N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 31 Mei 2016

TNI AL sanggah KRI Pati Unus tenggelam kena torpedo

TNI Angkatan Laut menepis kabar yang beredar di media sosial bahwa kapal perang KRI Pati Unus-384 tenggelam akibat torpedo kapal musuh. Kondisi KRI Patiunus [Kaskus]

Melalui keterangannya, juru bicara TNI AL, Laksamana Pertama Edi Sucipto, menyebutkan KRI Pati Unus mengalami kebocoran di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Menurut Edi, kebocoran terjadi ketika lambung kiri haluan kapal terkena benda di bawah permukaan air.

Saat ini, seluruh anak buah kapal (ABK) KRI Pati Unus bersama Dinas Penyelaman Bawah Air dan Pangkalan Utama TNI AL I, Belawan, tengah mengatasi kebocoran tersebut,” sebut Edi dalam pesan kepada BBC Indonesia.

Akan tetapi, upaya tersebut mengalami kendala mengingat posisi kapal berada di area permukaan yang terbuka sehingga pengaruh angin gelombang dapat mempengaruhi pekerjaan menutup bagian bawah kapal yang bocor.

Sebelumnya, di media sosial beredar meme dan foto-foto yang seolah menggambarkan bahwa KRI Pati Unus-384 tenggelam akibat kena hantaman torpedo.

Foto-foto itu muncul beberapa hari setelah TNI AL menangkap sebuah kapal Cina dan delapan ABK di perairan Kepulauan Natuna. Mereka dituduh menangkap ikan secara ilegal di wilayah Indonesia.

 Isu Miring KRI Patiunus 
Penjelasan TNI AL Mengenai Isu Miring KRI Patiunus DitorpedoTNI AL memberikan penjelasan mengenai KRI Patiunus, kapal perang kebanggaan Indonesia. Isu tak benar menyebar, kabarnya kapal itu ditorpedo kapal milik negara lain. TNI AL meluruskan, kapal itu mengalami kebocoran di bagian lambung.

"Menanggapi pertanyaan masalah KRI Patiunus-384 (PTS- 384), KRI PTS mengalami kebocoran dialur Perairan Belawan yang diakibatkan lambung kiri haluan terkena sesuatu benda dibawah permukaan air," jelas Kadispen TNI AL Laksma Edi Sucipto, Selasa (31/5/2016).

Peristiwa itu terjadi pada 13 Mei lalu. Kapal Patiunus saat itu tengah berlayar. Saat kebocoran terjadi, pertolongan segera datang.

"Komandan beserta ABK KRI PTS dengan dibantu Dinas Penyelaman Bawah Air (dislambair) dan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I, Belawan," jelas Edi.

Edi menjelaskan, kendala yang dialami dalam mengatasi kebocoran tersebut ketika cuaca kurang mendukung mengingat posisi kapal berada di area permukaan yang terbuka sehingga pengaruh angin gelombang dapat mempengaruhi pekerjaan menutup bagian bawah kapal yang bocor.

"Yang jelas sekarang sedang recovery ya," terang Edi.

Kapal ini sekarang sudah ditarik dan sandar di Belawan. Proses perbaikan sedang dilakukan. Pihak TNI AL juga memberikan foto kondisi kapal itu. (dra/dra)

  ★ BBC | detik  

Senin, 30 Mei 2016

[Foto] Leopard 2A4, Tank Tempur Baru Indonesia

Indonesia baru saja mendapat kiriman delapan dari 61 tank tempur utama Leopard 2A4 yang dipesan dari Jerman. Tapi seberapa ampuh monster baja yang pernah menjadi tulang punggung Bundeswehr ini?


 Tank Berpendingin Ruangan 

Pemerintah merogoh kocek sebesar 280 juta US Dollar buat membeli tank tempur generasi ketiga dari Jerman. Nantinya TNI akan mendapat tank bekas militer Jerman yang sudah dimodifikasi dengan menambahkan pendingin ruangan. Tank itu kini bernama Leopard 2 RI. [Foto Kaskus]


 Transfer Teknologi 

Selain tank tempur utama, Indonesia juga mendapat 42 kendaraan tempur infanteri tipe Marder 1A3 yang telah dimodifikasi dan 4 tank penderek jenis Büffel ARV dan 3 tank pengangkut jembatan yang dimiliki militer Jerman. Menurut jurnal militer IHS Jane, pembelian itu juga melibatkan transfer teknologi dari Rheinmetall kepada PT. Pindad. [Foto Pusenkav]


