoritas dirawat merupakan pesawat narrow body.

Setidaknya, kini GMF mampu merawat 167 pesawat narrow body dalam 1 tahun. Jumlah ini akan bertambah dengan beroperasinya hanggar ke-4 yang mampu menampung 16 pesawat narrow body dalam sekali perawatan.

"Yah kaya Boeing 737 next generation," ujarnya. (feb/hen)

  ★ detik  

Senin, 28 September 2015

★ Satelit LAPAN-A2 Sampai di Orbit

Satelit Pertama Bikinan Indonesia Diluncurkan, Tepuk Tangan Membahana[DoordarshanNational]

Satelit Lapan A2/Orari telah diluncurkan bersama satelit India, Astrosat. Peluncuran dilakukan dari India dan disaksikan melalui live streaming dari kantor Lapan, Jl Pemuda, Jakarta Timur.

Satelit mulai diluncukan pukul 10.00 waktu India atau 11.30 WIB. Satelit Lapan A2/Orari diluncurkan pada menit ke 1.52. Tampak dari video streaming, satelit Lapan A2/Orari meluncur ke orbit dengan lancar. Tepuk tangan membahana memenuhi ruangan tempat menonton peluncuran tersebut.

Wajah cerah para ilmuwan di India juga terlihat dari video streaming. Mereka juga bertepuk tangan penuh semangat.

"Saat ini ketinggian satelit Lapan sudah 267 km. Kita menuju 650 km," ujar Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di Kantor Lapan, Jl Pemuda, Rawamangun, Jaktim, Senin (28/9/2015), sekitar pukul 12.00 WIB.
Suasana nobar peluncuran di kantor LAPAN (Nur Khafifah)

Perkembangan posisi satelit dapat disaksikan dalam grafik yang diakses dari India. Hingga saat ini satelit Lapan A2 masih bergerak menuju orbitnya.

Dikutip dari situs LAPAN, LAPAN-A2 merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa LAPAN. Seluruh kegiatan perancangan, pembuatan, dan pengujiannya selesai pada Agustus 2012 di dalam negeri. Keberhasilan pembangunan satelit tersebut membangkitkan kepercayaan diri dan kemandirian bangsa.

Pencapaian kemandirian penguasaan teknologi satelit mikro ini juga merupakan langkah maju setelah sebelumnya berhasil melaksanakan program pembangunan satelit LAPAN-A1/ LAPAN-TUBSAT, hasil kerja sama dengan TU Berlin, Jerman. LAPAN-A1 telah diluncurkan pada 2007 yang saat ini masih berada di orbit pada ketinggian 630 kilometer, namun masa operasionalnya telah berakhir pada 2013.

LAPAN-A2 akan diorbitkan dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi. Dengan orbit dekat ekuatorial, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari dengan periode orbit 100 menit. Dengan demikian, satelit ini dapat mendukung pemantauan wilayah nusantara dari luar angkasa. Satelit tersebut akan bergerak di cakupan enam derajat Lintang Selatan hingga enam derajat Lintang Utara.
Satelit LAPAN A2

Satelit berbobot 78 kilogram dan berdimensi 500 x 470 x 380 milimeter tersebut membawa misi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Untuk misi pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera video analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi 3,5 meter.

Untuk menjalankan misi pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, satelit dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS). Teknologi ini dapat mendeteksi ribuan kapal dengan cakupan area pengamatan mencapai ribuan kilometer. Sementara itu, misi komunikasi amatir pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional.

Dalam berkomunikasi dengan stasiun bumi, LAPAN-A2 menggunakan frekuensi UHF dan S-Band. Untuk sistem kontrol perilaku, satelit ini juga dilengkapi dengan tiga wheel/ fiber optic laser gyros dalam axis orthogonal, dua CCD star sensor, tiga magnetic coils, enam panel surya tunggal untuk sensor matahari, dan 3 axis magnetic fields sensor.