 Cuci Gudang Militer Jerman 

Leopard 2A4 pernah menjadi tulang punggung militer Jerman pada masa Perang Dingin. Setelah tahun 2000, Jerman menjual semua tank tempurnya ke negara-negara sahabat, antara lain Singapura, Portugal dan Turki. Bundeswehr saat ini sudah beralih ke varian yang lebih modern, yakni tipe A6 dan A7. [Foto altair.com]


 Monster Kota 

Untuk Indonesia, TNI meminta agar Rheinmetal merombak Leopard 2 agar lebih cocok untuk dipakai di medan tempur perkotaan. Untuk itu monster darat tersebut mendapat lapisan pelindung tambahan di bagian depan dan samping, pengeras suara dan sistem kamera pengawas 360 derajat. Varian ini diberi nama Leopard 2A6 Revolution. [Foto merdeka]

http://4.bp.blogspot.com/-IcayhfNj014/VX7V1Uno6FI/AAAAAAAAG4w/Sy0qdwYRUK0/s1600/tni2pr1v4t33r.jpg

 Irit dan Lincah 

Secara umum Leopard 2 ditakuti lantaran kemampuan manuvernya yang tinggi. Kendati cuma mampu melesat dengan kecepatan maksimal 70 kilometer/jam, Leopard 2 mencatat konsumsi bahan bakar separuh dari yang dibutuhkan tank utama militer Amerika Serikat, M1 Abrams. [Foto TNI AD]


 Minim pengalaman 

Namun berbeda dengan M1 Abrams, Merkava (Israel) atau Challengger 2 (Inggris), tank milik Jerman ini masih miskin pengalaman bertempur. Tercatat Leopard 2 cuma pernah dua kali diterjunkan ke medan perang, yakni di Kosovo tahun 1999 dan Afghanistan pada 2007. [Foto Pusenkav]


 Baja Tanpa Pelindung 

Leopard 2A4 punya reputasi buruk ihwal baja pelindungnya. Dikembangkan sebagai tank tempur bermobilitas tinggi, bobot Leopard sejak awal dipangkas dengan mengorbankan lapisan baja di bagian samping dan depan. Tidak heran jika hampir semua penjualan dibarengi dengan modifikasi sistem pelindungnya.[Foto Pusenkav]

  DW  

Coast Guard Cina Hanya Membayangi

Tak Berani Ganggu KRI OswaldKRI Oswald Siahaan [Koarmabar]

KRI Oswald Siahaan-354 jenis frigate menangkap kapal ikan Cina di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Penangkapan itu berlangsung dramatis karena ada kapal Coast Guard Cina yang memantau proses penangkapan tersebut dari kejauhan.

Kadispen Lantamal IV Mayor Josdy Damopoli, mengatakan, kapal Coast Guard Cina tersebut hanya membayangi saja. Kapal patroli Cina itu tidak berani mendekat bahkan mengganggu proses pengejaran KRI Oswald terhadap kapal nelayan Cina Gui Bei Yu.

"Kejadian seperti ini sudah 2 kali. Dulu pernah juga dibayangi kapal Coast Guard bahkan mereka mendekat. Namun waktu itu yang mengejar (kapal ikan Cina) adalah kapal kecil, kapalnya KKP. Kalau sekarang mereka mungkin tidak berani ganggu karena ini yang turun frigate," ujar Josdy saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (29/5/2016).

Josdy mengatakan, proses pengejaran tersebut sudah sesuai SOP termasuk dengan memberikan peringatan-peringatan. Bentuk peringatan mulai dari peringatan kontak radio, peringatan melalui pengeras suara, tembakan peringatan ke udara, peringatan tembakan kanan dan kiri haluan. Tapi semua peringatan tidak diindahkan. Bahkan kapal ikan tersebut melakukan gerakan zigzag dan akhirnya tindakan paling keras dilakukan yaitu tembakan di anjungan.

Kapal yang ditangkap/ dok Armabar

Terkait coast guard Cina melakukan aksi shadowing, pihak TNI AL tidak mempermasalahkan selama tidak mengganggu.

Petugas lalu menggeledah kapal nelayan Cina tersebut. Petugas TNI AL tidak mendapatkan perlawanan.

"Mengenai apa saja isi muatannya di kapal itu saat ini masih dalam pemeriksaan," ucapnya.

Peristiwa penangkapan berawal pada Jumat (27/5), pukul 13.30 WIB KRI Oswald Siahaan-354 berpatroli di Natuna dan melihat ada tindakan mencurigakan di radarnya. Petugas mendekati lokasi yang mencurigakan dan menemukan kapal ikan Cina Gui Bei Yu 27088.

Setelah diberikan tembakan peringatan, kapal Cina itu akhirnya menyerah. Dari hasil proses pemeriksaan sementara, kapal ikan tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) tanpa dilengkapi dokumen yang sah menurut hukum. Berdasarkan temuan tersebut kapal dan semua ABK yang berjumlah 8 orang dan muatannya ditarik menuju Pangkalan Angkatan Laut Natuna Ranai guna proses pemeriksaan sesuai hukum yang berlaku. (rvk/nrl)
 

  detik  

Minggu, 29 Mei 2016

Kapal China Berusaha Kabur, TNI AL Lepaskan Tembakan

Mereka baru berhenti setelah tim TNI AL melakukan penyergapanLaksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman. (VIVA.co.id/ Agus Rahmat.)

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI, berhasil menangkap kapal China yang diduga mencuri ikan di kawasan Natuna, pada Jumat, 27 Mei 2016.

Dalam keterangan resminya, awalnya kapal Indonesia yakni KRI OWA-354 sekitar pukul 13.30 WIB saat berpatroli di perairan Natuna, mendeteksi kapal di arena Zona Ekonomi Ekslusif atau ZEE Indonesia. Tetapi hanya berkecepatan 3,5 knot.

Setelah didata, maka terdeteksi kapal tersebut adalah kapal ikan. Lalu dilakukan pendekatan ke kapal tersebut. Namun, tiba-tiba kapal China itu menambah kecepatan menjadi 8 knot.

Sekitar pukul 14.50 WIB, KRI OWA-354 dengan pengeras suara memerintahkan untuk berhenti dan mematikan mesinnya. Tetapi, kapal ikan China itu tidak menghiraukan dan bermanuver menghindari kapal KRI.

KRI OWA-354 lalu mengejar dan mendekat lagi ke kapal China tersebut hingga berjarak 400 yards.

"Komandan memerintahkan untuk melaksanakan tembakan peringatan ke udara menggunakan laras panjang," ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman, di Markas Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jakarta, Sabtu, 28 Mei 2016.

Tembakan menggunakan 6 pucuk SAVZ masing-masing 2 butir amunisi hampa, 10 butir amunisi tajam, 2 pucuk SS-1 masing-masing 10 butir amunisi tajam. Lalu 4 mitraliur 12,7 mm masing-masing 10 butir amunisi tajam. Namun, tembakan itu tidak juga dihiraukan, dan kapal China itu menghindar dengan bergerak berputar.

Hingga pukul 15.30 WIB, tembakan peringatan kembali dilakukan oleh KRI OWA-354. Namun tetap tidak dihiraukan, dan kapal China itu mengambil langkah zig-zag.

"Komandan memerintahkan untuk melaksanakan tembakan ke arah buritan kapal atau ruang mesin," lanjutnya.

Namun tembakan-tembakan itu, kembali tidak dihiraukan dan berusaha menjauh dari KRI. Lalu tembakan juga diarahkan ke anjungan kapal. Namun kembali tidak dihiraukan oleh kapal ikan China ini.

Akhirnya diputuskan, diterjunkan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) yang bergerak dari lambung kiri KRI untuk selanjutnya melakukan penyergapan ke kapal China tersebut.

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim berhasil naik ke kapal China itu dan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Tujuh menit kemudian, kapal tersebut berhasil dikuasai sepenuhnya oleh tim.

Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman mengatakan, kapal itu memang diduga kuat mencuri ikan di wilayah Indonesia. Apalagi, ditemukan ikan yang masih segar, dan jenisnya identik dengan ikan yang ada di perairan tersebut.

Kapal China yang ditangkap bernama Gui Bei Yu dengan nomor 27088. Taufiq mengatakan, kapal besar itu bisa memuat sekitar 500 ton ikan. Setelah disidik, nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan untuk diproses berdasarkan hukum Indonesia.

 Penangkapan dilakukan di sekitar perairan Natuna 

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman mengatakan, pada Jumat malam, 27 Mei 2016 pihaknya telah menangkap kapal yang diduga melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Kapal itu berbendera China.

Kapal ikan China itu bernama Gui Bei Yu dengan nomor 27088. Penangkapan dilakukan di sekitar perairan Natuna, kawasan Zona Ekonomi Ekslusif atau ZEE Indonesia.

Dalam keterangan pers di Markas Komando Koarmabar, Jakarta, Taufiq menjelaskan, awalnya bermula dari patroli. Partroli dilakukan, sebagai tindak lanjut dari rapat komando Armabar dua pekan lalu.