Sinyal pertama LAPAN-A2 akan diterima oleh satelit bumi LAPAN di Rancabungur Bogor pada 28 September 2015 pukul 13.18 WIB hingga 13.32 WIB. Data pertama yang akan diterima oleh LAPAN-A2 yaitu Power Control Unit Telemetry. Data tersebut terdiri dari informasi mengenai konsumsi daya listrik tiap komponen satelit, data sensor matahari pada enam sisi satelit, temperature tiap komponen satelit, dan timer sejak satelit mengalami separasi.

Pembangunan LAPAN-A2 ini merupakan upaya Indonesia melalui LAPAN untuk dapat menguasai teknologi satelit secara mandiri. Selanjutnya, LAPAN juga sedang menyiapkan peluncuran satelit generasi berikutnya, LAPAN-A3, yang akan memiliki fitur dan misi yang lebih baik dari LAPAN-A2. Di masa depan, LAPAN juga sedang menyiapkan diri untuk membangun satelit-satelit operasional melalui konsorsium nasional.
Siap Jadi 'Mata' Untuk Laut Indonesia[Rengga Sancaya]

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meluncurkan satelit buatannya, Lapan A2/Orari dengan menumpang dari satelit India, Astrosat. Setelah diluncurkan pukul 11.30 WIB, kini satelit Lapan A2/Orari telah berhasil menempati orbitnya.

"Lapan A2 sudah separasi," ujar Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di gedung Lapan, Jl Pemuda, Rawamangun, Jaktim, Senin (28/9/2015).

Tepuk tangan membahana terdengar dari ruangan tempat menyaksikan peluncuran live streaming di Lapan. Tampak di lokasi peluncuran di India, para ilmuwan juga bertepuk tangan tak kalah meriah.

Mereka langsung berdiri dan saling berpelukan. Wajah mereka tampak sumringah dan cerah.

"Sekarang tugas berat kita telah menanti. Ilmuwan di satelit Rancabungur, Bogor dan Biak, Papua sedang berusaha keras memantau perkembangan Lapan A2," ujarnya.

LAPAN A2 sebenarnya sudah selesai pada tahun 2012 dengan tahap perancangan, pembuatan, dan pengujian di dalam negeri. LAPAN A2 berbeda dengan 'kakaknya' yakni LAPAN A1/LAPAN-TUBSAT karena telah menggunakan teknologi satelit mikro, sehingga selangkah lebih maju.

LAPAN A2 diorbitkan dekat dengan equator atau garis khatulistiwa dengan inklinasi 6° pada ketinggian 650 kilometer. Misi dari satelit berbobot 78 kilogram tersebut adalah memantau permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir (ORARI).

Satelit karya anak bangsa ini dibenamkan kamera analog dengan resolusi 5 meter dan kamera digital dengan resolusi 4 meter. Satelit ini pun siap untuk menjelajahi Indonesia sebanyak 14 kali dalam sehari.

LAPAN A2 juga dibekali dengan Spaceborne Receiver Automatic Identification System dengan cakupan ribuan kilometer. Tentu saja teknologi ini ditujukan untuk memantau lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia.
Misi Satelit LAPAN-A2: Menjaga Ikan Sampai Kedaulatan Bangsa[Andhika Akbarayansyah]

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah meluncurkan satelit LAPAN A2/Orari. Satelit ini akan membawa 3 misi untuk menunjang kebutuhan pemerintah.

"Ada 3 misi utama. Yaitu misi kemaritiman, pemantauan permukaan bumi dan komunikasi radio amatir," ujar Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, di kantor Lapan, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (28/9/2015).

Thomas menjelaskan, untuk menunjang misi pemantauan, satelit LAPAN A2/Orari dilengkapi dengan 2 jenis kamera, yakni kamera video analog dengan resolusi 5 meter dan kamera digital untuk pengambilan citra dengan resolusi 4 meter. Artinya obyek berukuran 4-5 meter masih bisa dikenali.

"Sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas dan detail batas-batas wilayah NKRI," ujarnya.