"Untuk menterjemahkan perintah dari komando atas dalam hal ini Panglima TNI, salah satunya kita dimintakan kehadiran di laut China Selatan dan sampai batas terluar," katanya, Sabtu, 28 Mei 2016.

Setelah dilakukan patroli, menggunakan KRI OWA-354, terdeteksi kapal China yang melakukan illegal fishing atau pencurian ikan.

"Kemudian kita tangkap. Pada saat ditangkap kita bawa ke Natuna rusak mesinnya kemudian kita tarik pakai tali," katanya.

Di saat itu, datang kapal China Coast Guard 3303. Kemungkinan, kehadiran kapal China ini karena ada laporan komunikasi dari kapal nelayan yang ditangkap itu. China lantas mempertanyakan kenapa kapal warganya itu ditarik oleh Indonesia.

"Kita bilang ini sedang penegakan hukum, ini wilayah eksklusif Indoneisa, silakan penegakan hukum. Terus dia kembali," ujarnya menambahkan.

Di dalam kapal nelayan China itu, terdapat 8 Anak Buah Kapal atau ABK dan semuanya berkewarganegaraan China.

"Kemudian ada ikan campuran tapi jumlahnya saya belum tahu. Mungkin baru besok kita cek," katanya.

Diduga kuat, ikan itu ditangkap di perairan ZEE Indonesia mengingat kesegaran ikan dan karakteristik ikan yang memang ada di wilayah tersebut. Hingga kini, kapal China itu sudah ada di Natuna. Selanjutnya, kata Taufiq, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk selanjutnya diproses hukum oleh Kejaksaan. (mus)
 

  Vivanews  

Sabtu, 28 Mei 2016

[Foto] Senjata PINDAD di Ujicoba di Jordania

Alutsista produksi PT PIndad, Bandung. Foto dibawah ini diambil dari defence.pk diposkan anas_nurhafids. Senjata produksi PT Pindad Bandung baru-baru ini turut di pamerkan di Jordania. Selain menarik militer setempat, senjata ini di ujicobakan oleh beberapa pejabat militer.

IMG-20160527-WA0010.jpg
IMG-20160527-WA0009.jpgIMG-20160527-WA0008.jpg
IMG-20160527-WA0007.jpg
[​IMG]

BONUS : Senjata lain produksi Indonesia, Komodo. Senjata ini diberitakan hasil desain PT Tanfoglio Indonesia Jaya. Menurut website nya PT ini telah membuat beberapa jenis senjata.
upload_2016-5-27_18-33-29.png
IMG-20160526-WA0010.jpg
[​IMG]

  Garuda Militer  

Kamis, 26 Mei 2016

Kepala Bakamla Terima China Coast Guard

http://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2016/05/kamla.jpgKepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, SE, MH. menerima Deputy Director General China Coast Guard, Chen Yide, di Kantor Pusat Bakamla Jakarta. ☆

Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Ka Bakamla RI) Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, SE, MH. didampingi sejumlah pejabat tinggi Bakamla RI menerima kunjungan kehormatan dari Deputy Director General China Coast Guard, Chen Yide, di Kantor Pusat Bakamla RI, Jalan Dr. Sutomo-11, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2016).

Dalam kunjungannya, Chen Yide didampingi 5 delegasi lainnya dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok, dalam hal ini Bakamla RI dan China Coast Guard, terutama dalam hal penegakan hukum di laut.

Adapun poin-poin penting yang disampaikan oleh China Coast Guardpada pertemuan tersebut antara lain terkait konsep MoU sebagai bentuk kerjasama ke depannya, rencana pembangunan jalur komunikasi khusus untuk badan-badan penegak hukum di laut sebagai bentuk integrasi komunikasi terkoordinasi, dan kunjungan masing-masing instansi antar dua negara tersebut.

Sebagai bentuk rencana kerjasama ini, China Coast Guard akan mengundang petinggi-petinggi Indonesia untuk melakukan kunjungan ke Tiongkok”, ujar Chen Yide.

Bakamla RI sangat mengapresiasi rencana kerjasama yang akan dibangun antara kedua instansi yang memiliki fungsi sebagai penegak hukum di laut. Hal ini dikatakan Kepala Bakamla RI pada saat melaksanakan pertemuan.

Bakamla RI tentunya menerima dengan baik rencana kerjasama yang ditawarkan oleh China Coast Guard, namun hal ini perlu dirapatkan secara internal terlebih dahulu dan diketahui oleh Menteri Luar Negeri serta Menkopolhukam. Kerjasama yang memungkinkan akan kita laksanakan di masa mendatang,” ujar Ari Soedewo.

Pada pertemuan tersebut, pihak Tiongkok berharap dapat meneruskan kerjasama multilateral dengan Indonesia di bawah kerangka Forum Regional ASEAN dan Heads of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM).

Pertemuan bilateral yang berjalan cukup harmonis itu diwarnai dengan saling tukar menukar cindera mata.

Kasubbag Humas Bakamla RI
Kapten Marinir Mardiono

  Poskota  

PT Pindad Luncurkan Senjata Baru untuk TNI

♞ Di Awal JuniSalah satu produk Pindad

Dirut PT Pindad, Silmy Karim mengatakan, bahwa pihaknya dilibatkan dalam setiap pembelian alutsista oleh TNI AD. Bahkan, dalam pembelian main battle tank (MBT) Leopard, PT Pindad juga terlibat pada transfer of technology (ToT).

"PT Pindad itu bukan lembaga yang istilahnya mencari keuntungan semata, tetapi bagaimana kita membangun kekuatan pertahanan TNI. Untuk tank Leopard, PT Pindad dilibatkan dalam perawatan," ujar Silmy kepada awak media di Mabesad, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2016).

Selain itu, PT Pindad juga menargetkan bakal memproduksi tank sendiri. Namun, hal tersebut merujuk pada rencana strategi TNI yang telah digariskan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Tentu ada target membuat tank sendiri, tetapi tentu sesuai renstra," imbuhnya tanpa merinci jangka waktu target tersebut.

Namun, Silmy menjanjikan bakal meluncurkan senjata baru pada awal Juni mendatang. Rencananya, senjata jenis pistol dan senjata laras panjang akan diperkenalkan ke Kemenhan.

"Nanti, tunggu awal Juni kita akan launching beberapa senjata di Kemenhan. Kita sampaikan untuk keperluan TNI," tandasnya. (Ari)
 

  Okezone  

Pemerintah Ingin Luncurkan Satelit untuk Pulau Terluar

Pemerintah akan gandeng swasta untuk wujudkan ambisi itu.Pulau terluar direncanakan jadi pulau (Puspen TNI) atau Rajawali 350 akan diproduksi secara lisensi oleh PT Bhineka Dwi Persada

Pemerintah berencana membuat satelit telekomunikasi dalam waktu dekat. Satelit tersebut akan dimanfaatkan untuk keperluan pemerintah di berbagai bidang.

Direktur Telekomunikasi Khusus dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail, mengatakan pemerintah tengah merencanakan untuk meluncurkan satelit telekomunikasi yang dapat mendukung keberadaan Palapa Ring sebagai tulang punggung dari fiber optik.

"Dalam waktu dekat kita akan mendiskusikan untuk menggarap satelit untuk men-deliver kemampuan fiber optik. Kalau Palapa Ring kan mencakup kota dan kabupaten, sedangkan untuk pulau kecil dan terluar kan belum terjangkau," ujar Ismail ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016.

Ismail melanjutkan, wilayah yang tak terjangkau oleh fiber optik dapat diatasi dengan memanfaatkan satelit. Sehingga, persoalan akses internet yang kurang menjangkau di berbagai wilayah dapat terbantukan oleh keberadaan satelit.

Proyek tersebut diberi nama satelit multifungsi, yang nantinya wahana antariksa itu juga akan digunakan untuk kebutuhan pemerintah, seperti pendidikan, kelautan, hingga pertanian.

"Butuh proses sekitar tiga tahun dari awal hingga satelit tersebut dapat diluncurkan, jadi kemungkinan sudah dimanfaatkan pada tahun 2019," ungkap Ismail.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub-Direktorat Pengembangan Infrastruktur dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Latif, mengungkapkan pemerintah juga akan mencari mitra untuk menggarap proyek tersebut. Nantinya, proyek ini akan berjalan serupa dengan yang terjadi pada Palapa Ring, yang mana pemerintah mengandalkan peran swasta untuk kepentingan negara.

"Kita mencari mitra-mitra yang sudah berpengalaman soal satelit, seperti BRI atau Indosat untuk diajak kerja sama. Satelit ini juga akan didukung selama 15 tahun sesuai masa usainya, sesuai dengan Palapa Ring. Jadi, habisnya teknologi tersebut, habis juga kerja samanya, lalu kita beralih ke teknologi terbaru lainnya," kata Anang. (ren)

  vivanews  

Rabu, 25 Mei 2016

Rahasia Kehebatan Tank Leopard 2 RI TNI AD

MBT leopard 2 RI [kaskus]

Dari sosok luarnya, Leopard 2RI sudah nampak berbeda dibandingkan dengan Leopard 2A4 yang sudah terlebih dahulu datang. Jika Leopard 2A4 tampil mengotak dengan garis-garis tegas, maka Leopard 2 RI tampil dinamis dengan modul-modul AMAP menghias hull dan kubah.