Sementara untuk menjalankan misi kemaritiman, yakni pemantauan kapal-kapal yang melintas di perairan NKRI, satelit LAPAN A2 dilengkapi dengam automatic identification system (AIS). Teknologi ini dapat mendeteksi ribuan kapal dengan cakupan area pengamatan mencapai ribuan kilometer. Dengan demikian, LAPAN A2 dapat membantu misi operasi keamanan laut, perikanan dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia.

"Teknologi ini dapat dimanfaatkan KKP untuk membantu misi illegal fishing mereka," ujar Thomas.

Sementara misi komunikasi amatir radio bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional. Dengan menempatkan pemancar di pulau-pulau terluar, sistem komunikasi akan berjalan dengan lebih lancar.

"Kita akan kerjasama dengan Orari, KKP dan semua kementerian/lembaga terkait," tuturnya.

Saat ini, satelit LAPAN A2/Orari resmi diluncurkan dan telah menempati orbitnya. Namun satelit tersebut baru bisa berfungsi setelah sebulan.

Menurut Thomas, setelah menempati orbitnya, satelit LAPAN A2/Orari akan diatur terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan penggunaannya. Pengaturan dilakukan dari satelit bumi Rancabungur, Bogor dan stasiun penjejak satelit di Biak, Papua.

"Proses persiapan fungsi ini akan memakan waktu 1 bulan," ujar Thomas.

Pengaturan fungsi dilakukan oleh para tim teknis yang berada di satelit bumi Rancabungur, Bogor dan stasiun penjejak satelit di Biak, Papua. Pengaturan dilakukan agar satelit dapat menjalankan seluruh fungsinya seperti deteksi, komunikasi dan menyampaikan data dengan baik.

Sehingga nantinya jika persiapan telah selesai dilakulan, satelit LAPAN A2/Orari dapat digunakan untuk memantau permukaan bumi, mengidentifikasi kapal laut dan komunikasi radio amatir.

Thomas menjelaskan, satelit LAPAN A2/Orari akan berputar mengelilingi Indonesia setiap 90 menit sekali atau 14 kali setiap harinya. Posisi orbit satelit LAPAN A2/Orari ini berada pada jarak 650 km dari permukaan bumi dengan inklinasi (posisi kemiringan dari khatulistiwa) 6 derajat.

"Sinyal pertama LAPAN A2/Orari akan diterima di Rancabungur pukul 13.18 WIB hingga 13.32 WIB," ujar Thomas.

Data pertama yang akan diterima oleh LAPAN A2/Orari yaitu power control unit telemetry. Data tersebut berupa informasi mengenai konsumsi daya listrik tiap komponen satelit, data sensor matahari pada 6 sisi satelit, temperatur tiap komponen satelit dan timer sejak satelit mengalami separasi. (kff/mad)

  ✈️ detik  

Perusahaan Rusia Rosatom Siap Bangun PLTN di Indonesia

♙ Kalau Presiden bilang 'Go Nuclear', ya kita 'Go Nuclear' http://assets.kompas.com/data/photo/2015/04/23/0829392shutterstock-73283173780x390.jpgIlustrasi

Perusahaan pembangkit nuklir asal Rusia, Rosatom, menyatakan siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.

"Kami siap jika pemerintah meminta kami untuk membangun PLTN di Indonesia," ujar Wakil Direktur Riset Rosatom, Prof Yaroslav I Stromblakh, dalam konferensi pers di Moskow, Rusia, Minggu (27/9/2015).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang telah merampungkan peta jalan PLTN dengan kapasitas 5.000 megawatt (MW).

Stromblakh menjelaskan, Rusia mempunyai kemampuan mumpuni dalam teknologi nuklir. Rusia mengembangkan reaktor tahan bencana dan bisa bertahan hingga dalam waktu lama. "Kami bisa membuat reaktor daya yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan pelanggan," kata dia.