Jika setelah sekian lama hanya bisa menduga-duga, selubung misteri Leopard 2 RI kini terbuka sudah, dari sosok penampilannya kita bisa menduga opsi kit apa saja yang akhirnya dipilih TNI AD. Tidak semua paket upgrade Leopard Revolution dipilih, hanya yang benar-benar diperlukan saja yang dipasangkan ke tubuh Leopard 2A4 untuk mengubahnya menjadi Leopard 2 RI.

Inti dari perlindungan Leopard 2 RI adalah lapisan blok komposit AMAP (Advanced Modular Armour Protection) buatan IBD (IngenierBüro Deisenroth)-Deisenroth. Konsepnya adalah perlindungan 360 derajat, dimana Leopard 2 Revolution harus bisa dilindungi dari segala sisi. Hal ini menyesuaikan dengan tren dimana tank digunakan dalam situasi urban, ancaman senjata seperti roket dan rudal antitank jauh lebih mengemuka. IBD Deisenroth membuat proteksi pasif alias proteksi balistik sangat canggih.

Bobot keramik nano ini saat dikonfigurasikan menurut standar proteksi NATO STANAG 4569 Level 3 atau 4/ AEP 55 Level 3. Keping AMAP dibangun dan disusun menjadi blok AMAP-B (Ballistic) yang dipasangkan ke side skirt, glacis, dan keseluruhan kubah termasuk sisi atas dan pangkal laras Leopard 2 RI. Panel-panel ini didesain dengan fitur engsel untuk memudahkannya dibuka, dilepas, dan dilakukan perawatan sekaligus penggantian secara terbatas.

Leopard 2 RI (photo : Pussenkav)

Biarpun bentuk panel AMAP mengotak, sesungguhnya isinya kosong. Ruang kosong memungkinkan energi dan inti panas dari hulu ledak HEAT yang menghantam AMAP untuk menyebar dan tidak menembus kulit asli tank. Lampu sorot depan Leopard 2RI mempertahankan bentuk aslinya yang membulat dan dipasang di atas glacis, beda dengan paket Revolution yang menggunakan lampu LED dan sudah ditanam di glacis.

Di atas glacis terpasang kotak SAS (Situational Awareness System) berupa kamera dengan fitur night vision agar pengemudi dapat mengendalikan kendaraan dengan mudah, tidak lagi mengandalkan blok prisma yang terbatas kemampuannya.

Uniknya, pemasangan AMAP-B tidak diteruskan sampai ke belakang. Pada Leopard 2RI dibiarkan kosong, hanya dipasangi kit track cadangan di sebelah kiri. Paket Revolution menyediakan slat armor alias pagar untuk menangkis RPG-7, tetapi opsi ini tidak dipergoki pada Leopard 2A7. Mungkin karena sifatnya yang sederhana slat armor ini dapat dipasang kemudian oleh PT Pindad sebagai bagian dari ToT alias Transfer Teknologi, sama seperti kontrak yang diterima PT Pindad untuk memasang sistem pendingin udara pada Leopard 2A4.

Di sebelah kanan terdapat kotak yang diduga merupakan inlet dari APU (Auxiliary Power Unit) berupa mesin diesel cadangan yang dapat digunakan memutar kubah. Leopard 2RI dapat beroperasi secara senyap saat mengintai mangsa, mematikan mesin utama dan mengandalkan APU yang suaranya lebih tenang sehingga heat signature Leopard 2RI menurun drastis dan lawan tidak bisa mendengar suara Leo 2RI sampai semuanya sudah terlambat. Varian Leopard 2SG yang diugrade ke standar Evolution oleh Krauss Maffei Wagmann tidak memiliki fitur APU tersebut.

Leopard 2A4 TNI AD (photo : Merdeka)

Untuk sistem senjata, Leopard 2 RI tetap mengandalkan meriam 120mm L44, yang tidak diubah. Yang dimodifikasi adalah sistem turret drive yang kini sudah sepenuhnya elektrik, menawarkan keunggulan lebih aman, lebih ajek, dan lebih senyap. Sistem kubah remote tidak terlihat terpasang pada Leopard 2RI. Juga tidak terpasang pada Leopard 2 RI adalah sistem ROSY (Rapid Obscuring System).