Adapun Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot S Wisnubroto mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan Rosatom adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur PLTN.

"Pengembangan infrastruktur PLTN seperti calon lokasi, aspek ekonomi dan aspek teknologi. Akan tetapi tidak mengikat, bahwa Indonesia harus memakai teknologi mereka ketika membangun PLTN," jelas Djarot.

Saat ini pembangunan PLTN tergantung keputusan Presiden Joko Widodo. "Kalau Presiden bilang 'Go Nuclear', ya kita 'Go Nuclear'," kata Djarot.

Rencana pembangunan PLTN di Tanah Air tertuang dalam UU 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005- 2025. Berdasarkan UU tersebut, pada 2019 Indonesia harus sudah memiliki PLTN.

Rosatom merupakan perusahaan pembangkit nuklir Rusia yang memasok 33 persen kebutuhan listrik di Eropa dan juga daerah bagian Rusia. Rosatom menempati posisi kedua dalam percaturan generasi nuklir global.

Rosatom juga menempati posisi teratas dalam pasar global untuk teknologi nuklir terbarukan serta menempati peringkat pertama dalam pembangunan konstruksi simultan. Selain itu juga posisi kedua dalam pengelolaan uranium dan posisi ketiga dalam ektraksi uranium dalam skala global.

Rosatom meraih 36 persen pada pasar pengayaan uranium. Portofolio perusahaan tersebut dalam 10 tahun lebih dari 100 miliar dolar AS. Setidaknya ada 38 unit PLTN yang terdiri dari 29 PLTN di luar Rusia yang akan dikerjakan.

Rosatom juga menguasai 17 persen dari pasar bahan bakar nuklir dunia. Rosatom merupakan satu-satunya negara yang mempunyai sistem aktif dan pasif dalam sistem keamanan PLTN.


  ♙ Kompas  

Hanggar Terbesar di Dunia

Rini Soemarno Resmikan Hanggar Terbesar di Dunia Milik Garuda[Idris-detikFinance ]

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pagi ini meresmikan selesainya pembangunan hanggar ke-4 dari fasilitas perawatan atau bengkel pesawat milik anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia di Garuda City Centre, area Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Hanggar baru yang mampu menampung 16 pesawat jet sekelas Boeing 737 (narrow body) tersebut, disebut sebagai fasilitas bengkel pesawat terbesar di dunia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo menyebut pembangunan proyek hanggar terbesar di dunia milik GMF sebagai hasil sinergi antar perusahaan pelat merah.

"Hanggar mulai dibangun pada akhir tahun 2013, dan merupakan karya dan seluruh pengerjaannya dilakukan lewat sinergi BUMN, dibangun Wijaya Karya, dibiayai BNI dan dipoerasikan GMF Aero Asia," kata Arif di lokasi hanggar GMF, Komplek Garuda City Center, Tangerang, Senin (28/9/2015).

Selain diklaim sebagai fasilitas perawatan pesawat narrow body terbesar di dunia, konsep bangunan dan operasional hanggar mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

"Hanggar ke-4 ini ramah lingkungan dan beda dengan hanggar-hanggar lain milik kita," tuturnya.

Hadir pada acara ini juga, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetio dan Direksi Garuda. Acara peresmian dimulai pukul 9.30 WIB. (feb/feb)
Hanggar Terbesar di Dunia Senilai Rp 585 MiliarPT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan mengoperasikan fasilitas hanggar baru untuk perawatan pesawat di area Garuda City Center, Komplek Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang. Fasilitas yang dibangun sejak Januari 2013 ini, sudah siap dioperasikan.

Saat beroperasi, hanggar yang diklaim terbesar di dunia itu dikhususkan untuk perawatan pesawat jet berbadan kecil (narrow body). Untuk sekali proses perawatan secara bersamaan, hanggar baru itu mampu menampung 16 pesawat narrow body seperti Boeing 737 atau Airbus 320.