Pada dasarnya sistem ROSY merupakan gabungan integral antara IR Jammer/ decoy dan pelontar granat asap, yang bisa memicu pelontaran granat asap secara otomatis apabila terdeteksi adanya rudal antitank atau ancaman lain yang mendekat.

Leopard 2RI masih mengandalkan sistem pelontar granat asap konvensional yang dipasang di kiri-kanan kubah belakang. Paling penting dari sebuah tank adalah, kenyamanannya. Untuk itulah Leopard 2RI sudah dilengkapi sistem pendingin udara yang dipasang di belakang bustle, dengan inlet udara dari sisi atas yang dilindungi kawat baja.

Untuk kamera panoramik, komandan Leopard 2RI masih akan mengintip dari sistem kamera PERI R-17, dimana Leopard 2RI kelihatan tidak mengambil opsi kamera panoramik SEOSS yang ditawarkan dalam paket Revolution.

Leopard 2RI tiba di tanah air pada Senin (23/5) di dermaga Tanjung Priok. Rencananya kedelapan Leopard 2RI akan menghuni Batalion Kavaleri 1/ Tank Badak Ceta Cakti di Cijantung, menggantikan tank mini Scorpion-90.
 

  Angkasa  

TNI Diganjar Penghargaan

♞ Bantu Rakyat Timor LestePemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RTDL) mengapresiasi Pemerintah RI yang telah menerjunkan ratusan personel kesehatan TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam rangka melaksanakan misi pelayanan kesehatan untuk ‎rakyat dan militer Timor Leste di Kota Dili.

Membalas jasa pemerintah Indonesia tersebut, Pemerintah RDTL memberikan penghargaan berupa tanda jasa kepada seluruh personel yang terlibat dalam misi pelayanan kesehatan tersebut dan menyerahkan secara resmi kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Sebanyak 441 orang yang terdiri 150 awak KRI Soeharso dan 291 tim kesehatan Kemhan RI diterjunkan untuk memberikan bantuan kesehatan kepada RDTL. Tim kesehatan Kemhan RI itu menjadikan KRI Soeharso sebagai rumah sakit terapung.

Selain itu satu unit Hercules dan Hellybell juga diterjunkan untuk mengangkut para personel. Sebanyak 3.692 orang terdiri dari rakyat dan militer RDTL tercatat mendapat perawatan langsung dari tim kesehatan Kemhan RI berupa pengobatan umum, gigi dan pemeriksaan dini stroke serta pelayanan operasi katarak, pterygium, bibir sumbing, hernia, struma, hemorrhoid, lipoma, tonsilektomi, dan khitan.

Menhan Ryamizard Ryacudu dalam samb‎utannya mengaku bersyukur lantaran misi pelayanan kesehatan tersebut berhasil dan sukses terlaksana.

"Kita bersyukur karena misi pelayanan kesehatan berjalan baik dan sukses. Kita berharap dampaknya baik khususnya dampak di wilayah perbatasan," kata Ryamizard di kantornya, Senin (23/5/2016).

Ia berharap, kegiatan ini merupakan momentum bagi kedua negara untuk menjalin kerjasama di masa yang akan datang. Menurutnya, kerjasama ini nantinya akan menambah keharmonisan bagi dua negara.

"Marilah kita terus bekerja sama dan terus menciptakan rasa keharmonisan kepada negara-negara tetangga," ‎tukasnya.‎ (fmi)
 

  Okezone  

Selasa, 24 Mei 2016

Pindad Beri Hadiah Rp 500 Juta

♞ TNI Juara di AustraliaSalah satu kontingen anggota TNI AD menerima hadiah secara simbolis dari PT Pindad di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 23 Mei 2016. Indonesia mendapatkan 18 emas, 8 perak, 4 perunggu di ajang Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) dengan jumlah anggota TNI 19 orang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Badan Usaha Milik Negara yang memproduksi alat militer, PT Pindad (Persero), mengapresiasi prestasi yang diraih tim penembak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam lomba tembak internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Lomba menembak internasional ini diselenggarakan di Puckapunyal, Australia pada 3-20 Mei 2016. Tim TNI AD berhasil menjadi juara umum dan unggul atas negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Inggris, Cina, dan tuan rumah Australia.

Kami ikut bangga dengan keberhasilan para prajurit TNI AD, yang selama sembilan tahun berturut-turut menjadi juara umum di AASAM. Pindad akan terus mendukung dengan menghadirkan senjata-senjata terbaiknya untuk prajurit TNI AD,” ujar Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim dalam rilisnya, Senin, 23 Mei 2016.