"Dengan luas 67.000 m2, terdiri dari area produksi dan perkantoran. Hanggar terbesar di dunia ini mampu menampung 16 pesawat sekaligus," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo di lokasi hanggar GMF, Komplek Garuda City Center, Bandara Soetta, Tangerang, Senin (28/9/2015).

Bengkel pesawat tersebut akan dioperasikan oleh anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility (GMF). Garuda sendiri mengeluarkan investasi Rp 585 miliar untuk membangun hanggar ke-4 tersebut. Fasilitas tersebut dibiayai dari pinjaman PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

"Ini merupakan karya dan seluruh pengerjaannya dilakukan lewat sinergi BUMN. Ini dibangun WIKA, dibiayai BNI dan dioperasikan GMF Aero Asia," jelasnya.

Dari pantauan detikFinance, beberapa pesawat berbadan kecil milik Garuda Indonesia dan T'Way Airlines terparkir di dalam hanggar. Pesawat tersebut menunggu proses perawatan rutin yang dilakukan oleh para mekanik GMF.

Beberapa kendaraan operasional bertenaga listrik untuk mobilitas karyawan GMF juga tersedia di dekat hanggar. Hanggar ke-4 milik Garuda, hari ini diresmikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.


Ini Penampakan Hanggar Terbesar di Dunia Senilai Rp 585 Miliar

   detik  

Pengoperasian Kilang TPPI Diklaim Tambah Produksi Nasional

Ilustrasi fasiltias kilang pengolahan. (Hasan Alhabshy/detikcom)

Manajemen PT Pertamina (Persero) meyakini pengoperasian kilang pengolahan minyak milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban akan meningkatkan angka produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Bahkan, Presiden Direktur Pertamina, Dwi Soetjipto mengklaim pengoperasiaan kilang dengan kapasitas 100 ribu barel per hari (bph) tersebut mampu menambah jumlah produksi BBM perseroan mencapai 15 persen.

"Dan paling penting dia (kilang) akan meningkatkan 10-15 persen produksi nasional dan itu akan kurangi impor (BBM)," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Dwi mengatakan, untuk mengoperasikan kilang pengolahan minyak milik TPPI pihaknya mengaku tengah melakukan finalisasi terkait rencana pembelian sejumlah saham miliki Argo Capital BV guna mendapatkan hak pengelolaan atas fasilitas tersebut.

Meski begitu, mantan Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk ini masih enggan membeberkan nilai pembelian terhadap saham Argo Capital.

"Nanti kita harapkan (finalisasi) bisa segera selesai di pertengahan Oktober. Kalau 1 Oktober itu mulai beroperasikan, jadi aset yang sudah lama tidak termanfaatkan ini bisa utilisasi," tuturnya.

 Akuisisi Saham Argo 

Di kesempatan berbeda, Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan pihaknya masih menyelesaikan sejumlah administrasi terkait pembelian 26,61 persen saham Argo.

Jika saat ini Pertamina telah memegang sebesar 21,98 persen, itu artinya setelah proses ini perusahaan migas pelat tersebut akan mengempit 48,59 persen saham TPPI.

"Kalau sudah selesai pasti akan kami infokan," tutur Wuianda.

Seperti yang diketahui, saat ini komposisi saham TPPI digenggam oleh Pertamina mencapai 26,61 persen, Tuban Petrochemical Industries sebesar 19,16 persen, Vitol BV sekitar 8,81 persen, Polytama Propindo 6,77 persen, Tuban Petroxhemicals Pte 5,15 persen, Nippon Catalyst Pte 4,51 persen, UOP 4,02 persen, Sijitz Corp 1,07 persen dan investor lain sekitar satu persen.

Lantaran perseroan dinilai tak mampu membayar utang sebesar US$ 1,8 miliar, kilang pengolahan TPPI pun tak lagi dioperasikan hingga pada akhirnya Kepolisian Republik Indonesia menyidik adanya kasus kongkalikong dalam pembelian kondesat yang menjadi bahan baku. (dim/dim)

   CNN  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More