PT Pindad turut berkontribusi dalam ajang ini dengan menyediakan beberapa produk senjata andalannya untuk dipakai para penembak andal TNI AD.

Dari 20 negara yang bertanding, Indonesia berhasil mengumpulkan 23 medali emas, 13 medali perak, dan 9 medali perunggu. Lalu, Cina berada di posisi kedua dengan perolehan 9 medali emas, 15 medali perak, dan 5 medali perunggu. Sedangkan posisi ketiga dihuni Jepang dengan 4 medali emas, 2 medali perak, dan 3 perunggu.

Dalam kejuaraan internasional ini, tim TNI AD menggunakan senapan serbu SS2-V4 dan senjata genggam G2 Combat buatan PT Pindad. “Kemenangan untuk kesembilan kalinya ini juga membuktikan bahwa kualitas senjata buatan Pindad terbukti baik dan dapat bersaing dengan pabrikan senjata asing lain,” ujar Silmy.

Keberhasilan TNI AD menjadikan senjata buatan Pindad makin dikenal prajurit dari negara-negara peserta AASAM. “Dukungan kami untuk prajurit TNI AD menjadi sarana untuk mencari input terkait peningkatan kualitas produk dari berbagai pabrikan senjata lain,” kata Silmy.

Manajemen Pindad juga akan memberi hadiah Rp 500 juta sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada TNI AD karena memakai produknya. “Selain telah menggunakan produk kami saat perlombaan, tim TNI AD turut memperkuat promosi terkait brand awareness terhadap keunggulan senjata dan amunisi Pindad kepada negara-negara lain saat berkompetisi di AASAM,” ujar Silmy.

Selain di AASAM, tim petembak TNI AD langganan juara umum di berbagai kompetisi menembak lain. Misalnya, Indonesia berhasil menjadi juara umum sejak 2005 hingga 2015 di ajang Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM). Begitu juga di ajang ASEAN Armies Rifle Meet (AARM). Kontingen penembak Indonesia berhasil menjadi juara umum sejak 2008 hingga 2014. Tentu saja, dalam dua kompetisi tersebut, produk senjata Pindad juga turut digunakan.
 

  Tempo  

Indonesia Menerima 8 dari 61 Tank Tempur Leopard 2 RI

♞ Dari JermanMBT Leopard 2 RI [ARC]

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) untuk pertama kalinya menerima delapan dari 61 tank tempur Leopard 2A4 Jerman.

Tank tempur ini merupakan tank generasi ketiga atau MBT yang dipesan Indonesia pada Desember 2012.

Penerimaan delapan tank tempur Leopard 2A4 ini disampaikan eksekutif dari Rheinmetall Defence—sebuah kontraktor pertahanan Jerman—kepada IHS Jane Defense Weekly dalam acara Land Forces Symposium 2016, yang dikutip Sindonews, Selasa (24/5/2016).

Rheinmetall saat ini sedang dalam proses upgrade 61 Leopard 2 MBT untuk apa yang disebut sebagai standar revolusi. Paket upgrade tersebut membutuhkan sejumlah modifikasi tertentu yang diminta oleh militer Indonesia untuk membuat tank lebih cocok untuk pertempuran di perkotaan.

Secara keseluruhan, TNI-AD telah memesan 103 Leopard 2A4 bekas pakai, termasuk yang dilengkapi dengan sistem pendingin udara sesuai iklim tropis di Indonesia.

Pengiriman baru-baru ini adalah bagian kesepakatan pertahanan Indonesia dan Jerman itu. Menurut IHS Jane Defence Weekly, "kesepakatan itu akan melihat Jerman dalam alih teknologi yang dirahasiakan untuk PT Pindad (Persero) Indonesia dan TNI-AD”.

Rheinmetall dalam sebuah pernyataan November 2013, menyatakan bahwa sebagai pemasok penting, kontraktor pertahanan Jerman ini akan memasok dukungan logistik, dan amunisi senilai kira-kira 216 juta Euro atau sekitar USD 290 juta berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada Desember 2012.

Kemudian, pada bulan Mei 2014, Rheinmetall juga menerima kontrak untuk memasok meriam simulator, Leopard Gunnery Skills Trainer (LGST) dan Driver Training Simulator (DTS) untuk militer Indonesia dalam rangka untuk melatih awak tank baru MBT TNI-AD. (mas)
 

  sindonews  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More